Saturday , 20 June 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Perkuat Fondasi Hilirisasi Nasional, Elnusa Bangun Infrastruktur Energi Strategis Berteknologi Digital di Kalimantan Timur
Keterangan Foto: PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mengambil peran strategis sebagai pelaksana pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur. (Foto Dok PT Elnusa Tbk)

Perkuat Fondasi Hilirisasi Nasional, Elnusa Bangun Infrastruktur Energi Strategis Berteknologi Digital di Kalimantan Timur

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Di tengah percepatan agenda hilirisasi dan pembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru yang terus didorong pemerintah, kebutuhan akan infrastruktur energi yang andal menjadi semakin penting. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Elnusa Tbk (IDX: ELSA), perusahaan jasa energi terintegrasi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, mengambil peran strategis sebagai pelaksana pembangunan Terminal Terpadu Palaran di Kalimantan Timur.

Proyek ini merupakan bagian dari tiga pembangunan tangki operasional BBM nasional yang termasuk dalam 13 Proyek Hilirisasi Strategis Tahap II senilai Rp116 triliun yang groundbreaking pembangunannya diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia pada April 2026. Proyek tersebut akan dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai bagian dari penguatan ketahanan dan distribusi energi nasional.
 
Terminal Terpadu Palaran dirancang sebagai infrastruktur energi modern yang akan memperkuat rantai pasok energi di Kalimantan Timur, termasuk mendukung kebutuhan energi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN). Fasilitas ini mencakup pembangunan 12 tangki penyimpanan BBM berkapasitas total 37.500 kiloliter, jetty berkapasitas 7.500 DWT, sistem perpipaan terintegrasi, fasilitas truck loading, serta berbagai fasilitas pendukung operasional dan keselamatan berstandar tinggi. Bersama terminal di Biak dan Maumere, proyek ini akan meningkatkan kapasitas penyimpanan BBM nasional serta memperkuat keandalan distribusi energi, khususnya di wilayah Indonesia Timur.
 
Proyek ini sekaligus menunjukkan kapabilitas Elnusa dalam menghadirkan layanan Engineering, Procurement, and Construction (EPC) terintegrasi untuk infrastruktur energi strategis nasional. Bersama PT Pamitra Jaya Konstruksi dalam sebuah konsorsium, Elnusa bertindak sebagai pimpinan konsorsium yang mengelola seluruh tahapan proyek mulai dari engineering, process safety, pengadaan material strategis, konstruksi multidisiplin, hingga commissioning dan sertifikasi fasilitas.

Direktur Operasi Elnusa, Andri Haribowo, mengatakan bahwa Terminal Terpadu Palaran mencerminkan transformasi Elnusa sebagai penyedia solusi energi terintegrasi yang tidak hanya unggul dalam jasa hulu migas, tetapi juga semakin kuat pada pembangunan infrastruktur energi nasional.
 
“Proyek ini merupakan bukti nyata kemampuan Elnusa dalam mengintegrasikan kompetensi engineering, konstruksi, teknologi digital, dan HSSE untuk menghadirkan infrastruktur energi yang andal dan berkelanjutan. Keberadaan Terminal Terpadu Palaran tidak hanya memperkuat distribusi energi di Kalimantan Timur, tetapi juga menjadi enabler penting bagi pengembangan industri, hilirisasi, dan pertumbuhan ekonomi kawasan, termasuk mendukung ekosistem IKN,” ujar Andri.
 
Untuk meningkatkan efisiensi dan keandalan operasional, proyek ini mengimplementasikan berbagai teknologi digital modern seperti Terminal Automation System (TAS), Automation Tank Gauging, In-line Blending Biosolar, sistem metering digital, serta sistem keselamatan terintegrasi. Penerapan teknologi tersebut memungkinkan pengelolaan terminal yang lebih akurat, efisien, aman, dan transparan sehingga mampu meningkatkan efektivitas distribusi energi secara berkelanjutan.
 
Terminal ini juga akan terhubung dengan jaringan distribusi energi yang lebih luas melalui integrasi fasilitas pipeline Balikpapan–Samarinda, fasilitas jetty, dan truck loading, sehingga memperkuat fleksibilitas serta efisiensi rantai pasok energi regional. Integrasi tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan kebutuhan energi seiring berkembangnya aktivitas industri dan investasi di Kalimantan Timur.
 
Elnusa juga menerapkan prinsip keberlanjutan dalam pelaksanaan proyek melalui penguatan aspek HSSE, pengelolaan lingkungan, penggunaan kendaraan listrik operasional, serta pemberdayaan tenaga kerja dan penyedia jasa lokal. Pendekatan ini mencerminkan komitmen Elnusa untuk menghadirkan infrastruktur energi yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
 
“Ketahanan energi membutuhkan infrastruktur yang modern, terintegrasi, dan mampu mengikuti perkembangan kebutuhan industri. Melalui Proyek Terminal Terpadu Palaran, Elnusa berkontribusi dalam membangun fondasi distribusi energi yang lebih kuat dan efisien untuk mendukung agenda hilirisasi, pertumbuhan industri, serta kemandirian energi nasional. Ke depan, kami akan terus memperkuat kontribusi melalui solusi energi terintegrasi berbasis teknologi dan inovasi,” tutup Andri. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok Elnusa

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Dukung Ekspansi Industri Baja Nasional ke Pasar Global, Pelindo Regional 2 Banten Fasilitasi Pengiriman Ekspor Melalui Pelabuhan Ciwandan

BANTEN, RESOURCESASIA.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Banten menegaskan portofolionya sebagai simpul logistik …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *