Wednesday , 13 May 2026
Home / CSR / Tak Hanya Tanam Mangrove, Ini Sederet Langkah Nyata Grup MIND ID Turunkan Emisi Karbon

Tak Hanya Tanam Mangrove, Ini Sederet Langkah Nyata Grup MIND ID Turunkan Emisi Karbon

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID terus berupaya untuk menurunkan emisi karbon melalui berbagai program. Selain dengan menanam mangrove, beberapa program juga telah dilakukan oleh anggota Grup MIND ID untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional dan Indonesia Net Zero 2060.

“Grup MIND ID berkomitmen untuk menurunkan emisi karbon melalui beberapa strategi transisi energi yang berbasis pada tiga pilar, yaitu To Prevent, To Reduce, To Mitigate,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf.

Anggota Grup MIND ID PT Timah Tbk melakukan upaya reklamasi dan reboisasi. PT Timah Tbk menggalakkan penanaman sagu di bekas tambang basah.

Sebanyak 300 pohon sagu telah ditanam di Kampung Reklamasi Air Jangkang Bangka. Penanaman sagu ini akan terus digalakkan dengan melibatkan masyarakat sekitar.

Bekerja sama dengan Yayasan Sekak Green Nature dan PT Bangka Asindo Agri (BAA), kegiatan reklamasi ini dilakukan di lahan seluas 37 hektare. Selain untuk ketahanan pangan, penanaman sagu juga berperan untuk memperbaiki air kolong tambang yang memiliki kandungan logam agar bisa dijadikan cadangan air baku masyarakat.

BACA JUGA :

Siasat Grup MIND ID Atasi Kelangkaan Pangan Lokal di Wilayah Operasional

Melalui langkah ini, PT Timah Tbk mengubah Kampung Reklamasi Air Jangkang sebagai wahana ekologi atau tempat belajar, penangkaran hewan langka asli daerah. Kawasan kampung reklamasi yang dikembangkan secara integrasi ini dilakukan di berbagai sektor, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perkebunan, perikanan, serta sebagai pusat penyelamatan, rehabilitasi satwa titipan negara, hasil penegakan hukum, satwa serahan dan konflik dengan masyarakat.

Anggota Grup MIND ID lainnya, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga turut berupaya menurunkan emisi karbon melalui program budidaya tanaman berbasis otomasi yang ramah lingkungan bernama Eco Agrotomation. Program ini digerakkan atas kerja sama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Keban Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.

Program TJSL ini sekaligus mendukung program penghijauan dan reklamasi perusahaan-perusahaan tambang. Melalui program ini, masyarakat mendapat sejumlah bantuan, seperti fasilitas Green House, sarana-prasarana pembibitan tanaman, pelatihan, serta pendampingan berkala.

Program Eco Agrotomation juga mendorong transformasi masyarakat yang sebelumnya bekerja di pertambangan tanpa izin (Peti) untuk turut bergabung menjalankan program tersebut. Program ini semakin berkembang dengan dibentuknya pusat pembelajaran kolektif, yaitu Sentra Ilmu Eco Agrotomation.

Sementara itu, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) juga memiliki beberapa strategi jangka pendek dan panjang untuk menekan emisi karbon. Semua bisnis unit yang ada di PT Antam memiliki Key Performance Indicators (KPI) yang memiliki target untuk mencapai short-term target date.

Terkait target jangka panjang, PT Antam berpartisipasi dalam dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan dari pemerintah. Selain itu, perusahaan juga terlibat dalam membangun ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia.

BACA JUGA :

Pencapaian Grup MIND ID dengan Program PUMK, Beri Modal Usaha Pelaku UMKM

Langkah ini merupakan inisiatif pemerintah dan PT Antam dalam mendorong penggunaan transportasi berbasis kendaraan listrik di dalam negeri. Jika berhasil, hal ini akan menjadi legacy untuk Indonesia karena menjadi negara yang memiliki EV ekosistem pertama di Asia Tenggara.

Dekarbonisasi yang dilakukan PT Antam sejalan dengan rencana dekarbonisasi pemerintah. Berdasarkan profil emisi yang ada di Indonesia, sektor kelistrikan menyumbang 42 persen emisi, sektor transportasi menyumbang 23 persen, kemudian sektor industri menyumbang 23 persen.

Sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya alam, penting untuk mengelola SDA. Hal ini berkaitan dengan net zero emissions yang bukan hanya penting untuk generasi sekarang, tetapi juga generasi yang akan datang.

Selanjutnya, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) juga telah melakukan sejumlah upaya untuk menurunkan emisi karbon. Bahkan, sebelum adanya komitmen untuk menurunkan emisi karbon, PT Inalum telah memasok listrik berbasis energi bersih untuk kegiatan operasional dari Danau Toba.

PT Inalum pun melakukan konservasi untuk menjaga sumber air di Danau Toba maupun di Sungai Asahan. Selain itu, perusahaan juga melakukan implementasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di area-area yang direklamasi. Bukan itu saja, PT Inalum juga turut berpartisipasi dalam menciptakan ekosistem EBT dengan mempergunakan aluminium yang diproduksinya untuk pembuatan baterai bagi kendaraan listrik (EV).

Sementara itu anggota Grup MIND ID lainnya, PT Freeport Indonesia (PFI), juga memiliki strategi tersendiri untuk memangkas emisi karbon. PT Freeport Indonesia menyadari pentingnya tembaga dalam mendukung ekosistem energi terbarukan dan elektrifikasi.

Oleh karena itu, keberadaan moda transportasi tenaga listrik rendah emisi menjadi alternatif masyarakat untuk ikut mendukung dan berpartisipasi dalam upaya menekan emisi karbon. Tembaga merupakan bahan yang sangat dibutuhkan dalam menghasilkan energi terbarukan (renewable energy) untuk pengoperasian mobil listrik, panel surya, dan turbin angin.

Kendaraan listrik membutuhkan tembaga empat kali lipat lebih banyak daripada mobil konvensional. Adapun 70 persen tembaga di dunia digunakan untuk menghantarkan listrik.

Pada 2022, PT Freeport Indonesia berhasil menekan emisi dari kegiatan operasional tambang bawah tanah sebesar 22 persen. Inovasi yang dilakukan perusahaan adalah melalui penggunaan alat angkut bijih tambang bertenaga listrik.

BACA JUGA :

Sambut Libur Nataru, Grup MIND ID PTFI Buka Christmas Flight and Boat 2023

Alat angkut ini mampu mengurangi emisi karbon sekitar 80 ribu metrik ton per tahun. Selain itu, perusahaan juga menggunakan pembangkit listrik (power plant) baru berteknologi dual fuel engine, baik untuk kegiatan operasi di hulu maupun hilir.

Saat ini, PT Freeport Indonesia meningkatkan penggunaan energi berkelanjutan dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) berkapasitas 128 MW yang akan ditingkatkan menjadi 168 MW. Perusahaan juga merencanakan penggantian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang menggunakan batu bara dengan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) berkapasitas 267 MW pada 2027. Harapannya, langkah tersebut dapat mengurangi emisi GRK hingga 62 persen. (Rama Julian)

Foto : Dok MIND ID

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Peringati Hari Bumi 2026, PLN Indonesia Power Tanam 45.686 Bibit Pohon untuk Masa Depan Hijau

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia 2026, PLN Indonesia Power melaksanakan kegiatan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *