JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Transisi energi di Indonesia dinilai tidak bisa lagi dipandang sebagai pertarungan antara mekanisme pasar dan regulasi pemerintah. Guru Besar Institut Teknologi PLN (ITPLN), Prof. Syamsir Abduh, menegaskan masa depan energi justru membutuhkan regulasi adaptif yang mampu mengikuti perkembangan pasar dan teknologi energi yang bergerak sangat cepat.
Menurut Syamsir, perkembangan teknologi energi baru terbarukan saat ini melaju lebih cepat dibandingkan kemampuan regulator dalam menyiapkan aturan. Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu membangun kebijakan yang lebih fleksibel agar tidak menghambat inovasi dan investasi di sektor energi bersih.
“Transisi energi di masa depan bukan lagi soal pasar versus regulasi, tetapi bagaimana regulasi adaptif dibentuk mengikuti dinamika pasar energi yang berkembang pesat,” ujar Syamsir dalam keterangannya, Selasa, 12 Mei 2026.
Menurutnya, investasi dan inovasi teknologi akan terus bergerak dinamis seiring meningkatnya kebutuhan energi rendah emisi. Namun, keberhasilan transisi energi dalam jangka panjang tetap ditentukan oleh efektivitas regulasi yang mampu menjaga arah pembangunan energi nasional.
Syamsir menilai model tata kelola hibrid menjadi pendekatan paling realistis untuk diterapkan Indonesia. Dalam model tersebut, pasar berperan mendorong inovasi dan efisiensi, sementara regulator bertugas memastikan stabilitas sistem, keadilan akses energi, serta pencapaian target dekarbonisasi.
Menurut dia, negara-negara yang berhasil menjalankan transisi energi umumnya memiliki kemampuan menjaga keseimbangan antara fleksibilitas pasar dan kepastian regulasi. Keseimbangan itu dinilai penting untuk menciptakan iklim investasi yang sehat sekaligus menjaga kepentingan masyarakat.
Selain itu, keberhasilan transisi energi juga dipengaruhi oleh keterjangkauan harga energi, ketahanan jaringan listrik, serta keberlanjutan lingkungan. Syamsir menegaskan seluruh aspek tersebut harus berjalan beriringan agar transformasi energi tidak menimbulkan gejolak ekonomi maupun sosial.
Ia berharap Indonesia dapat mempercepat pembentukan regulasi energi yang lebih responsif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Dengan regulasi yang adaptif, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mempercepat transisi menuju sistem energi bersih yang berkelanjutan sekaligus menarik investasi hijau dalam skala besar. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers