Monday , 20 April 2026
Home / KELISTRIKAN / Staf Khusus KSAD Dorong Masyarakat Manfaatkan Limbah Tepung Aren untuk Cofiring PLTU
PLN EPI bersama mitra usaha dan masyarakat setempat melakukan kunjungan bersama ke lokasi limbah serbuk aren di Dusun Sarayuda, Desa Kartaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Limbah tersebut akan dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan co-firing PLTU.

Staf Khusus KSAD Dorong Masyarakat Manfaatkan Limbah Tepung Aren untuk Cofiring PLTU

RESOURCESASIA.ID, CIAMIS  – Camat Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Iyus Sunardi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya pada PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI). Hal itu dikatakan Iyus di sela acara pengiriman perdana serbuk limbah aren untuk uji bakar cofiring di PLTU Indramayu, Senin (12/2/2024).

Acara pengiriman perdana untuk uji bakar itu digelar di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, Cijeungjing, Ciamis. Selain Iyus, acara itu dihadiri Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris Sudjatmiko; Staf Khusus KSAD, Brigjen TNI Amping Bujasar Tangdilintin, perwakilan dari PLN Nusantara Power, Wahyu Alghifari Puspito; Perwakilan dari PT Pondok Hijau Energi, Muspika Cijeungjing, dan tamu undangan lainnya.

Iyus mengatakan, di wilayahnya, tepatnya di Dusun Sarayuda, Desa Kertaharja, terdapat belasan pabrik pengolahan tepung aren. Pengolahan itu menghasilkan limbah yang selama ini ditumpuk begitu saja di area dekat pabrik, hingga tampak menggunung dengan ketinggian lebih dari 10 meter.

Ia mengungkapkan, selama ini sudah berupaya menangani limbah pengolahan tepung aren dengan menggandeng berbagai pihak. Namun, lanjut dia, penanganan limbah tersebut belum maksimal. Buktinya, di Dusun Sarayuda hingga saat ini masih terdapat belasan titik tumpukan limbah pengolahan tepung aren.

“Pengolahan tepung aren di sini sudah puluhan tahun. Upaya dari berbagai pihak dan stakeholder untuk menangani persoalan limbah aren selama ini belum maksimal. Oleh karena itu kami sangat bersyukur dan mengapresiasi PLN EPI, PLN Nusantara Power, dan mitranya yakni PT Pondok Hijau Energi. Semoga, ini menjadi solusi penanganan limbah pengolahan tepung aren yang sudah jadi persoalan selama puluhan tahun,” katanya.

BACA JUGA:

Sukseskan Pesta Demokrasi 14 Februari, PLN EPI Amankan Pasokan Energi Primer ke Pembangkit

Selain itu, ia juga mengaku sangat senang karena bukan hanya persoalan limbah saja yang akan tertangani. Menurutnya, ada hal lain yang tak kalah penting, yakni adanya aktivitas ekonomi tambahan yang melibatkan masyarakat dan UMKM serta kontribusi pada pengurangan emisi. “Jika masyarakat diberdayakan, ada perputaran ekonomi rakyat di pedesaan sekaligus turut mencegah pemanasan global, semoga program ini akan sustain,” ucapnya.

Brigjen TNI Amping Bujasar Tangdilintin (paling kanan) menegaskan turut mendukung pemanfaatan serbuk limbah tepung aren sebagai sumber energi terbarukan untuk co-firing PLTU. Turut hadir dalam acara tersebut kiri ke kanan MC Acara, Wahyu Alghifari Puspito (Technician Generation and Project Technology Development PLN Nusantara Power), dan Antonius Aris Sudjatmiko (Direktur Biomassa PLN Energi Primer Indonesia).

Sementara Staf Khusus KSAD, Brigjen TNI Amping Bujasar Tangdilintin menegaskan, pihaknya sangat mendukung pemanfaatan serbuk limbah tepung aren sebagai sumber energi terbarukan untuk cofiring PLTU. Menurutnya, saat ini dunia tengah menghadapi persoalan yang sama, yakni ancaman pemanasan global, bukan hanya Indonesia.

Oleh karena itu, semua pihak harus bahu membahu untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) yang sudah dicanangkan Pemerintah. Satu diantara cara yang paling efektif, kata dia, adalah cofiring PLTU yang dilakukan PLN dengan memanfaatkan energi terbarukan biomassa.

Ia menegaskan, pemanfaatan serbuk limbah pengolahan tepung aren juga sebagai bukti jika program cofiring biomassa tidak membabat hutan justru jadi salah satu solusi dalam menangani pencemaran lingkungan dari limbah. “Kami sangat mendukung program pengurangan emisi yang dilakukan PLN dan pemerintah karena pemanasan global adalah ancaman nyata yang sedang dihadapi dunia. Kami harap, pemanfaatan limbah pengolahan tepung aren ini bisa berkontribusi dalam upaya Pemerintah mencapai NZE,” tegasnya.

BACA JUGA:

Jadi Energi Alternatif Transisi Energi, PLN EPI Gandeng Perusahaan Jepang Perkuat Rantai Pasok LNG dan Green Energy di Indonesia

Hal senada juga dikatakan Direktur Biomassa PLN EPI, Antonius Aris Sudjatmiko. Pada kesempatan itu ia menerangkan limbah pengolahan tepung aren yang sudah ditumpuk selama puluhan tahun tersebut akan menghasilkan gas metana. Menurut dia, dalam hal emisi gas rumah kaca, metana berkali-kali lipat lebih berbahaya dibandingkan CO2.

“Terlebih, dalam rantai pasok biomassa selalu melibatkan masyarakat sekitar jadi akan ada sirkular ekonomi. Dampak lainnya, tentu saja adalah pengurangan emisi untuk mencapai NZE seperti yang dicanangkan Pemerintah,” ucapnya.

Dijelaskan Antonius, uji bakar adalah fase awal sebelum dilakukan implementasi cofiring di PLTU. Nantinya, hasil uji bakar akan dianalisa lebih dulu sebelum akhirnya diputuskan apakah serbuk limbah pengolahan tepung aren bisa digunakan langsung atau perlu diolah lebih lanjut untuk implementasi cofiring PLTU.

Proses Pemanfaatan Limbah Serbuk Aren ke PLTU Indramayu sebagai Energi Biomassa yang Ramah Lingkungan dalam Membangun Ekonomi Kerakyatan di Dusun Sarayuda, Desa Kartaharja, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis

Di sisi lain ia menambahkan, selain memanfaatkan lahan kritis untuk penanaman pakan ternak dan sumber biomassa, saat ini PLN EPI sedang mengembangkan program Socio Tropical Agriculture-waste Biomassa atau STAB yang memanfaatkan limbah pertanian dan perkebunan seperti limbah padi, limbah bagasse tebu, limbah sagu termasuk limbah aren. Program STAB diluncurkan bersama Kemenko Marves pada COP 28 di Dubai akhir tahun lalu.

BACA JUGA:

PLN EPI Gelar Apel Bersama Peringati Bulan K3 di Samarinda, Keselamatan Kerja Prioritas Utama

“Dalam perjalannya, kami melihat adanya mukzijat dari sumber biomassa untuk cofiring PLTU yang berasal dari penanaman lahan kritis dan juga pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan karena memiliki banyak dampak positif dari sisi lingkungan, penciptaan lapangan kerja dan ekonomi kerakyatan baru di pedesaan sekaligus sebagai sumber energi terbarukan baseload karena digunakan bersamaan di PLTU,” tandasnya.

Sebagai Sub Holding yang bertugas menjaga rantai pasok energi primer di Indonesia, PLN EPI berupaya memaksimalkan pemanfaatan limbah pertanian, perkebunan, dan kehutanan yang cukup besar di mana selama ini belum termanfaatkan maksimal. Apalagi, di tahun 2024 ini PLN Grup telah mencanangkan implementasi teknologi co-firing biomassa di 43 PLTU. Bahkan akan mencapai 52 PLTU di tahun 2025. (Rama Julian)

Foto: Dok PLN EPI

 

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

No K-pop on a Dead Planet: Aksi Penggemar K-pop Setop Pendanaan Hana Bank ke Energi Fosil

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Ribuan penggemar K-pop menandatangani petisi yang menyerukan agar Hana Bank melakukan aksi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *