Thursday , 18 June 2026
Home / KELISTRIKAN / PLN Nusantara Power Resmikan Unit Produksi Biomassa Pertama di Indonesia dengan Rotary Dryer di Bandar Lampung
Direktur Operasi Pembangkit Batu Bara PLN NP M. Irwansyah Putra (kedua dari kiri) bersama Direktur Utama PLN NP Services Jakfar Sadiq (kedua dari kanan) didampingi Komisaris Utama PLN NP Services Suwarno (paling kanan) dan Manager PLN NP UP Tarahan Dwi Suprianto (paling kiri) menekan tombol sebagai simbolis peresmian Unit Produksi Biomassa Bandar Lampung (UPBBL) pada Selasa (21/10) di Lampung.

PLN Nusantara Power Resmikan Unit Produksi Biomassa Pertama di Indonesia dengan Rotary Dryer di Bandar Lampung

Dorong Transisi Energi Bersih Lewat Pasokan Biomassa Berkualitas untuk PLTU Sumatera

BANDAR LAMPUNG, RESOURCESASIA.ID — PLN Nusantara Power (PLN NP) melalui anak usahanya, PLN NP Services kembali meneguhkan langkah konkret dalam mendukung transisi energi bersih nasional dengan meresmikan Unit Produksi Biomassa Bandar Lampung (UPBBL). Fasilitas ini menjadi pabrik biomassa pertama di Indonesia yang dilengkapi dengan teknologi Rotary Dryer, yang mampu menghasilkan biomassa berkualitas tinggi untuk mendukung program co-firing PLTU di wilayah Sumatera.

Peresmian UPBBL yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera KM.15, Tarahan, Lampung ini dihadiri oleh Direktur Operasi Pembangkitan Batu Bara PLN NP M. Irwansyah Putra, Direktur Utama PLN Nusantara Power Services Jakfar Sadiq, Komisaris Utama PLN NP Services Suwarno, serta Manajer PLN NP UP Tarahan Suwarno.

Dengan kapasitas produksi hingga 70 ton biomassa per hari atau sekitar 23.100 ton per tahun, UPBBL siap memastikan pasokan biomassa yang kontinyu, berkualitas, dan berkelanjutan. Hasil produksi biomassa ini akan digunakan untuk mendukung co-firing di sejumlah PLTU, termasuk UP Tarahan.

Jajaran Direksi PLN NP Services, PLN NP dan tamu undangan menggenggam woodchip berkualitas tinggi hasil produksi Unit Produksi Biomassa Bandar Lampung PLN NP Services yang menggunakan teknologi rotary dryer.

Keunggulan utama unit ini terletak pada mesin Rotary Dryer, yang mampu menurunkan kadar air (moisture) hingga 20% lebih baik dibanding metode konvensional. Teknologi ini menghasilkan woodchip berkualitas dengan Gross Calorific Value (GCV) di atas 3.500 kCal/kg.

Selain manfaat lingkungan, keberadaan UPBBL juga membawa dampak sosial-ekonomi positif bagi masyarakat sekitar. Sebanyak 90% tenaga kerja di unit ini berasal dari warga lokal, sementara bahan baku kayu sepenuhnya dipasok dari wilayah sekitar seperti Bergen, Tanjung Bintang, Way Kanan, Mesuji, dan Ogan Komering Ilir (OKI).

Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menegaskan bahwa peresmian unit ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangkitan hijau dan berkelanjutan.

“PLN Nusantara Power terus berinovasi dalam memperkuat ekosistem energi bersih di Indonesia. Kehadiran UPBBL bukan hanya menambah kapasitas pasokan biomassa untuk co-firing, tetapi juga menjadi simbol kemandirian energi daerah melalui pemberdayaan sumber daya dan tenaga kerja lokal. Langkah ini adalah bagian dari upaya besar kami menuju target Net Zero Emission 2060,” ungkap Ruly.

Sementara itu, Direktur Operasi Pembangkitan Batu Bara PLN NP, M. Irwansyah Putra, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam terwujudnya proyek ini.

“Berdirinya UPBBL menandai bertambahnya infrastruktur hijau di lingkungan PLN Nusantara Power Group sekaligus memperkuat rantai pasok biomassa nasional. Inisiatif ini sangat penting untuk mendorong transisi energi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada 2024, PLN NP berhasil memproduksi 69 GWh listrik hijau, dengan penerapan co-firing biomassa sebesar 1,57% dari total kapasitas pembangkit. Dengan beroperasinya UPBBL, kontribusi ini diproyeksikan meningkat signifikan di tahun-tahun mendatang. UPBBL juga berpotensi menyumbang penurunan emisi karbon sebesar 12,7 juta kilogram CO₂ per tahun, sekaligus menghemat 3,36% konsumsi batu bara PLTU Tarahan, setara 14,05% kontribusi co-firing.

Direktur Utama PLN NP Services, Jakfar Sadiq, turut menyampaikan komitmennya untuk memastikan operasional UPBBL berjalan optimal.

Direktur Utama PLN Nusantara Power Services Jakfar Sadiq bersama manager PLN NP UP Tarahan Dwi Suprianto melakukan pengguntingan pita sebagai simbol pelepasan truk yang akan melakukan pengiriman perdana woodchip dari Unit Produksi Biomassa Bandar Lampung ke UP Tarahan.

“Kami berharap dukungan penuh dari PLN Nusantara Power agar UPBBL dapat beroperasi secara efisien dan terus menghadirkan biomassa berkualitas bagi PLTU di wilayah Sumatera,” kata Jakfar.

Acara peresmian diakhiri dengan pelepasan truk pengiriman perdana hasil produksi UPBBL ke UP Tarahan, sebagai simbol dimulainya operasional penuh fasilitas tersebut.

Kehadiran UPBBL menjadi tonggak penting dalam perjalanan transisi energi di Indonesia, memperkuat kemandirian energi lokal, menekan emisi karbon, serta membuka peluang ekonomi hijau bagi masyarakat Lampung dan sekitarnya.(Rama Julian)

Foto: PLN NP

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Pensiun Dini PLTU Mandek, Perlu Reformasi Regulasi dan Pembiayaan Internasional

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pemerintah Indonesia perlu serius mempercepat transisi energi, salah satunya dengan merealisasikan pensiun …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *