Friday , 4 December 2020
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Tingkatkan Efisiensi, SKK Migas Standarisasi & Integrasikan Material Persediaan KKKS

Tingkatkan Efisiensi, SKK Migas Standarisasi & Integrasikan Material Persediaan KKKS

RESOURCESASIA.ID – Jakarta, 18 Februari 2020. SKK Migas dan KKKS terus melangkah maju untuk melakukan berbagai terobosan dan inovasi untuk memastikan proyek-proyek hulu migas dapat selesai sesuai jadwal dan meningkatkan efisiensi produksi. Langkah ini dilakukan SKK Migas sebagai bagian pelaksanaan transformasi hulu migas dengan salah targetnya adalah semakin efisiennya biaya proyek dan operasional agar memberikan kontribusi yan lebih optimal bagi negara. Kerja keras SKK Migas dan KKKS untuk merealisasikan Visi bersama 1 juta BOPD di tahun 2030 harus disertai dengan efisiensi signifikan.

Untuk mendukung pelaksanaan transformasi tersebut, SKK Migas dan KKKS melakukan kegiatan “Standardisasi Klasifikasi-Kodifikasi Material Persediaan KKKS” . Langkah ini merupakan bentuk implementasi KPI SKK Migas No. 6c, “Optimalisasi Manajemen Inventori”, yang memiliki bobot 5% (setara dengan Reserve Replacement Ratio).

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyampaikan “Saat ini Material Persediaan KKKS Produksi (87 KKKS) mencapai 1,6 Milyar US$ dan 30% diantaranya berstatus surplus dan deadstock. Melalui kegiatan standarisasi dan pada akhirnya dapat disusun Inventory bersama, maka akan ada penghematan biaya yang signifikan dan berdampak positif bagi upaya memaksimalkan pemasukan negara”. Upaya SKK Migas untuk mewujudkan target 1 juta BOPD maka tahun ini dan tahun mendatang akan semakin masif proyek hulu migas. Melalui standarisasi material yang dilakukan KKKS maka setiap KKKS dapat berbagi material jika salah satu membutuhkan dan tidak menunggu selesainya tender engadaan dan pengiriman material oleh vendor.

Pada tahap awal kegiatan “Standardisasi Klasifikasi-Kodifikasi Material Persediaan”, SKK Migas bersama dengan KKKS telah melakukan evaluasi terhadap sejumlah standar kodifikasi yang tersedia di pasaran, sampai dengan akhirnya diputuskan untuk melakukan pembangunan standard kodifikasi dan klasifikasi material persediaan secara mandiri, yang merupakan enhancement atas standard kodifikasi dan klasifikasi material persediaan yang umum digunakan KKKS saat ini. Keunggulan dari standard klasifikasi & kodifikasi yang dibangun  SKK Migas bersama 13 KKKS  dengan pimpinan konsorsium KKKS adalah Petronas Carigali TBK sebagai berikut :
– Non Vendor Lock
– Alignment dengan  standard ISO
– Standard yang dibangun juga mencakup standardisasi penulisan deskripsi/atribut, tidak hanya kode material

Kepala SKK Migas menambahkan penghematan dalam jangka waktu 4 tahun kedepan diproyeksikan  mencapai 115 Juta USD yang didapatkan melalui:
a.Cost Avoidance pembelian kembali item material persediaan yang bersifat duplicate seniai 60 Juta USD
b.Penghematan dari perubahan strategi pengadaan (standardisasi, konsinyasi, vendor managed  stock, dll) senilai 35 Juta USD
c.Peningkatan volume transfer aset antar KKKS tahunan 10% dari nilai rata-rata tahunan, untuk  proyeksi 4 tahun kedepan senilai 20 Juta USD  “Standar yang dibangun oleh SKK Migas dan KKKS ini telah melebihi pada standar serupa yang ada di pasaran.

Selain itu dengan memilih untuk menggunakan standard kodifikasi sendiri dibandingkan dengan menggunakan kodifikasi berlisensi lainnya yang tersedia di pasaran, maka SKK Migas dan KKKS setiap tahunnya dapat menghemat minimum 1,5 Juta USD”.

Untuk tahun 2020 expenditure hulu migas ebesar US$ 13,8 miliar , dengan porsi terbesar untuk produksi sebesar US$ 9,2 miliar, development US$ 2,5 miliar dan ekplorasi US$ 1,2 miliar, serta sisanya administrasi. Melalui penerapan standar dan kodifikasi ke seluruh KKKS maka biaya efisiensi yang diperoleh akan semakin besar dan berdampak positif bagi negara. (Tim)

Check Also

10 RIBU PESERTA HADIRI KONVENSI IOG 2020

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Secara tidak terduga, peserta 2020 International Convention on Indonesian Upstream Oil and …

Leave a Reply