JAKARTA-RESOURCESASIA.ID- PLN Nusantara Power menyatakan kesiapannya untuk meningkatkan kapasitas pembangkit listrik ramah lingkungan guna turut serta menopang target pemerintah menuju nihil emisi atau nett zero emission pada tahun 2060.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Power, Hamidi Hamid menyatakan Indonesia memiliki potensi pengembangan energi hijau dari limbah cair kelapa sawit atau Bio-CNG karena luasan kebun sawit di Indonesia mencapai 16,83 juta hektar.
Selain dari Bio- CNG sebagai bahan bakar primer Pembangkit Listrik, dia juga bilang perseroan telah berhasil membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di Waduk Cirata pada tahun 2024.

“PLTS Cirata dengan kapasitas 1 MW menjadi PLTS terapung terbesar di Asia Tenggara,” kata dia kepada media di Jakarta, Kamis(20/11/2025).
Hamidi menambahkan perseroan berpotensi meningkatkan kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar primer ramah lingkungan kedepannya.
“Tapi sebagai subholding tentunya akan mengikuti panduaan PLN selaku induk PLN Nusantara Power,” jelas dia.

Pada kesempatan tersebut, Hamidi mengungkapkan PLN Nusantara Power telah meneken 3 nota kesepahaman terkait pengembangan CES ( CO2 Energy System), FABA (Fly Ash Bottom Ash) dan Panas Bumi pada tanggal 19 November 2025.
“ Ini baru tingkat kesepahaman ya,” kata dia.(Abdul Azis)
Foto: Dok Resourcesasia
Resources Asia Energi News Makers