Tuesday , 26 May 2026
Home / CSR / Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PLN Icon Plus Gelar Zero Waste Warrior

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PLN Icon Plus Gelar Zero Waste Warrior

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, PT PLN (Persero) menggelar aksi bersih sampah (Clean Up) sebagai bagian dari program bertajuk Zero Waste Warriors untuk mendukung lingkungan yang lebih asri. Kegiatan ini secara resmi dibuka di Kantor Pusat Icon Plus Menara BP Jamsostek Jakarta Selatan, sebagai penanda dimulainya aksi serentak di 12 lokasi di seluruh Indonesia, pada Kamis (12/06/2025).

Zero Waste Warriors adalah bagian dari Employee Volunteering Program PLN yang mendorong pegawai terlibat langsung dalam aksi nyata menjaga lingkungan. Sebanyak 12.795 pegawai PLN Group ikut ambil bagian dalam kegiatan ini, mulai dari bersih-bersih sampah hingga edukasi ke masyarakat.

Direktur Utama PLN Icon Plus Ari Rachmat Indra Cahyadi menuturkan bahwa tanggung jawab PLN saat ini tidak hanya terbatas pada penyediaan listrik yang andal, tetapi juga berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Program bertajuk Zero Waste Warriors merupakan bentuk nyata komitmen PLN terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap keberlanjutan lingkungan dan masa depan bumi kita,” tutur Ari Rachmat.

Ari Rahmat menambahkan acara Green Action Zero Waste Warriors adalah budaya hijau (Green) sudah masuk dalam visi perusahaan. 

Direktur Utama PLN Icon Plus Ari Rachmat Indra Cahyadi

“Kita menjalankan perusahaan bukan asal mendapat keuntungan, tetapi harus sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi yang berkelanjutan,” kata Ari. 

Adapun kegiatan Zero Waste Warriors mencakup berbagai program seperti Clean Up dan Green Action serta Bottle Up, yang akan dilaksanakan secara bertahap oleh karyawan di berbagai wilayah kerja PLN Icon Plus di Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung PLN Icon Plus menggelar kompetisi antarwilayah guna memotivasi semua karyawannya agar betul-betul peduli pada Pada Program Bottle Up (mengumpulkan botol, gelas dan sampah plastik untuk diserahkan ke bank sampah). 

Kompetisi tersebut dimenangkan oleh unit bisnis strategis atau SBU Jakban sebanyak 5.553 kg, diikuti SBU Jabar 2.196 kg dan SBU Sumbagsel 1.719 kg. PLN Icon Plus terus berupaya menjadi perusahaan yang tidak hanya unggul secara bisnis, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. 

“Kegiatan seperti Bottle Up adalah bentuk nyata komitmen PLN Icon Plus untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Ari.

Sementara itu, Sekretaris Perusahaan PLN Icon Plus Heni Utari Ambarwati, menjelaskan bahwa tahun ini terdapat tiga agenda utama yang dijalankan yaitu, Clean UpBottle Up, dan Green Action sebagai bentuk kampanye mengurangi timbunan sampah terutama sampah plastik.

Sekretaris Perusahaan PLN Icon Plus Heni Utari Ambarwati

Seluruh sampah yang diperoleh dipilah menjadi organik dan anorganik, serta berdasarkan high value dan low value. Sampah tidak lagi dibuang, tetapi dikelola oleh mitra lokal untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomi, mulai dari furnitur plastik, batako, hingga kerajinan tangan.

“Kami ingin menciptakan nilai tambah dari sampah agar dapat dimanfaatkan kembali dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Ini adalah bentuk nyata dari penerapan ekonomi sirkular yang kami dorong,” terang Heni.

Heni Utari Ambarwati menegaskan kepedulian perusahaan dan karyawan itu karena saat ini dihadapkan pada fakta timbunan sampah di Indonesia mencapai 64 juta ton per tahun, di mana 7,64 juta ton diantaranya sampah plastik. 

Hal itu kata Heni yang mendorong perseroan aktif mengajak masyarakat di sekitar wilayah jaringan untuk aktif peduli lingkungan dengan mengikuti program tukar sampah dengan internet.

Saat ini telah dilakukan pilot project penukaran sampah plastik dengan internet di Kelurahan Krukut, Kecamatan Limo, Kota Depok. Sudah ada lebih dari 11 KK (dari 28 pendaftar) yang tersambung jaringan Iconnet di Krukut dan 11 KK di Pandan Wangi. Para pelanggan baru layanan internet broadband Iconnet yang lazimnya membayar sekitar 200 ribu rupiah untuk kecepatan internet hingga 35 Mbps per bulan, cukup membayar setengahnya saja usai mengikuti program tukar sampah ini.

“Jadi di Limo dan Krukut itu paling banyak sih kalau di Depok sih. Ada yang penimbangan sampah oleh bank sampahnya dilakukan bahkan harian bukan lagi mingguan. Sehari rata-rata bisa terkumpul sampah 5.000 kg per KK atau sekitar 150.000 kg. Jadi hasil dari penjualan sampah itu sekitar 30 ribu rupiah per hari atau 99 ribu rupiah per bulan”, jelas Heni.

Pada tahap awal pilot project ini, perseroan berkolaborasi dengan subholding lainnya termasuk PLN IP, NP, EPI membidik 600 KK atau pelanggan baru lewat program tukar sampah, terutama mereka yang lokasinya dekat dengan gardu induk.

“Program ini lebih banyak menyasar pelanggan baru. 600 KK dulu. Sementara belum terlalu ekspansif menyesuaikan kondisi jaringan kita karena memang ada yang harus diinvestasikan kan,” tukas Heni.

Bidik Daerah Remote

Berkaitan dengan ekspansi bisnia, perseroan kata Heni tak akan latah masuk ke kawasan yang sudah crowded atau jenuh dengan banyaknya provider. Selain untuk menghindari perang tarif, akan lebih efisien bagi perseroan untuk memaksimalkan jaringan tiang listrik maupun kabel laut yang sudah terbangun di berbagai daerah.

Saat ini Iconnet sudah menjangkau 353 kabupaten kota, serta melayani 12.740 desa. “Saat ini jumlah pelanggan kita sekitar 1,2 jutaan. Jadi kita tidak akan berkompetisi di daerah yang sudah ada provider. Justru, ke daerah yang mana belum ada provider yang masuk. Daerah di luar pesisir seperti pulau selama itu ada kabel laut PLN kita masuk. Pulau Lepar, Pulau Buluh Batam itu 100 persen kami. Lagi menyisir pulau-pulau serupa. Karena kalau provider lain mahal ke sana investasinya, kalau kita kan otomatis tinggal jalan,” ungkap Heni.

Selain aktif menggandeng berbagai mitra, perseroan juga menggandeng APKASI untuk mendigitalisasi dan meningkatkan konektivitas seluruh kabupaten di Indonesia. PLN Icon Plus juga terus menertibkan para pengguna kabel internet nakal. Semua itu agar penetrasi ke pasar kian gencar dan target jumlah pengguna sekitar 1,8 juta pada 2025 tercapai.

“Sekarang sebetulnya pemanfaatan jaringan penertiban. Isu klasik provider internet broadband kan RT WT net itu. Walaupun mereka diperbolehkan beli dari kami gelondongan tapi kan kita enggak tahu kalau bakal disebar (dijual) lagi. Padahal kalau di UU Ketenagalistrikan kan itu cuma untuk dimanfaatkan sendiri tidak untuk dijual,” tegas Heni. (RA)

Foto: Dok Resourcesasia.id

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Indonesia Raja Nikel Dunia, Industri Produk Akhir Belum Berkembang

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Satu dekade hilirisasi menjadikan Indonesia sebagai raja nikel dunia, dengan memproduksi enam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *