Sunday , 1 November 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / PGN dan PT IAE Koordinasi Intensif Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

PGN dan PT IAE Koordinasi Intensif Tindaklanjuti Rekomendasi BPK

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT PGN Tbk terus mengupayakan untuk menjaga keberlangsungan layanan bisnis gas bumi ke pelanggan dan pengelolaan gas bumi nasional, termasuk didalamnya untuk mengamankan kepastian kerja sama dengan berbagai mitra.

Dengan prinsip tersebut, PGN terus berkoordinasi untuk menindaklanjuti hasil pemeriksaan BPK di mana salah satunya mengenai Pemberian Advance payment kepada PT Inti Alasindo Energi (PT IAE) senilai USD 15.000.000,-. Sebagai informasi, PGN dan IAE merencanakan untuk bermitra guna penyaluran gas dari Lapangan BD-HCML oleh IAE kepada PGN. Saat pelaksanaan kerjasama, hal itu dilaksanakan dalam upaya untuk menjaga keamanan pasokan dan layanan penyaluran gas bumi ke pelanggan.

Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Rosa Permata Sari menerangkan bahwa PGN senantiasa berkoordinasi dengan IAE perihal pengembalian advance payment yang telah dibayarkan PGN. Koordinasi ini penting untuk mendapatkan kepastian pengembalian advance payment dari bisnis IAE. Sampai saat ini berbagai upaya telah dilakukan kedua belah pihak dan menyisakan Advance Payment sebesar USD 14.194.333,-.

“Kami mengusulkan agar sisa advance payment dapat dikembalikan melalui sebagian porsi revenue IAE dan berharap IAE dapat berkoordinasi internal dengan lender soal besaran porsinya,” ujar Rosa, (5/12/23).

BACA JUGA : 

Pengelolaan SDM PGN Subholding Gas Unggulkan Program Pengembangan Kompetensi dan Adaptasi Digital

Selain itu sehubungan dengan kondisi eksisiting yang oversupply, PGN belum dapat melanjutkan PJBG Interruptable dan mengusulkan IAE dapat menjual gas ke pelanggan lain. Dengan harapan dapat meningkatkan penjualan IAE, sehingga akan mempercepat proses pengembalian Advance Payment.

“Atas rekomendasi dari BPK RI, PGN juga telah melaksanakan koordinasi dengan PT Pertamina dan Kementerian BUMN terkait rencana pengembalian Uang Muka PT IAE,” ujar Rosa.

BACA JUGA : 

PGN Area Tangerang Suplai Gas ke PT Aneka Baja Perkasa Industri, Dukung Daya Saing Industri Baja

Rosa mengungkapkan bahwa pada prinsipnya IAE dapat menerima usulan dari PGN. IAE akan berkoordinasi internal dengan shareholder dan lender terkait porsi revenue yang dapat diberikan ke PGN. Setelah mendapatkan kesepakatan internal, stakeholder, dan lender, IAE mengharapkan agar opsi ini dapat segera dijalankan sehingga pengembalian Advance Payment dapat segera dilakukan.

“Untuk saat ini yang dapat kami sampaikan adalah PGN dan IAE akan menyiapkan detail skema pengembalian Advance Payment secara lebih lanjut. Secara pararel kami juga sudah meminta kepada IAE untuk melaksanakan kewajiban sesuai kontrak. Selain itu kami juga sudah menindaklanjuti rekomendasi BPK ini ke APH.” tutup Rosa. (Rama Julian)

Foto : Dok PGN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Searah Mulai Produksi Gas Perdana dari Lapangan Maha di Lepas Pantai Kaltim

KALIMANTAN TIMUR, RESOURCESASIA.ID -Searah berhasil mengalirkan produksi gas perdana (first gas) dari proyek pengembangan Lapangan Maha di Wilayah Kerja (WK) West Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur, Jumat (30/10/2026). Produksi gas dari lapangan tersebut akan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai 230 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), sehingga semakin memperkuat pasokan gas nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah mewujudkan ketahanan dan kemandirian energi. Lapangan Maha terletak sekitar 100 kilometer lepas pantai Balikpapan dan 12 kilometer di tenggara fasilitas produksi terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik. Keberhasilan produksi perdana ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan sumber daya gas laut dalam (deepwater) di Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi Searah dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Produksi perdana Lapangan Maha berhasil dicapai setelah seluruh pekerjaan instalasi fasilitas bawah laut (subsea) diselesaikan pada awal tahun ini. Proyek pengembangan tersebut mencakup dua sumur produksi bawah laut yang terhubung dengan fasilitas produksi Jangkrik melalui jaringan pipa fleksibel dan kabel bawah laut (umbilical) sepanjang sekitar 12 kilometer. Pengembangan Lapangan Maha merupakan salah satu komponen utama strategi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *