RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Di era digital seperti sekarang ini, emansipasi wanita juga kesetaraan gender ikut menggaung. Persamaan hak bagi perempuan dalam berbagai aspek semakin bergema disuarakan di berbagai media.
Termasuk urusan pemberdayaan perempuan yang sudah semakin mengalami kemajuan dan setidaknya dimengerti khalayak. Pemangku kepentingan seperti pemerintah juga perusahaan ikut menyumbangkan peran dalam membumikan narasi emansipasi wanita.
BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID atau Mining Industry Indonesia ikut serta dalam mendorong untuk membumikan emansipasi wanita lewat berbagai program pemberdayaan perempuan. Berbagai inisiatif lewat program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) untuk memberdayakan perempuan dilakukan Grup MIND ID yang beranggotakan di antaranya PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Inalum dan PT Timah.
“Emansipasi akan terwujud saat kita kerja kolektif untuk melakukan inisiatif lewat berbagai program untuk mendorong agar emansipasi wanita semakin membumi. MIND ID konsisten melakukan berbagai program pemberdayaan perempuan,” kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf.
BACA JUGA:
Grup MIND ID Targetkan Reklamasi Ratusan Hektar Lahan Bekas Tambang
Salah satu program pemberdayaaan perempuan, lewat anggota Grup MIND ID, PT Timah Tbk yang meluncurkan program Budaya Menawan atau Budidaya Ayam Arab dan Merawang Berwawasan Lingkungan. Program ini merupakan bentuk sinergi PT Timah dengan Kelompok Wanita Limau Jaya di Desa Air Limau dan Kelompok Wanita Perkasa di Desa Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.
Ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan ibu rumah tangga dibalut dalam pemberdayaan ekonomi kelompok perempuan menjadi topik utama yang disematkan dalam program Budaya Menawan PT Timah Tbk. Ketua Kelompok Wanita Limau Jaya, Supiawati mengaku mendapat banyak manfaat dari mengembangkan usaha ternak ayam arab ini.

“Selama belajar program Budaya Menawan PT Timah, banyak manfaat yang kami dapatkan kami belajar Budidaya ayam dan sudah ada penghasilan tambahan. Kalau sebelumnya kami hanya ibu rumah tangga biasa, tidak ada pendapatan, hanya tergantung pendapatan suami. Namun semenjak ada program ini, kami IRT sudah ada penghasilan tambahan untuk mensejahterakan keluarga kami,” katanya.
Anggota Grup MIND ID, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) juga menjalankan program pemberdayaan perempuan lewat pembuatan wadah bagi pengrajin batik di Sentra Industri Bukit Asam (SIBA) Batik Kujur di Kabupaten Muara Enim.
Batik Kujur sendiri merupakan desain batik mengusung motif warisan leluhur berupa kearifan lokal, seperti kujur, kopi, rumah tengkiang, dan bunga tanjur. Kujur adalah tombak tradisional warisan budaya leluhur masyarakat Tanjung Enim, Sumatera Selatan.
Kelompok SIBA Batik Kujur berjumlah 12 orang dengan jumlah pengrajin sebanyak 35 orang dengan latar belakang merupakan ibu-ibu rumah tangga di Dusun Tanjung, Desa Tanjung Enim.
BACA JUGA:
Deretan Inisiatif Grup MIND ID Jadi Bukti Pelestarian Masyarakat Adat
“Selain mendorong pemberdayaan perempuan, anggota Grup MIND ID, PTBA lewat SIBA Batik Kujur berusaha mengenalkan produk batik ramah lingkungan dan warisan kebudayaan adiluhung masyarakat Tanjung Enim,” ucap Heri.
Produk turunan Batik Kujur di antaranya kain, topi, kipas, dompet, tas, baju, hingga masker. Urusan pemasaran, PTBA menyediakan Outlet Batik Kujur di kawasan SIBA Center. PTBA juga menyokong infrastruktur seperti membuat rumah produksi Batik Kujur di Dusun Tanjung dan mendorong agar proses produksi Batik Kujur lebih meningkat dan terus berinovasi menghasilkan produk lebih beragam.
“Program SIBA Batik Kujur merupakan upaya pemberdayaan perempuan khususnya bagi kelompok masyarakat di sekitar wilayah tambang di Muara Enim dengan mengedepankan pelestarian budaya lokal dan menjalankan ekonomi sirkular,” kata dia. (Rama Julian)
Foto: Dok MIND ID
Resources Asia Energi News Makers