JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pameran industri Indonesia Energy and Engineering (IEE) Series 2025 yang digelar di JIExpo Kemayoran kembali mencuri perhatian publik.
Memasuki hari ketiga penyelenggaraannya, ajang ini menjadi panggung utama teknologi masa depan yang berfokus pada keberlanjutan, mulai dari alat berat bertenaga listrik hingga solusi kontruksi berkelanjutan untuk program nasional tiga juta rumah rakyat.
Mengusung tema “Sustainability for Industrial Transformation”, IEE Series 2025 menghadirkan lebih dari 600 perusahaan dari 40 negara. Rangkaian kegiatan terbagi dalam lima sektor utama: Construction Indonesia, Concrete Show South-East Asia, Building Systems & Automation Indonesia, Water Indonesia, dan ADEXCO (Asia Disaster Management & Civil Protection Expo & Conference).
Alat Berat Bertenaga Listrik Jadi Sorotan
Di area outdoor, pengunjung bisa langsung menyaksikan simulasi penggunaan berbagai alat berat listrik. GM Tractors, misalnya, memamerkan lini ekskavator, wheel loader, hingga truk EV lengkap dengan sistem battery swap yang memungkinkan penggantian baterai hanya dalam 10–15 menit.
Sementara Hexindo memperkenalkan dump truck listrik berkapasitas 120 ton dengan teknologi pengisian ganda yang bisa mengisi daya dari 20 persen ke 100 persen hanya dalam satu jam.
“Kami sudah ikut pameran ini sejak 2007. Tahun ini kami bawa EV Truck yang mulai dipakai perusahaan besar, bahkan ada yang berencana mengganti seluruh armada dengan EV demi mendukung pengurangan emisi karbon,” kata Yulius Sikku, Sales & Marketing Director GM Tractors.
Inovasi Ramah Lingkungan untuk Proyek Nasional
Di hall indoor, PLN Nusantara Power memperkenalkan pemanfaatan limbah FABA (Fly Ash Bottom Ash), abu sisa pembakaran batubara PLTU, yang dapat diolah menjadi material konstruksi ramah lingkungan untuk beton dan semen. Teknologi ini sudah diuji dalam pembangunan infrastruktur besar, termasuk Jembatan Pulau Balang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN).
Lini industri pracetak dan prategang juga ikut unjuk gigi. Wika Beton dan Beton Merah Putih memamerkan sistem rumah modular berbasis beton yang diklaim tahan gempa dan bisa mempercepat proses pembangunan rumah subsidi serta sekolah rakyat. Teknologi ini mampu memangkas waktu konstruksi hingga 40 persen, sehingga relevan dengan misi pemerintah membangun tiga juta unit rumah rakyat.
Konstruksi, Pekerjaan, dan Masa Depan Kota
Sektor konstruksi memang krusial dalam perekonomian nasional: menyerap 8,7 juta tenaga kerja dan menyumbang 9,48% terhadap PDB. Dengan proyeksi 70% populasi Indonesia tinggal di perkotaan pada 2045, kebutuhan material rendah karbon, beton berkelanjutan, dan sistem bangunan pintar menjadi semakin mendesak.
“Pameran ini bukan sekadar ajang pamer produk, melainkan momentum untuk melihat langsung teknologi yang akan membentuk masa depan generasi emas Indonesia,” tegas Hanung Hanindito, Event Lead IEE Series 2025.
Gratis untuk Masyarakat
IEE Series 2025 terbuka gratis untuk masyarakat umum pada 10–13 September dan 17–20 September 2025. Selain hadir langsung di JIExpo, publik juga bisa mengikuti pameran secara virtual lewat platform digital IEE VExpo.
Dengan pengalaman interaktif seperti mencoba langsung electric lift hingga bertemu brand global, IEE Series 2025 diyakini tidak hanya memamerkan teknologi, tetapi juga memperlihatkan masa depan pembangunan Indonesia: berkelanjutan, cerdas, dan efisien. (RA)
Foto: IEES
Resources Asia Energi News Makers