JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Produsen tambang batu bara PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian untuk periode tiga bulan pertama yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2026 (1Q26) ke BEI/OJK.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengatakan, di tengah tantangan curah hujan yang tinggi pada awal tahun, Perseroan mampu menjaga stabilitas penjualan melalui pengelolaan persediaan yang prudent, sekaligus melanjutkan disiplin efisiensi dan selective mining yang mendorong perbaikan struktur biaya.
“Hasilnya, Perseroan membukukan pertumbuhan laba secara tahunan yang solid, yang merupakan bukti nyata dari ketahanan operasional dan efektivitas strategi yang kami jalankan,” kata Arsal dalam keterangan pers diterima redaksi resourcesasia.id, Kamis (30/4/2026).
Tercatat, PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp0,80 Triliun dan EBITDA sebesar Rp1,55 Triliun, dengan net profit margin dan EBITDA margin berturut-turut di angka 8% dan 16%. PTBA mencatatkan kinerja operasional yang solid di tengah kondisi curah hujan yang ekstrem, yang ditandai dengan kinerja penjualan yang hanya turun 1% secara YoY walaupun volume produksi turun 22% YoY.
Meskipun secara YTD harga batu bara mengalami perbaikan, namun harga jual rata-rata (ASP) relatif hanya naik 1% YoY.
Sementara, terkait dengan ketercapaian capital expenditure, sampai dengan Kuartal I 2026 sudah terealisasi sebesar 13% dari target tahunan atau sebesar Rp0,47 Triliun.
Corporate Secretary Division Head PTBA, Eko Prayitno menyampaikan, capaian pada kuartal ini menunjukkan fondasi operasional Perseroan tetap solid di tengah tantangan eksternal, termasuk kondisi cuaca yang memengaruhi produksi dan kondisi geopolitik yang mulai memanas.
“PTBA akan terus menjaga disiplin operasional, memperkuat efisiensi, serta memastikan fleksibilitas dalam merespons dinamika pasar dan tantangan eksternal. Dengan fondasi operasional yang solid, Perseroan optimistis dapat terus menjaga kinerja yang sehat dan menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan,” kata Eko. (RA)
Foto: Dok PTBA
Resources Asia Energi News Makers