Friday , 5 June 2026
Home / TAMBANG MINERAL & BATUBARA / Grup MIND ID Targetkan Reklamasi Ratusan Hektar Lahan Bekas Tambang

Grup MIND ID Targetkan Reklamasi Ratusan Hektar Lahan Bekas Tambang

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia beranggotakan PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum dan PT Timah, menerapkan good mining practice sebagai bagian dari upaya pengembangan bisnis berkelanjutan. Pengelolaan lingkungan di sekitar area operasional perusahaan menjadi salah satu program prioritas yang digarap Grup MIND ID.

“Grup MIND ID melakukan berbagai upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan agar lebih berkelanjutan, di antaranya lewat program reklamasi,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf.

Salah satu wujud pengelolaan lingkungan berkelanjutan yakni melalui anggota Grup MIND ID, PT Timah Tbk yang sukses melaksanakan reklamasi darat seluas 299,47 hektar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.  Selain itu, PT Timah Tbk berencana melakukan ekspansi reklamasi darat seluas 396,5 hektar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada 2024.

BACA JUGA:

Deretan Inisiatif Grup MIND ID Jadi Bukti Pelestarian Masyarakat Adat

Revegetasi atau penanaman area lahan bekas tambang menjadi bagian dari upaya reklamasi yang dilakukan PT Timah Tbk. Di area lahan bekas tambang, PT Timah Tbk menanam berbagai jenis tanaman buah-buahan seperti alpukat, jeruk, nangka, dan yang lainnya. Selain itu, PT Timah Tbk menanam jenis pohon seperti sengon, jambu mete, dan kelapa sawit.

“Rencana reklamasi yang dilakukan PT Timah Tbk sesuai dengan bukaan lahan tambang yang akan digarap perusahaan. Program reklamasi melibatkan masyarakat di sekitar lingkar tambang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat juga menjadi roda penggerak perekonomian lokal,” katanya.

Selain itu, MIND ID melalui anggota grupnya, PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan reklamasi lahan bekas tambang seluas 65 hektar pada 2024. Upaya revegetasi tersebut menjadi fokus utama PTFI di lahan bekas tambang.

Pada 2023, PTFI sukses melakukan revegetasi dengan menghijaukan lahan bekas galian Grasberg dengan luasan mencapai 35 hektar, tepatnya di area Wanagon–bagian barat puncak Cartenz dengan elevasi di ketinggian 3.800 mdpl. Penanaman juga dilakukan di wilayah Kaimana, bagian barat puncak Cartenz di ketinggian 4.300 mdpl.

“PTFI juga menggarap pembangunan Pusat Penelitian Reklamasi dan Keanekaragaman Hayati Mauraja MP-21 yang berlokasi di lahan bekas pengendapan pasir sisa tambang (SIRSAT) yang menjadi habitat bagi aneka satwa seperti burung, kupu-kupu, mamalia, hingga herpetofauna,” ujarnya.

BACA JUGA:

Grup MIND ID Tingkatkan Akses Pendidikan Masyarakat di Lingkaran Tambang

PTFI juga sudah melakukan penghijauan di area bekas tambang open pit Grasberg, tepatnya di lubang raksasa berdiameter 3,5 km dengan kedalaman mencapai 1 km. PTFI fokus melakukan revegetasi di tambang yang sudah ditutup sejak 2019 itu, seperti menanam jenis rumput lokal tipe spesies rhododendron dan lumut. (Rama Julian)

Foto: MIND ID

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PNBP Kuartal I Tahun 2026 Naik, Dampak Tata Kelola Minerba?

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Kontribusi sektor pertambangan mineral dan batu bara (minerba) terhadap perekonomian Indonesia terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *