Tuesday , 26 May 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Revisi UU Migas Masih Mangkrak, Ini Penyebabnya
Ichsanuddin Noorsy (kanan) didampingi Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu, Arie Gumilar (kiri), dalam acara diskusi di kantor FSPPB, Rabu (30/4).

Revisi UU Migas Masih Mangkrak, Ini Penyebabnya

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Ekonom Ichsanuddin Noorsy berpendapat tidak terlalu sulit menuntaskan revisi Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (UU Migas) yang hingga kini masih mangkrak di DPR RI. Padahal, revisi UU Migas sudah bergulir sejak periode pertama Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kemudian dilanjutkan di era Joko Widodo (Jokowi), dan saat ini nasibnya belum jelas di era Presiden Prabowo Subianto.

“Tidak ada political will dari Pemerintah, itu jawaban sederhananya,” ungkap Ichsanuddin ketika ditanya wartawan dalam acara diskusi di kantor Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Jakarta, Rabu (30/4).

Dia pun membandingkan nasibnya dengan UU Mineral dan Batubara (Minerba) yang dengan mudah direvisi. Bahkan hingga beberapa kali.

Revisi UU Minerba hampir tanpa drama, pembahasannya sangat mulus di DPR. Hal ini, menurut Ichsanuddin, menunjukkan adanya kemauan politik dari Pemerintah dan DPR. Tidak hanya itu, kemudahan ini juga berkat keberadaan para pengusaha yang dekat dengan para penguasa (Pemerintah, red.)

“Sekarang kalau kita lihat komposisi orang terkaya di Indonesia maka pasti pengusaha tambang, bukan migas,” gumam Ichsanuddin.

Dengan kata lain, minerba yang saat ini dikuasai banyak perusahaan swasta, cenderung lebih mudah melakukan lobi-lobi politik terhadap Pemerintah maupun DPR. Sedangkan sektor migas, sejauh ini mayoritas masih dikuasai perusahaan BUMN.

“Sehingga yang dibutuhkan adalah sekali lagi political will dari Pemerintah,” tegasnya. (RA)

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Indonesia Raja Nikel Dunia, Industri Produk Akhir Belum Berkembang

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Satu dekade hilirisasi menjadikan Indonesia sebagai raja nikel dunia, dengan memproduksi enam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *