Thursday , 24 September 2026
Home / CSR / Inovasi PTBA Dukung Swasembada Pangan, Ubah “Si Hitam” Jadi “Hijau”

Inovasi PTBA Dukung Swasembada Pangan, Ubah “Si Hitam” Jadi “Hijau”

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus membuktikan komitmennya dalam menghadirkan inovasi berkelanjutan di luar sektor energi. Tak hanya berfokus pada transisi energi menuju energi bersih, perusahaan tambang pelat merah ini juga mengembangkan pemanfaatan batu bara untuk kebutuhan pertanian.

Siapa sangka, di tangan PTBA, batu bara yang selama ini identik sebagai bahan bakar dari fosil ternyata bisa diolah menjadi kalium humat, bahan alami yang berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah. Inovasi ini menambah manfaat dari batu bara dan menjadikannya produk bermanfaat yang mendukung swasembada pangan.

Kalium humat menjadi salah satu bentuk hilirisasi batu bara yang dilakukan oleh PTBA untuk mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada kemandirian pangan, hilirisasi industri, dan kesejahteraan masyarakat.

PTBA bahkan telah siap mengkomersialisasikan produk kalium humat ini dengan merek BA Grow. Nantinya, BA Grow yang siap dikomersialisasikan itu akan berbentuk padat dan cair. Produk ini juga telah memenuhi standar senyawa humat sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 261/KPTS/SR.310/M/4/2019.

“Inovasi ini menjadi bukti bahwa batu bara tidak selalu identik dengan energi fosil yang hitam. Dengan pendekatan teknologi yang tepat, sumber daya alam tersebut dapat diolah menjadi produk ramah lingkungan yang mendukung sektor pangan nasional,” jelas Direktur Hilirisasi dan Diversifikasi Produk PTBA, Turino Yulianto dalam Hipmi-Danantara Indonesia Business Forum 2025, di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Siap Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Turino menambahkan, PTBA juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan kalium humat. Adapun saat ini, PTBA telah menjalankan pilot project konversi batu bara menjadi kalium humat dengan para ahli geologi dari Universitas Gadjah Mada (UGM). Dari proyek percontohan ini, perusahaan berhasil memproduksi 150 ton kalium humat per tahun.

“Kami sangat terbuka untuk bekerja sama. Tidak hanya reseller, tapi juga partner strategis — baik penyedia teknologi maupun investor yang ingin membangun kemitraan jangka panjang. Kami sadar, inovasi sebesar ini tidak mungkin dijalankan sendirian,” tuturnya.

Turino menegaskan, langkah ini menjadi bagian dari upaya PTBA untuk memperkuat peran sektor pertambangan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dengan mengolah batubara menjadi produk bernilai tambah seperti kalium humat, PTBA tak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga berkontribusi langsung pada ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan. (Rama Julian)

Foto: PTBA

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pertamina Patra Niaga Perkuat Tata Kelola Pengadaan dan Distribusi Energi untuk Jaga Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream di bawah PT Pertamina (Persero) selaku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *