JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN. Eng., mengapresiasi pembinaan mahasiswa asal Papua di Institut Teknologi PLN (ITPLN). Menurut Numberi, pendidikan di kampus transisi energi itu dapat menyiapkan mahasiswa Papua menjadi sarjana yang memiliki kompetensi dan siap berkontribusi pada sektor energi dan kelistrikan di daerah asalnya.
Numberi mengatakan, perhatian terhadap mahasiswa Papua di ITPLN semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan SDM di Papua, terutama sektor energi. Ia bersyukur semakin banyak mahasiswa asal Papua yang menempuh pendidikan di ITPLN, baik yang telah menyelesaikan studi maupun yang masih menjalani perkuliahan.
“Saya bersyukur banyaknya mahasiswa asal Papua di ITPLN baik yang sudah lulus maupun yang baru menempuh kuliah,” ujar Numberi di kampus ITPLN, Rabu, 23 September 2026.
Kunjungan Numberi ke ITPLN disambut langsung oleh Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa, M.K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Wakil Rektor I Bidang Akademik ITPLN, Prof. Dr. Susy Fatena Rostiyanti, S.T., M.Sc., Wakil Rektor III ITPLN Bidang Kemahasiswaan, Purnomo, ST., MT., dan Wakil Rektor IV ITPLN Bidang Pengembangan Usaha Strategis, Dr. Ir. M. Ahsin Sidqi, MM. IPU ASEAN Eng. QRGP.
Dalam kesempatan itu, Numberi juga menyoroti program beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa asal Papua. Tahun ini, sebanyak 100 mahasiswa asal Kabupaten Mappi mendapatkan beasiswa Seribu sarjana dari Pemerintah Kabupaten Mappi untuk menempuh pendidikan di ITPLN.
Menurut Numberi, keberadaan mahasiswa Papua di ITPLN tidak sekadar memperluas akses pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga terdidik yang dapat kembali membangun daerah.
Numberi yang merupakan anggota DEN asal Papua mengapresiasi pembinaan mahasiswa tersebut. Ia menilai pendidikan yang diberikan ITPLN dapat membentuk lulusan yang memiliki kesiapan untuk masuk ke dunia kerja, khususnya pada sektor energi dan kelistrikan.
“Profesi dan keahlian di bidang energi sangat dibutuhkan. Karena banyak juga mahasiswa Papua yang akan kembali ke daerahnya untuk membantu energi dan kelistrikan di daerahnya,” kata Numberi.
Ia berharap mahasiswa asal Papua yang telah memperoleh pendidikan di ITPLN dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kuliah untuk menjawab kebutuhan energi di wilayah masing-masing.
Di sisi lain, Numberi membuka peluang kolaborasi antara Dewan Energi Nasional dan ITPLN. Kolaborasi tersebut dapat diarahkan untuk memperkuat materi maupun aspek teknis pembelajaran di bidang energi.
Menurut dia, kerja sama tersebut juga dapat difokuskan pada penguatan kapasitas mahasiswa yang berasal dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Papua. Dengan begitu, pendidikan tinggi di bidang energi diharapkan semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Sementara itu, Rektor ITPLN, Prof. Iwa Garniwa mengatakan, pihaknya berkomitmen memberikan kesempatan pendidikan kepada putra-putri daerah, termasuk mahasiswa asal Papua dan wilayah 3T. Menurutnya, pendidikan di bidang energi dan ketenagalistrikan perlu diarahkan tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan pembangunan di daerah asalnya.
“ITPLN ingin mahasiswa dari Papua dan daerah 3T tidak hanya mendapatkan pendidikan, tetapi juga memiliki kompetensi yang dapat dibawa kembali untuk membangun daerahnya. Kami terbuka untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Dewan Energi Nasional, agar pembelajaran dan pengalaman mahasiswa semakin sesuai dengan kebutuhan sektor energi,” kata Iwa menegaskan. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers