Friday , 24 April 2026
Home / CSR / PT Timah Wujudkan Komitmen Pelestarian Satwa Melalui Pusat Penyelamatan di Lahan Bekas Tambang

PT Timah Wujudkan Komitmen Pelestarian Satwa Melalui Pusat Penyelamatan di Lahan Bekas Tambang

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Satwa memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan lingkungan. Sebagai perusahaan di sektor pertambangan, PT Timah menyadari pentingnya menjaga keseimbangan antara kegiatan penambangan dengan pelestarian alam.

Melalui berbagai inisiatif, PT Timah berusaha untuk melindungi dan melestarikan satwa di area operasionalnya, sejalan dengan prinsip pertambangan berkelanjutan.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan PT Timah adalah berkolaborasi dengan Alobi Foundation untuk mendirikan Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang.

Lahan bekas tambang seluas 4 hektar disulap menjadi kawasan penyelamatan satwa yang dilengkapi puluhan kandang dengan suasana menyerupai habitat asli.

Pohon-pohon rindang dan tanaman buah yang tersedia di area ini memberikan suasana alami bagi satwa yang sedang direhabilitasi.

Kampoeng Reklamasi Air Jangkang merupakan hasil pengelolaan PT Timah atas lahan bekas tambang yang kini dikembangkan menjadi kawasan edu-eco tourism.

Kawasan ini menggabungkan konsep pendidikan lingkungan dengan sektor pertanian, peternakan, dan perkebunan.

Sejak tahun 2018, PT Timah bersama Alobi Foundation telah merehabilitasi ratusan satwa yang dilindungi.

Satwa-satwa tersebut berasal dari penyerahan masyarakat, penegakan hukum, serta hasil penyelamatan di lapangan.

Manager PPS Alobi Air Jangkang, Endy R. Yusuf, menjelaskan bahwa rehabilitasi satwa di PPS bersifat sementara, dengan tujuan mengembalikan insting liar mereka sebelum dilepaskan kembali ke habitat asli.

Satwa yang pernah direhabilitasi di PPS ini meliputi beruang madu, burung kakaktua, burung merak, rusa sambar, owa, kukang, serta satwa endemik Bangka Belitung lainnya.

PT Timah juga telah membangun sekitar 37 kandang, menara pantau, kantor, klinik, dan fasilitas pendukung lainnya di kawasan ini.

Endy menekankan bahwa pelepasliaran satwa yang telah direhabilitasi ke habitat aslinya sangat penting untuk menjaga keberlanjutan ekosistem.

Saat ini, interaksi negatif antara manusia dan satwa, terutama buaya, semakin meningkat akibat rusaknya ekosistem akibat aktivitas tambang ilegal.

Beberapa satwa endemik seperti kukang juga sering diserahkan ke PPS karena ekosistem mereka yang terganggu.

Lebih lanjut, Endy menjelaskan bahwa konservasi satwa merupakan upaya penting untuk menjaga keseimbangan alam.

Sejak 2018, PT Timah tetap berkomitmen mendukung PPS Alobi sebagai bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap pelestarian lingkungan.

Pada peringatan Hari Hewan Sedunia, Endy mengajak semua pihak untuk turut melestarikan satwa liar dan menjaga ekosistemnya.

“Tantangannya adalah meningkatkan kesadaran bahwa satwa harus dilindungi. “Ekosistem yang rusak akan berdampak pada kehidupan kita jika terus diabaikan,” tutup Endy, seperti dikutip dari timah.com, Minggu (6/10/2024). (RA)

Foto: Dok Timah

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

SKK Migas Luncurkan Program RE:ACTION untuk Dorong Budaya Kerja Berkelanjutan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *