JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Merdeka Gold Resources Tbk (IDX: EMAS) melaporkan total produksi emas pada semester I 2026 mencapai 17.412 ounce. Seiring dengan itu, penjualan naik tajam menjadi 6.439 ounce pada kuartal II 2026 dari 516 ounce pada kuartal sebelumnya. Adapun bila dibandingkan secara kuartalan (qoq) maka terdapat kenaikan pendapatan sebesar 11 kali lipat dari USD2,6 juta pada kuartal I 2026.
Alhasil, Perseroan membukukan pendapatan sebesar USD30,9 juta atau meningkat sekitar 369 kali lipat year-on-year (yoy) dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar USD83.786.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin mengatakan, Tren pertumbuhan kinerja Perseroan didorong oleh peningkatan operasional penambangan, pengolahan, dan volume penjualan emas.
“Semester I 2026 menjadi periode penting bagi EMAS, seiring kontribusi Tambang Emas Pani mulai tercermin pada pendapatan dan EBITDA Perseroan. Kinerja ini menunjukkan bahwa ramp-up Pani pada kuartal II 2026 berjalan sesuai target, didukung peningkatan produksi dan volume penjualan. Fokus kami tetap pada percepatan produksi, peningkatan kinerja operasional, serta eksekusi fase pertumbuhan Pani berikutnya secara disiplin,” papar dia dalam keterangan resmi. Jumat(28/8/2026).
Bila mengintip laporan keuangan EMAS, lonjakan pendapatan juga dibarengi dengan kenaikan beban pendapatan. Rinciannya, beban pokok pendapatan bengkak 266.600 persen secara tahunan menjadi USD17,3 juta.
Namun laba kotor masih terbang 746.944 persen secara tahunan menjadi USD13,463 juta pada akhir Juni 2026. Tapi beban usaha bengkak 200 persen secara tahunan menjadi USD10,5 juta.Laba usaha pun tercatat USD2,8 juta atau mambaik dibanding akhir Juni 2025 yang tercatat rugi usaha sedalam USD3,5 juta.
Sayangnya, beban keuangan menggembung 13,7 persen secara tahunan menjadi USD12,4 juta. Ditambah beban lain lain naik 639.054 persen secara tahunan menjadi USD5,8 juta. Dampaknya, tambang emas milik Winato Kartono dan Edwin Soeryadjaya masih menderita rugi sebelum pajak sedalam USD14,8 juta pada akhir Juni 2026.
Namun rugi bersih berkurang 7,5 persen secara tahunan menjadi USD14,8 juta pada akhir Juni 2026. Sehingga akumulasi kerugian atau defisit menukik 24,2 persen dibanding akhir tahun 2025 sentuh USD76,3 juta pada akhir Juni 2026.
Boyke mengaku perseroan berusaha meningkatkan kinerja dengan mempersiapkan fase pertumbuhan berikutnya di Tambang Emas Pani. Salah satunya, melalui pengembangan proyek Carbon-in-Leach (“CIL”). Fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan jangka panjang Tambang Emas Pani secara signifikan sekaligus mendukung peningkatan perolehan emas.
“Konstruksi CIL pad untuk tangki CIL dan pre-leach thickener telah selesai pada akhir Juni 2026, sementara keseluruhan CIL pad ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026.” Terang dia,
Dia bilang Fasilitas CIL tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2028 dan akan mendukung tahap pertumbuhan produksi jangka panjang Tambang Emas Pani.
“Dengan peningkatan produksi (ramp-up) Tambang Emas Pani yang mulai terlihat pada kinerja semester I, EMAS memasuki semester II 2026 dengan momentum operasional yang lebih kuat. Produksi diperkirakan meningkat signifikan seiring kenaikan laju penambangan, volume stacking, dan perolehan emas, yang diharapkan mendukung volume penjualan serta kinerja operasional Perseroan. Pada saat yang sama, kemajuan proyek CIL akan menjadi fondasi bagi fase pertumbuhan Tambang Emas Pani berikutnya.” papar dia. (Abdul Azis)
Resources Asia Energi News Makers