JAKARTA,RESOURCESASIA.ID – PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mengungkapkan perkembangan operasi komersial tambang emas perseroan baru mencapai 20 persen sampai dengan akhir November 2025.
Namun demikian dalam laporan bulanan rencana kerja produksi EMAS pada periode November 2025 Sekretaris Perusahaan EMAS, Adi Adriansyah Sjoekri tetap menulis operasional komersial tambang emas akan mencapai 100 persen pada kuartal I 2026.
Adi Juga menuliskan laporan bahwa komisioning dan penyelesaian akan rampung atau 100 persen pada kuarta I 2026. Padahal dalam laporan yang sama tahapannya baru mencapai 30 persen.
Demikian juga dengan perkerjaan sipil tambang emas perseroan ditargetkan rampung pada kuartal I 2026. Adapun kondisinya saat ini telah mencapai 84,57 persen.
Namun perkembangan pasokan peralatan sampai dengan akhir November 2025 dilaporkan mencapai 96,06 persen. Senada, tahapan tranportasi dan bea cukai telah mencapi 96,06 persen per akhir November 2025.
Bahkan pekerjaan teknik telah mencapai 97,7 persen dan pembebasa lahan kelar pada Juli 2024.
Sebelumnya, Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin melaporkan rugi bersih sedalam USD22,279 juta pada akhir September 2025. Nilai tersebut bengkak 158,1 persen dibanding akhir September 2024 yang tercatat rugi bersih USD8,612 juta.
Pasalnya, EMAS melaporkan pendapatan sewa alat berat sepanjang 9 bulan 2025 senilai USD113.437. Nilai tersebut anjlok 93,5 persen dibanding periode sama tahun lalu setara USD1,749 juta.
Walau beban pokok pendapatan ikut turun 92,7 persen secara tahunan menjadi USD85.171. Tapi emiten pemilik proyek emas Pani Gorontalo ini membukukan laba kotor USD28.266 pada akhir September 2025 atau amblas 95,03 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD569.560.
Sayangnya, beban usaha bengkak 296,9 persen secara tahunan menjadi USD3,874 juta. Dampaknya, rugi usaha menukik 847 persen secara tahunan sentuh USD3,845 juta. Bahkan rugi sebelum pajak penghasilan bengkak 95,7 persen secara tahunan menjadi USD18,695 juta. (Abdul Aziz)
Foto: Dok BEI
Resources Asia Energi News Makers