Wednesday , 29 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / MedcoEnergi Perkuat Transisi Energi di Asia Tenggara

MedcoEnergi Perkuat Transisi Energi di Asia Tenggara

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID –   PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) memperkuat transisi energi di Asia Tenggara dengan berinvestasi pada energi terbarukan seperti geotermal dan tenaga surya, serta mengurangi emisi karbon melalui optimasi operasional dan efisiensi. Perusahaan ini juga berfokus pada penggunaan gas alam sebagai bahan bakar transisi, bergabung dengan program pelaporan emisi global seperti OGMP 2.0, dan memperluas portofolio energi hijau, termasuk mineral seperti tembaga yang mendukung elektrifikasi. 

Strategi transisi energi MedcoEnergi Investasi energi hijau: Mengembangkan energi terbarukan seperti panas bumi dan tenaga surya. Proyek tenaga surya di Blok Corridor, misalnya, mampu mengurangi emisi 934 ton \(CO_{2}e\) per tahun. Optimasi operasional: Menerapkan efisiensi di area operasi, seperti di Blok Corridor, untuk mengurangi emisi karbon. 

Salah satu caranya adalah mengoptimalkan penggunaan gas dan mengurangi konsumsi bahan bakar gas, yang telah memangkas emisi hingga 43.000 ton \(CO_{2}e\). Gas alam sebagai bahan bakar transisi: Mengakui gas alam sebagai bahan bakar transisi untuk mengurangi emisi, sambil terus memenuhi permintaan energi di kawasan ini, yang melibatkan perluasan produksi gas alam dan portofolio energi terbarukan.

Partisipasi dalam inisiatif global: Bergabung dengan OGMP 2.0 untuk pelaporan emisi metana yang transparan dan kredibel, yang merupakan bagian dari komitmen untuk dekarbonisasi.Pengembangan mineral pendukung: Mengidentifikasi dan berinvestasi pada mineral penting seperti tembaga untuk mendukung elektrifikasi dan transisi ke ekonomi rendah karbon.Studi penangkapan karbon: Menjalankan studi penangkapan dan penyimpanan karbon, carbon capture storage(CCS) untuk mengeksplorasi lebih jauh opsi pengurangan emisi. 

MedcoEnergi terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam transisi energi Asia Tenggara melalui pengembangan portofolio terdiversifikasi berbasis tiga pilar strategis: hulu minyak dan gas, ketenagalistrikan, serta pertambangan tembaga.

CEO MedcoEnergi Roberto Lorato. mengatakan “Dengan menyeimbangkan ketiga pilar ini, kami ingin memastikan MedcoEnergi menjadi penyedia solusi energi yang terjangkau, andal, dan lebih bersih bagi kawasan Asia Tenggara yang terus berkembang,” ujarnya, (11/06/2025).

Ia menegaskan bahwa sektor minyak dan gas akan tetap menjadi pilar utama bisnis perusahaan dalam mendukung ketahanan energi kawasan. “Sumber energi ini masih akan menjadi fondasi utama kebutuhan energi regional untuk masa yang akan datang,” katanya.

Di saat yang sama, MedcoEnergi terus mempercepat pengembangan portofolio energi terbarukan. Menurut Roberto, energi baru dan terbarukan kini telah berkontribusi 25 persen terhadap total kapasitas terpasang unit bisnis ketenagalistikan, seiring dengan selesainya proyek geotermal Ijen dan PLTS Bali Timur.

Investasi strategis di sektor pertambangan tembaga juga menjadi fokus penting perusahaan. “Kami melihat tembaga sebagai mineral penting dalam mendukung proses elektrifikasi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon,”tutur Roberto.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa MedcoEnergi terus aktif mencari peluang akuisisi strategis yang dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar regional. “Investor saat ini semakin mengutamakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab, selain imbal hasil finansial. Kami berkomitmen menciptakan nilai tambah, baik secara operasional maupun strategis,” tegasnya.

Keberhasilan Medco Energi dalam mendukung Transisi Energi, Operasikan PLTS 25MWp di Bali Timur

MedcoEnergi, melalui anak perusahaannya Medco Power Indonesia (Medco Power), telah memulai operasi komersial Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 25MWp yang dikelola oleh PT Medcosolar Bali Timur, berlokasi di Karangasem, Bali Timur.

Proyek PLTS Bali Timur dikembangkan melalui kerja sama antara Medco Power dan Solar Philippines, dan dioperasikan berdasarkan Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) selama 20 tahun dengan PT PLN (Persero). Selama dua dekade ke depan, fasilitas ini akan memasok energi terbarukan ke jaringan listrik lokal, menggantikan sumber energi konvensional serta mendukung upaya nasional dalam pengurangan emisi gas rumah kaca.

PLTS ini dapat menghasilkan sekitar 50 GWh listrik bersih per tahun, setara dengan kebutuhan energi sekitar 42.000 rumah tangga. Sepanjang masa operasionalnya, pembangkit ini diproyeksikan dapat menghindari lebih dari 800.000 ton emisi CO₂.

Eka Satria, CEO & Direktur Utama Medco Power, menyatakan, “Integrasi PLTS Bali Timur ke dalam jaringan listrik lokal akan memperkuat keandalan pasokan energi sekaligus mendukung keberlanjutan masyarakat serta kegiatan ekonomi di kawasan tersebut.”

Roberto Lorato, Direktur & CEO MedcoEnergi, menambahkan, “Proyek PLTS Bali Timur merupakan bagian dari strategi jangka panjang MedcoEnergi untuk mendiversifikasi portofolio energi dan berinvestasi dalam solusi rendah karbon. Seiring dengan pertumbuhan portofolio energi terbarukan kami, MedcoEnergi tetap berkomitmen mendorong kemajuan yang memberikan nilai tambah lingkungan, sosial, dan ekonomi bagi Indonesia.” 

MedcoEnergi Turun Emisii Lebih dari 1,5 Juta Ton CO₂e Lebih Awal

MedcoEnergi mencatat penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Cakupan 1 dan 2 lebih dari 1,5 juta ton CO2e dibandingkan tahun dasar 2019 data sebelumnya.

Jumlah ini melampaui target perusahaan untuk tahun 2025 yaitu sebesar 1,08 juta ton CO2e atau setara 20% dari total emisi tahun dasar 2019.

Penurunan emisi ini merupakan bagian dari rencana jangka panjang MedcoEnergi, yang menargetkan Net Zero emisi GRK Cakupan 1 dan 2 pada 2050, serta Cakupan 3 pada 2060. Dalam pelaksanaannya, perusahaan menjalankan sejumlah inisiatif, antara lain efisiensi dan pengurangan emisi yang diterapkan di seluruh wilayah operasi, baik di Indonesia maupun aset internasional.

Pengurangan Emisi GRK Blok Corridor 

Pada 2024, MedcoEnergi menerapkan 43 inisiatif di berbagai aset dengan puncak pengurangan emisi GRK tahunan mencapai 181.727 ton CO2e. Kontribusi terbesar berasal dari kegiatan flare avoidance (penghindaran gas suar) di Blok Corridor, yaitu sebesar 53.713 ton CO2e.

”Pengurangan emisi adalah bagian dari upaya meningkatkan efisiensi operasional secara menyeluruh. MedcoEnergi terus menjalankan berbagai inisiatif pengurangan emisi yang dilakukan secara paralel dengan operasi kami di lapangan,” ujar Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi Ronald Gunawan, (04/08/2025).

Pengurangan emisi juga diperoleh dari optimalisasi proses produksi untuk efisiensi penggunaan bahan bakar gas, dan mengurangi emisi gas metana. Di wilayah offshore, panel surya digunakan untuk mendukung kebutuhan energi di beberapa anjungan di South Natuna Sea Block B dan Blok Sampang. 

Panel Surya jadi Andalan 

Penggunaan panel surya juga diterapkan pada operasi aset onshore di Indonesia. Konversi penggunaan genset ke sistem kelistrikan dilakukan di Oman, Grati Facilities (Jawa Timur), dan Rawa Gas Plant (Sumatra Selatan). Selain itu penggunaan biodiesel telah diimplementasikan untuk kapal suplai di Thailand.

“Upaya pengurangan emisi dilakukan dengan mengacu pada standar teknis dan lingkungan yang berlaku. Kegiatan ini akan terus dilanjutkan dan diperluas seiring transformasi Perusahaan menuju operasi yang lebih efisien dan rendah karbon,” terang Ronald. 

Panel Surya di Blok Corridor, Kurangi Emisi hingga 934 Ton CO2e Per Tahun

melalui anak usahanya Medco E&P Grissik Ltd., kembali menunjukkan komitmennya terhadap keberlanjutan melalui pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di wilayah kerja Blok Corridor. Sebanyak 1.500 panel surya yang telah terpasang diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 934 ton CO₂e per tahun, mempertegas langkah nyata MedcoEnergi dalam mendukung transisi energi.

PLTS atap berkapasitas 885 KWp ini beroperasi di area Suban, Grissik, Dayung, dan Sumpal dan diproyeksikan menghasilkan lebih dari 1.124 MWh peak listrik bersih setiap tahun. Selain menghemat konsumsi gas sebagai bahan bakar sebesar 18 MMscf per tahun, pengurangan emisi karbon yang setara dengan emisi yang dikeluarkan mobil yang menempuh perjalanan hingga 5,5 juta kilometer setiap tahunnya.

Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, Ronald Gunawan mengatakan, ”Proyek ini menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan hulu migas. Ini bukan sekadar instalasi teknologi, tapi bagian dari langkah nyata untuk mendukung efisiensi operasi sekaligus mengurangi jejak karbon kami”, (08/09/2025).

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang MedcoEnergi dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke seluruh rantai bisnis. Perusahaan secara konsisten mendorong efisiensi energi, pengembangan energi rendah karbon, serta penurunan emisi gas rumah kaca—baik melalui proyek tenaga surya, geotermal, maupun inisiatif pengurangan emisi lainnya di seluruh wilayah operasi. Komitmen ini juga mencerminkan peran aktif MedcoEnergi sebagai pelaku industri energi nasional dalam mendukung target Net-Zero Emission pemerintah, sekaligus menjawab tantangan global menuju transisi energi yang adil dan berkelanjutan.

“Bagi kami, keberlanjutan bukan hanya proyek jangka pendek, tetapi komitmen jangka panjang. MedcoEnergi akan terus memperkuat peran sebagai perusahaan energi nasional yang tidak hanya andal secara operasional, tapi juga bertanggung jawab terhadap masa depan lingkungan dan generasi berikutnya,” Jelas Ronald.

Berkat Kurangi Konsumsi BBG, Tingkatkan Efisiensi Operasi dan Transisi Energi

MedcoEnergi mencatat pencapaian signifikan dalam Program Optimasi Bahan Bakar Gas (BBG) melalui berbagai inisiatif di seluruh aset minyak dan gasnya. Capaian ini memperkuat efisiensi operasional, mendukung transisi energi Indonesia, serta berkontribusi pada penurunan emisi.

Salah satu inisiatif utama adalah penerapan optimasi mode operasi unit Waste Heat Boiler (WHB) di lapangan Grissik, Blok Corridor, Sumatra Selatan. WHB merupakan fasilitas yang memanfaatkan panas dari gas buang proses produksi untuk menghasilkan uap, sehingga proses menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan. Optimasi ini mampu menurunkan emisi gas buang sekitar 19.000 tCO₂e per tahun.

Di lapangan Natuna Offshore, MedcoEnergi juga melakukan optimasi mode operasi pada fasilitas Terubuk-Belida dengan melakukan pengaliran produksi tanpa menggunakan kompresor, sehingga menurunkan emisi gas buang sekitar 24.000 tCO₂e per tahun. Untuk aset Onshore, optimasi dilakukan melalui penerapan elektrifikasi, yakni konversi pasokan listrik dari generator berbahan bakar gas ke jaringan listrik bersih PLN, serta optimasi mode operasi.

“Efisiensi penggunaan gas bahan bakar dan pengurangan emisi bukan sekadar target teknis, tetapi merupakan bagian dari peta jalan keberlanjutan jangka panjang MedcoEnergi. Sejak 2022, berbagai inisiatif kami telah secara kumulatif menurunkan konsumsi bahan bakar gas sekitar 18 MMscfd. Hasil ini mencerminkan komitmen kami terhadap inovasi berkelanjutan, keunggulan operasional, dan pengembangan energi yang bertanggung jawab untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan sekaligus menurunkan jejak karbon,” ujar Ronald Gunawan, Direktur & Chief Operating Officer MedcoEnergi, (14/10/2025).

MedcoEnergi Perkuat Komitmen terhadap Strategi Net-Zero

PT Medco E & P Indonesia, telah resmi bergabung dengan Oil & Gas Methane Partnership (OGMP) 2.0, inisiatif utama dari United Nations Environment Programme (UNEP) yang bertujuan meningkatkan pengukuran dan pelaporan emisi metana di industri migas.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi keberlanjutan dan perubahan iklim MedcoEnergi, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan untuk mencapai Net-Zero emisi gas rumah kaca Cakupan 1 dan 2 pada 2050, serta Cakupan 3 pada 2060. Dengan bergabung dalam OGMP 2.0, Medco E&P Indonesia kini menjadi bagian dari komunitas global yang terdiri dari lebih dari 150 perusahaan migas di 90 negara, yang menerapkan standar tertinggi dalam transparansi dan akuntabilitas pelaporan emisi metana.

Roberto Lorato, CEO MedcoEnergi menyampaikan, “Keikutsertaan MedcoEnergi dalam OGMP 2.0 merupakan pencapaian penting dalam mewujudkan aspirasi Net-Zero. Pelaporan emisi metana yang transparan dan kredibel merupakan landasan upaya dekarbonisasi kami, sekaligus memperkuat peran MedcoEnergi sebagai perusahaan energi yang bertanggung jawab dan berstandar global.” (06/11/2025).

Perusahaan telah melampaui target sementara tahun 2025 dengan berhasil menurunkan emisi lebih dari 1,5 juta ton CO₂e dibandingkan dengan tahun dasar 2019, sembari terus mengembangkan energi terbarukan melalui proyek geotermal dan tenaga surya. Dengan berpartisipasi dalam OGMP 2.0, MedcoEnergi juga memperkuat agenda transisi energi Indonesia sebagai bagian dari Global Methane Pledge, membantu pencapaian komitmen iklim nasional sekaligus menyediakan energi andal bagi pertumbuhan ekonomi. (Rama Julian)

Foto: Medco Energi

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PLN EPI Implementasikan Clean Energy Day, Dorong Efisiensi Energi dan Pengurangan Emisi Karbon

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) laksanakan program Clean Energy Day …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *