JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Perjalanan pendidikan tinggi tak selalu mudah, terlebih bagi mahasiswa yang harus menempuh studi jauh dari kampung halaman. Namun, keterbatasan bukanlah penghalang bagi Faiz Aulia Rakhman, mahasiswa asal Jayapura, Papua yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan sebagai salah satu lulusan terbaik Institut Teknologi PLN (ITPLN).
Lulusan Program Studi S1 Teknik Sistem Energi itu menyelesaikan studinya dalam kurun tujuh semester dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,52. Capaian tersebut menjadi buah dari konsistensi, kerja keras, serta kemampuannya menyeimbangkan aktivitas akademik dan nonakademik selama berkuliah.
“Saya memang sejak awal memiliki target untuk lulus lebih cepat. Selain menghemat biaya dan waktu, saya ingin segera mendapatkan pekerjaan setelah wisuda,” ujar Faiz saat berbincang, belum lama ini.

Sebagai mahasiswa angkatan pertama pada program studinya, Faiz mengaku tidak memiliki senior yang dapat dijadikan rujukan selama menjalani perkuliahan. Kondisi tersebut justru mendorongnya untuk lebih mandiri dan aktif mencari informasi demi menunjang proses belajar.
Menurut dia, dukungan dosen dan program studi menjadi faktor penting yang membantunya menyelesaikan pendidikan tepat waktu.
“Arahan dari bapak dan ibu dosen sangat membantu. Kami juga mendapat dukungan dari program studi untuk bisa menyelesaikan kuliah dengan baik karena sebagai angkatan pertama kami ingin memberikan contoh terbaik bagi adik-adik tingkat,” katanya.
Selama menempuh pendidikan di ITPLN, Faiz tidak hanya fokus pada kegiatan akademik. Ia aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan, termasuk Himpunan Mahasiswa dan organisasi pecinta alam HPPA Cakrawala.
Selain itu, ia juga rutin mengikuti lomba karya tulis ilmiah, seminar, webinar, hingga dipercaya menjadi asisten Laboratorium Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kesibukan tersebut tidak membuat prestasi akademiknya menurun. Bagi Faiz, kunci utama keberhasilan adalah niat yang kuat dan kesungguhan dalam menjalani setiap proses.
“Yang penting selama menjadi mahasiswa harus punya niat, kemudian menjalankan semuanya dengan sepenuh hati. Insya Allah hasilnya akan mengikuti,” tutur putra Khairul Anam dan Yuni Purwaningsih itu.
Ketertarikan Faiz terhadap isu energi juga menjadi alasan utama memilih Teknik Sistem Energi sebagai bidang studinya. Ia menilai transisi energi menuju sumber yang lebih ramah lingkungan merupakan tantangan sekaligus peluang besar bagi Indonesia di masa depan.

Menurutnya, pengembangan energi terbarukan perlu terus didorong untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil yang berdampak terhadap lingkungan.
“Kita memiliki banyak potensi energi terbarukan seperti panas bumi, air, dan angin. Potensi itu perlu dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan energi nasional,” imbuhnya.
Komitmennya terhadap pengembangan energi berkelanjutan juga tercermin dalam penelitian tugas akhirnya. Dalam skripsinya, Faiz mengangkat tema Perancangan Sistem PLTS Atap Hybrid Sebagai Solusi Penyediaan Listrik 24 Jam di Pulau Lembu sebuah wilayah yang termasuk kategori daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Ia memilih topik tersebut karena masih banyak masyarakat di wilayah kepulauan yang menghadapi keterbatasan akses listrik. Melalui penelitian itu, Faiz berharap dapat memberikan kontribusi nyata bagi pemerataan energi di Indonesia.
Kisah Faiz menjadi bukti bahwa semangat belajar, disiplin, dan kemauan untuk terus berkembang mampu membuka jalan menuju prestasi. Dari Papua hingga kampus ITPLN di Jakarta, ia menunjukkan bahwa mimpi besar dapat diwujudkan melalui kerja keras dan dedikasi yang konsisten. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers