Monday , 19 April 2021
Home / ENERGI MINYAK & GAS / PEP Komitmen Capai 18.000 BOPD Melalui Project SSOP

PEP Komitmen Capai 18.000 BOPD Melalui Project SSOP

RESOURCESASIA.ID, PRABUMULIH – PT Pertamina EP, anak perusahaan PT Pertamina (Persero) sekaligus Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas, mempunyai tugas utama untuk mencari sumber minyak dan gas untuk mencapai target produksi yang telah ditetapkan. Salah satu strategi yang dijalankan antara lain melalui Sistem Sinergi Optimalisasi Produksi (SSOP).

Production & Operation Director PT Pertamina EP Chalid Said Salim menjelaskan dengan adanya SSOP yang difokuskan pada reaktivasi sumur-sumur produksi di Prabumulih Field, Asset 2 dapat mencapai target produksi 18.000 BOPD. Melalui program jangka pendek, menengah dan panjang yang akan dibedah melalui SSOP, diharapkan permasalah utama struktur Talang Jimar dengan problem utama air terproduksi dan water management dapat secepatnya dituntaskan. Permasalahan ini tentunya harus didukung dengan kesiapan fasilitas produksi yang mumpuni agar mampu menberikan hasil terbaik bagi Asset 2.

Harapan itu disampaikan saat penutupan Workshop Sistem Sinergi Optimalisasi Produksi (SSOP) PT Pertamina EP (PEP) Asset 2, Jumat (19/10) di Gedung patra Ria Komperta Prabumulih. “Kita semua tahu bahwa permasalahan klasik sumur-sumur produksi di Prabumulih Field, utamanya di Talang Jimar adalah air terproduksi, khususnya bagaimana kita mengatasi water management di Struktur TLJ, OGN, TTB, PMB dan sekitarnya adalah masalah injeksi air. Bagaimana kita bisa mengelola dan memperbaiki kualitas air tersebut dan menginjeksikannya kembali ke masing-masing struktur agar dapat mendorong peningkatan produksi,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Asset 2 General Manager Astri Pujianto mengapresiasi dilaksanakannya workshop SSOP yang difokuskan pada lapangan-lapangan tua dan struktur di Prabumulih Field. “Jika kita berbicara masalah peningkatan produksi, tak lepas bagaimana kita mengelola water management yang baik dan harus didukung oleh kesiapan pasprod seperti trunk line yang baik di sekitar OGN dan TTB. “Bagaimana kondisi minyaknya apakah sesuai standar, masalah kelistrikan dan keamanan. Kolaborasi EPT, EOR dan tim Prabumulih Field dalam mendukung keberhasilan project sangat dibutuhkan dan Asset harus memastikan setiap sumur aktif itu punya potensi untuk ditingkatkan lagi,” harapnya.

Sebelumnya Prabumulih Field Manager Heragung Ujiantoro menyampaikan selayang pandang dan overview terkait kinerja produksi migas di Prabumulih Field, peluang dan tantangan yang harus dipecahkan bersama. Bagaimana kinerja sumuran, optimalisasi produksi agar tidak terjadi penurunan produksi. “Dari 198 sumur aktif, kontribusi terbesar dihasilkan dari lifting ESP yang mencapai 47% atau sebesar 2940 bopd, metode lainnya menggunakan SRP, HPU,SA. Saya beharap dengan digulirkannya project SSOP ini, apalagi dengan bantuan kawan-kawan dari Jakarta dan para senior kita dalam mengelola dan menyusun konsep water management dengan baik. Memperbaiki kualitas injeksi air di TLJ, OGN dan TTB dan struktur terkait lainnya sekaligus melakukan gross up serta pressure maintenance di masing-masing struktur, sehingga target produksi minyak Prabumulih Field pada kisaran 8500 bopd dapat terus ditingkatkan, tentunya dengan pengelolaan water management sebaik mungkin,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut tim Manajemen PEP juga melakukan peninjauan lapangan ke SP 6 Talang Jimar, guna melihat langsung proses pengelolaan air terproduksi dan water management yang dipandu Prabumulih Field Manager Heragung Ujiantoro dan Kepala Distrik setempat. Dari SP 6, tim kerja SSOP melanjutkan kunjungan ke SKG 10 Prabumulih Barat yang merupakan SKG terbesar di Asset 2. “SKG 10 ini adalah pusat keluar masuknya aliran gas yang akan didistribusikan keseluruh konsumen, apakah ke RU 3 Plaju atau pun ke Pulau Jawa, melalui Pagar Dewa. Dimana pendistribusian dan pengukurannya dilakukan disini, termasuk suplay gas dari Medco dan mitra lainnya,” ujarnya.

Beliau berharap project SSOP nantinya benar-benar membuahkan hasil yang strategis dan optimal. “Tentunya dibutuhkan kerjasama yang solid dari semua tim kerja, tanggung jawab sebaik mungkin sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan dengan baik. Diharapkan pula kedepan P3 akan benar-benar akan menjadi Pusat Pengumpul Produksi minyak, tidak lagi bercampur gross. Serta diharapkan project SSOP ini juga didukung oleh tim EPT, EOR Jakarta untuk sama-sama meningkatkan produksi minyak di Asset 2,” pungkasnya. (Dian)

Foto: Ist

Check Also

Bring Barrels Home, Kontribusi Subholding Upstream Pertamina Amankan Kebutuhan Dalam Negeri

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dalam rangka mewujudkan aspirasi Pertamina untuk memberikan keamanan energi bagi Indonesia, melalui …

Leave a Reply