Friday , 30 October 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Saham ELSA Resmi Masuk LQ45, Perkuat Daya Tarik Investasi Didukung Pertumbuhan Laba 29% dan Fundamental Keuangan Solid

Saham ELSA Resmi Masuk LQ45, Perkuat Daya Tarik Investasi Didukung Pertumbuhan Laba 29% dan Fundamental Keuangan Solid

JAKARTA, RESOURCESAS – PT Elnusa Tbk (Elnusa, IDX: ELSA) semakin memperkuat posisinya di pasar modal Indonesia setelah saham Perseroan resmi ditetapkan sebagai konstituen baru indeks LQ45 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), efektif mulai 2 November 2026 hingga 29 Januari 2027. Pencapaian ini menjadi momentum strategis bagi Elnusa, perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik saham ELSA di kalangan investor. Masuknya ELSA ke dalam indeks yang merepresentasikan 45 saham dengan likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar free float besar, serta didukung fundamental perusahaan yang baik.

Berdasarkan Pengumuman BEI No. Peng-00205/BEI.POP/10-2026 tanggal 27 Oktober 2026, ELSA memiliki rasio free float sebesar 42,72%, dengan sekitar 3,12 miliar saham yang diperhitungkan dalam indeks LQ45 dan bobot awal sebesar 0,17%. Keikutsertaan dalam LQ45 membuka peluang meningkatnya eksposur ELSA kepada pelaku pasar modal, termasuk manajer investasi, pengelola dana berbasis indeks, serta investor yang menjadikan LQ45 sebagai salah satu acuan investasi. Perkembangan tersebut diharapkan dapat memperluas basis investor dan mendukung likuiditas perdagangan saham ELSA secara berkelanjutan, seiring dengan konsistensi Perseroan dalam memperkuat fundamental bisnis dan transparansi kepada pemegang saham.

Momentum positif di pasar modal tersebut didukung kinerja keuangan Elnusa yang terus bertumbuh. Hingga Kuartal III 2026, Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp12,1 triliun, meningkat 16% secara tahunan (Year on Year/YoY), sementara laba bersih tumbuh lebih tinggi sebesar 29% menjadi Rp681,5 miliar dan EBITDA meningkat 28% menjadi Rp1,3 triliun. Net Profit Margin (NPM) tercatat sebesar 5,6%, mencerminkan kemampuan Perseroan meningkatkan kualitas pertumbuhan melalui pengendalian biaya, optimalisasi aset, serta peningkatan produktivitas operasional. Dari sisi fundamental keuangan, Elnusa mencatatkan arus kas positif dari aktivitas operasi sebesar Rp522,9 miliar, posisi kas dan setara kas sebesar Rp2,1 triliun, serta ekuitas mencapai Rp5,7 triliun hingga akhir September 2026. Ketahanan finansial ini semakin diperkuat dengan peringkat kredit idAA+ berprospek stabil dari PEFINDO.

Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menyampaikan bahwa masuknya ELSA ke dalam LQ45 merupakan perkembangan penting yang mencerminkan semakin kuatnya posisi Perseroan di pasar modal. “Kami memandang masuknya saham ELSA ke indeks LQ45 sebagai momentum positif. Terlebih, pencapaian ini berlangsung seiring pertumbuhan laba yang melampaui pertumbuhan pendapatan, mencerminkan konsistensi kami dalam meningkatkan kualitas kinerja. Fokus Elnusa adalah memastikan pertumbuhan bisnis yang sehat, didukung pengelolaan keuangan yang disiplin dan tata kelola yang baik, sehingga mampu menciptakan nilai berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham,” ujar Rustam.

Daya tarik fundamental Elnusa juga didukung portofolio bisnis yang terdiversifikasi di sepanjang rantai nilai industri energi, meliputi jasa hulu migas terintegrasi, distribusi dan logistik energi, serta jasa penunjang migas. Melalui strategi Cost Leadership, Operational Excellence, dan Synergy, Perseroan terus meningkatkan efisiensi, memperkuat kapabilitas teknologi, serta mengembangkan peluang pertumbuhan dari pasar captive maupun non-captive. Selain menjaga pertumbuhan usaha, Elnusa juga berkomitmen memberikan nilai kepada pemegang saham melalui kebijakan pembagian dividen yang terukur. Untuk tahun buku 2025, Perseroan telah membagikan dividen sebesar Rp44,29 per saham, dengan rasio pembayaran dividen (Dividend Payout Ratio) sebesar 45%. Kebijakan tersebut mencerminkan upaya Elnusa menjaga keseimbangan antara kebutuhan investasi untuk pertumbuhan dan imbal hasil bagi pemegang saham.

Penguatan fundamental bisnis tersebut berjalan seiring dengan komitmen penerapan Good Corporate Governance (GCG), manajemen risiko, dan transparansi. Elnusa telah mencatatkan skor ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 96,66 dengan kategori Very Good dalam penilaian tahun 2025, serta terus memperkuat praktik perlindungan hak pemegang saham, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi. Penerapan tata kelola yang konsisten menjadi salah satu fondasi Perseroan dalam membangun kredibilitas, menjaga kepercayaan investor, serta memastikan setiap keputusan bisnis berorientasi pada keberlanjutan nilai perusahaan.

“Bagi Elnusa, menjadi bagian dari LQ45 bukan sekadar pencapaian di pasar modal, melainkan dorongan untuk terus meningkatkan kualitas perusahaan sebagai pilihan investasi jangka panjang. Dengan fundamental yang solid, portofolio bisnis yang terdiversifikasi, komitmen terhadap tata kelola, serta peluang pertumbuhan industri energi nasional, kami optimistis Elnusa dapat terus memperkuat daya saing dan memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tutup Rustam.

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PLN EPI dan PLN Energi Gas Kumpulkan 134 Kantong Darah dalam Semarak HLN ke-81

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama anak perusahaannya PT PLN …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *