Monday , 20 April 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / PIS Raih Penghargaan Internasional, Sukses Rambah Pembiayaan Syariah

PIS Raih Penghargaan Internasional, Sukses Rambah Pembiayaan Syariah

RESOURCESASIA.ID, KUALA LUMPUR – Inovasi PT Pertamina International Shipping di bidang pembiayaan syariah mendapat apresiasi dalam perhelatan Islamic Finance News (IFN) Awards yang diselenggarakan di Kuala Lumpur, Malaysia.

PIS meraih penghargaan pada kategori Indonesia Deal of The Year 2024. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan PIS dalam memperoleh fasilitas pembiayaan syariah Ijarah Muntahiyah Bi Tamlik sebesar USD 47 juta atau sekitar 764 miliar rupiah dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI).

Pembiayaan dengan skema Ijarah Muntahiyah Bi Tamlik (IMBT) merupakan yang pertama kalinya diterapkan dalam lingkungan Pertamina Group. Adapun pembiayaan ini ditujukan untuk mendanai pembelian dua unit kapal tanker jenis Medium Range. Transaksi ini tidak hanya mencerminkan inovasi PIS dalam diversifikasi sumber pendanaan, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keuangan Islam di tingkat global.

“Penghargaan ini merupakan pengakuan internasional atas komitmen PIS dalam mengembangkan solusi pembiayaan inovatif berbasis syariah. Dengan dukungan dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) serta didampingi oleh Hadiputranto, Hadinoto & Partners (HHP) selaku legal counsel PT PIS dan Soemadipradja & Taher (S&T) selaku legal counsel BSI, kami berharap model pembiayaan ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi industri maritim dalam mengakses pendanaan yang sesuai dengan prinsip ekonomi Islam,” ujar Diah Kurniawati, Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama PIS.

Penghargaan IFN Deals of the Year merupakan kategori bergengsi yang telah ada sejak 2006, dengan tujuan memberikan apresiasi kepada institusi keuangan maupun pelaku industri dari berbagai negara dan regional termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, Inggris, Uni Arab Emirat, Saudi Arabia hingga Afrika yang berhasil melakukan terobosan fantastis di bidang keuangan syariah. Proses seleksi penghargaan ini dilakukan melalui penilaian panel ahli dari berbagai organisasi independen.

Secara keseluruhan, PIS saat ini mengalami pertumbuhan yang signifikan. Pada tahun 2023, pendapatan perusahaan meningkat menjadi USD 3,3 miliar, dengan pencapaian laba tertinggi dalam sejarah PIS sebesar USD 330 juta. Dengan dukungan Pertamina, PIS telah mengembangkan rencana jangka panjang yang menargetkan pendapatan sebesar USD 9 miliar dalam 10 tahun ke depan.

“Untuk mencapai target tersebut, kami perlu rencana strategis untuk menentukan struktur permodalan yang optimal, IMBT merupakan salah satu bentuk jenis alternatif pembiayaan yang akan terus kami kembangkan” tambah Diah Kurniawati.

Dengan diraihnya penghargaan ini, PIS semakin mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan pelayaran kelas dunia yang tidak hanya unggul dalam operasional dan layanan, tetapi juga dalam inovasi finansial yang mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan.

“PIS akan terus menggali potensi di bidang-bidang pembiayaan baru guna memperkuat struktur permodalan untuk serta mendukung pengembangan industri maritim nasional dan global.” Tutup Diah. (Rama Julian)

Foto: Dok

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Era Baru Nikel Indonesia

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Sekretaris Umum APNI, Meidy Katrin Lengkey, mengatakan pasca pemberlakuan Kepmen ESDM No. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *