Friday , 14 August 2026
Home / ENERGI HIJAU / Produksi Listrik PGE Tumbuh 15 Persen, Dorong Kinerja Positif Kuartal I-2026

Produksi Listrik PGE Tumbuh 15 Persen, Dorong Kinerja Positif Kuartal I-2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Sepanjang kuartal I-2026, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) mencatat pertumbuhan produksi listrik sebesar 15,22 persen secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 1.370 gigawatt hour (GWh). Peningkatan ini menjadi pendorong utama kinerja positif Perseroan pada awal tahun.

Kinerja produksi yang kuat tersebut disampaikan manajemen dalam paparan Earnings Call kepada investor dan analis yang digelar pada Selasa, 5 Mei 2026. Seiring dengan pertumbuhan produksi, PGE membukukan pendapatan sebesar US$116,56 juta. Angka ini meningkat 14,82 persen dari US$101,51 juta pada periode yang sama tahun lalu. PGE juga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$43,899 juta, meningkat 40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu US$31,352 juta.

Direktur Operasi PGE Andi Joko Nugroho menyampaikan bahwa kenaikan produksi pada periode ini mencerminkan optimalisasi aset dan efisiensi operasional yang semakin baik di berbagai area operasi.

“Tren positif ini mencerminkan kinerja operasional yang semakin optimal, seiring dengan terjaganya keandalan aset dan peningkatan efisiensi produksi. Kinerja tersebut juga ditopang oleh kontribusi dari sejumlah wilayah kerja utama, antara lain Kamojang (483 GWh), Lahendong (213 GWh), Ulubelu (408 GWh), Lumut Balai (240 GWh), dan Karaha (26 GWh). Peningkatan ini turut diperkuat oleh beroperasinya PLTP Lumut Balai Unit 2 berkapasitas 55 megawatt (MW) sejak pertengahan 2025,” ujar Andi Joko Nugroho.

Selain itu, Perseroan juga mencatat kenaikan capacity factor sebesar 5,03 persen secara YoY menjadi 90,77 persen. Availability factor turut meningkat sebesar 0,27 persen menjadi 99,63 persen. Hal ini semakin menegaskan keandalan energi panas bumi sebagai tulang punggung energi nasional.

Direktur Utama PGE Ahmad Yani mengatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan optimalisasi pemanfaatan aset dan operasional di berbagai Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PGE.

Ahmad Yani menjelaskan, “Tahun ini, PGE menargetkan peningkatan produksi listrik dan uap terkonsolidasi hingga mencapai 5.255 GWh pada 2026. Ke depan, untuk menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan, Perseroan terus mengakselerasi pengembangan berbagai proyek strategis, di antaranya PLTP Hululais Unit 1 & 2 berkapasitas 2×55 MW serta proyek co-generation dengan total kapasitas mencapai 230 MW. Kami memastikan seluruh proyek ini berjalan sesuai rencana agar dapat menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang Perseroan.”

Ke depan, PGE menargetkan kapasitas terpasang sebesar 1 gigawatt (GW) pada 2028 dan 1,8 GW pada 2034. Perseroan juga terus mengoptimalkan potensi 3 GW yang telah diidentifikasi.

Sejumlah proyek strategis yang menjadi bagian dari pengembangan tersebut antara lain Ulubelu Binary Unit (BU) berkapasitas 30 MW yang ditargetkan beroperasi secara penuh (commercial operation date/COD) pada 2027. Selain Hululais Unit 1 & 2, PGE juga menargetkan sejumlah proyek lainnya untuk mulai beroperasi penuh pada 2028, meliputi Kamojang Low Pressure (LP) (5 MW), Lahendong LP (15 MW), Lahendong BU Unit 1 (15 MW), Lumut Balai BU Unit 1 (10 MW), Sibayak BU (5 MW), serta Hululais BU Unit 1 (30 MW).

Selain proyek-proyek tersebut, PGE juga mempersiapkan pengembangan PLTP Lumut Balai Unit 3 berkapasitas 55 MW yang ditargetkan mencapai COD pada 2030. Seluruh portofolio ini menjadi bagian dari upaya PGE untuk memperkuat kontribusinya dalam mendukung ketahanan energi nasional serta target Net Zero Emission 2060.

Dari sisi keberlanjutan, hingga 31 Maret 2026, PGE menunjukkan kinerja ESG yang kuat dan konsisten. Perseroan mencatat penghindaran emisi sebesar 1.167.992,70 ton CO2e dibandingkan dengan emisi dari pembangkit listrik berbasis batu bara.

Sebagai world leading geothermal producer dengan pengalaman lebih dari 40 tahun, PGE saat ini mengelola 15 WKP dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW. Kapasitas tersebut terdiri dari 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE serta 1.205 MW yang dikelola melalui skema Kontrak Operasi Bersama. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PGE

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pertamina Hulu Energi Dorong Percepatan Ekosistem Natural Hydrogen untuk Mendukung Ketahanan Energi Indonesia

YOGYAKARTA, RESOURCESASIA.ID — PT Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina mendorong percepatan pengembangan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *