JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Buma Internasional Grup Tbk(DOID) mengalami penyusutan pendapatan dari penambangan batu bara, jasa pertamvangan dan penyewaan alat berat sedalam 15,6 persen secara tahunan menjadi USD1.13 miliar sepanjang 9 bulan 2025.
Walau beban pokok pendapatan ditekan 9,4 persen secara tahunan menjadi USD1,103 miliar. Tapi laba kotor tetap amblas 79,2 persen secara tahunan sisa USD27,226 juta.
Bahkan rugi sebelum pajak penghasilan kian dalam 546,6 persen secara tahunan menyentuh USD97,649 juta. Demikian juga dengan rugi periode berjalan menukik 376,4 persen secara tahunan menyentuh USD81,484 juta.
Direktur Utama DOID, Ronald Sutardja melaporkan perseroan menderita rugi bersih sedalam USD72,667 juta pada akhir September 2025. Nilai kerugian itu bengkak 453,8 persen dibanding akhir September 2024 yang tercatat USD13,961 juta.
Dampaknya, DOID mulai mencatatkan defisit sedalam USD18,019 juta pada akhir September 2025. Pada gilirannya, total ekuitas pun tergerus 50,2 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD96,167 juta.
Sementara itu, jumlah kewajiban bertambah 3,01 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD1,435 miliar pada akhir Juni 2025.
Perlu diperhatikan, kas bersih diperoleh dari aktivitas operasi sepanjang 9 bulan 2025 setara USD47 juta. Pada sisi lain kas setara kas senilai USD136,36 juta.
Adapun rasio keuangan penting antara lain, rasio lancar 84 persen; ROA-0,053; ROE 0,847; dan ebitda terhadap pendapatan 11 persen.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2025 dengan penelaahan terbatas DOID diunggah pada laman BEI dikutip Senin (1/12/2025). (Abdul Aziz)
Foto: Dok DOID
Resources Asia Energi News Makers