Sunday , 26 April 2026
Home / ENERGI HIJAU / Pentingnya Penyelarasan Kurikulum dan Program Pelatihan Dengan Sertifikasi Kompetensi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Roda Dua

Pentingnya Penyelarasan Kurikulum dan Program Pelatihan Dengan Sertifikasi Kompetensi Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) Roda Dua

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – ENTREV, program kolaborasi Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP), bersama Su-Re.co (Sustainability & Resilience – Sure Tangguh Think Tank) dan Spora Institute menggelar workshop pada 25 Februari 2026 tentang penyelarasan kurikulum dan program pelatihan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) roda dua di Jakarta. Kegiatan ini mempertemukan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Ketenagakerjaan,  Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, Dinas Pendidikan DKI Jakarta, SMK di Jabodetabek, dan pemangku kepentingan lainnya, untuk menyamakan arah penguatan kompetensi Sumber Daya manusia (SDM) di sektor kendaraan listrik. Workshop ini diselenggarakan sebagai respons atas percepatan transformasi industri otomotif nasional menuju elektrifikasi, dengan tujuan memastikan kurikulum dan pelatihan selaras dengan kebutuhan industri serta perkembangan teknologi terkini. Langkah ini dinilai strategis untuk memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia di era kendaraan listrik.

Melalui workshop ini, ENTREV mendorong dialog terbuka antara regulator, dunia pendidikan, dan industri agar tercipta ekosistem pelatihan yang adaptif, relevan, dan berkelanjutan. Penyelarasan kurikulum tidak hanya menjadi kebutuhan teknis, tetapi juga bagian penting dari strategi nasional dalam membangun rantai pasok kendaraan listrik yang kuat dari hulu ke hilir. Kegiatan ini juga menjadi upaya untuk menjawab tantangan yang berkembang di masyarakat terkait isu “link and match”, yakni keterhubungan dan kesesuaian antara kesiapan sumber daya manusia dari institusi pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja di industri.

Dari data riset Su-Re.co yang disampaikan oleh Iqbal Lisan menunjukan bahwa pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) di Indonesia menyimpan potensi ekonomi dan penyerapan tenaga kerja yang sangat besar, di mana diperlukan hingga 63.500 tenaga kerja terampil pada tahun 2030 untuk mendukung target reduksi emisi sebesar 7,25 juta ton CO2. Peluang ini terlihat sangat nyata pada sektor konversi yang bersifat padat karya dengan rasio penyerapan 20 tenaga kerja per 1.000 unit kendaraan, serta menjadi momentum emas bagi 125.000 lulusan Teknik Sepeda Motor (TSM) tahunan untuk meningkatkan kompetensi dan mengisi kebutuhan industri masa depan melalui sertifikasi khusus.

Eko Adji Buwono, Project Coordinator ENTREV, menyampaikan bahwa penguatan kompetensi SDM dengan sertifikasi keteknisan yang di akreditasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)  medukung penyerapan tenaga kerja yang memenuhi standar kompetensi nasional, sehingga lulusan SMK dipastikan akan lebih siap kerja dan lebih mudah diterima bekerja di industri.

Transformasi menuju kendaraan listrik tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi. Kita perlu memastikan SDM kita memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Sementara itu, Achmad Rawangga Yogaswara dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) dari Kementerian Perindustrian Republik Indonesia menilai inisiatif ini sejalan dengan agenda penguatan SDM industri nasional.

“Kolaborasi seperti ini sangat penting untuk memastikan kurikulum pendidikan dan pelatihan industri selaras dengan kebutuhan nyata di lapangan. Kami menyambut baik langkah ENTREV dalam mempertemukan berbagai pihak untuk membangun standar kompetensi yang relevan dan berdaya saing,” ujar Achmad Rawangga Yogaswara.

Dari sisi pendidikan vokasi, dukungan serupa juga disampaikan oleh pemerintah. Penyelarasan kurikulum dinilai menjadi kunci agar lulusan SMK dan lembaga pelatihan memiliki peluang lebih besar untuk terserap di industri kendaraan listrik yang tengah berkembang.

“Kami melihat pengembangan KBLBB sebagai peluang besar bagi lulusan vokasi. Dengan kurikulum yang tepat dan pelatihan yang terstandar, peserta didik akan lebih siap menghadapi kebutuhan industri masa depan,” ungkap Muhammad Habib dari  Direktorat SMK, Ditjen Vokasi, Kemendikdasmen.

Dengan demikian, ENTREV menegaskan komitmennya untuk terus mendorong sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan industri dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan berkelanjutan. Melalui penyelarasan kurikulum dan program pelatihan yang tepat sasaran, Indonesia diharapkan mampu mencetak SDM unggul yang siap mendukung transformasi industri menuju masa depan yang lebih hijau dan kompetitif. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Respon Kehadiran Bahan Bakar Alternatif, Ditjen Migas Arahkan Uji Teknis Klasifikasi Bobibos

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian Energi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *