RESOURCESASIA.ID, RANTAU, ACEH TAMIANG– Keterbatasan fisik tak serta merta membatasi gerak kreativitas kelompok disabilitas untuk berkarya dan memupuk kemandirian usaha. Dilahirkan untuk memiliki kekurangan tak bisa dihindari bagi kaum difabel. Meski kaum difabel menginginkan dianggap sama seperti layaknya manusia normal lainnya.
Sejatinya kaum disabilitas juga memiliki kebutuhan yang sama dengan masyarakat umumnya. Apalagi bila sudah masuk ke ranah pekerjaan. Sayangnya, masih sedikit lapangan kerja yang terbuka bagi para penyandang disabilitas, meskipun Undang-Undang Tentang Penyandang Disabilitas sesungguhnya mewajibkan instansi pemerintah dan swasta menyediakan kuota bagi kaum disabilitas.
Sejalan dengan itu, PT Pertamina EP Zona 1 Rantau Field memiliki program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL). Salah satu untuk menjawab kebutuhan itu, PT Pertamina Rantau Field, Subholding Upstream Pertamina di tahun 2021 mendirikan satuan kelompok binaan, Satuan Tugas Difabel Siaga Tanggap Bencana dan Berdaya (SATGAS DIGDAYA) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Selasa, (17/09/2024).

Dalam upaya memperkuat kapasitas tanggap bencana di tingkat lokal, PT Pertamina EP Rantau Field mengadakan pelatihan tanggap bencana. Pelatihan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Pertamina EP Rantau Field tahun 2024 yaitu SINAR PELITA yang bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan efektivitas tim Satgas Digdaya dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Acara pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini melibatkan berbagai sesi teori dan praktik, termasuk keterampilan dasar pada pertolongan pertama, dan penggunaan alat pemadam api ringan. Pelatihan diadakan di pusat pelatihan Pertamina EP Rantau Field dan dihadiri oleh 18 orang anggota Satgas DIGDAYA, perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta tim internal PEP Rantau fungsi HSSE.

Peningkatan Kemampuan dan Kesiapsiagaan
PJS Field Manajer CSR PT Pertamina EP Rantau Field, Edwin Susanto, menyampaikan komitmen perusahaan untuk mendukung upaya peningkatan kapasitas tanggap bencana pada kelompok binaan, khususnya Satgas DIGDAYA.
“Kami percaya bahwa dengan memberikan pelatihan yang tepat, Satgas DIGDAYA dapat lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana yang mungkin terjadi. Ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami untuk memastikan bahwa kelompok kita lebih aman dan tangguh,” kata Edwin.

Selama pelatihan, anggota Satgas DIGDAYA mendapatkan pengetahuan mengenai teknik-teknik penanganan pertolongan pertama dan penggunaan alat pemadam api ringan. Pelatihan tanggap kebencanaan yang dilakukan memberikan pengalaman praktis yang penting, memungkinkan anggota Satgas untuk merespons situasi darurat dengan lebih efektif.

Keterlibatan dan Sinergi Sulaiman dari pihak BPBD Aceh Tamiang turut menekankan bahwa pentingnya koordinasi dan sinergi antara Satgas DIGDAYA, pemerintah, dan lembaga terkait lainnya. Para anggota Satgas diajak untuk berlatih bekerja sama dalam tim dan mengatasi berbagai skenario krisis secara kolektif.
“Sinergitas adalah kunci dalam tanggap bencana. Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan individu tetapi juga memperkuat kerja sama tim,” jelas Sulaiman.

Harapan untuk Masa Depan Ketua Satgas DIGDAYA, Nasip, menyatakan apresiasinya terhadap dukungan dari Pertamina EP Rantau Field. “Pelatihan ini sangat berharga bagi kami. Selain memberikan pengetahuan baru, juga meningkatkan kepercayaan diri dan kesiapsiagaan kami. Kami siap menghadapi berbagai tantangan yang mungkin datang,” ujar Nasip.

Sebagai bagian dari komitmen jangka panjang Pertamina EP Rantau Field, perusahaan juga berencana untuk mengadakan pelatihan tambahan dan evaluasi berkala guna memastikan bahwa Satgas DIGDAYA tetap dalam kondisi siap dan terus mengembangkan keterampilan mereka.
Dengan pelatihan ini, diharapkan Satgas DIGDAYA akan lebih siap dalam menghadapi bencana di masa depan dan mampu memberikan respons yang cepat dan efektif, melindungi masyarakat dan mengurangi dampak dari bencana yang mungkin terjadi. (Rama Julian)
Foto: Dok Resourcesasia
Resources Asia Energi News Makers