Tuesday , 28 April 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Pemerintah Serius Kembangkan Energi Baru di Masa Depan Wujudkan Transisi Energi

Pemerintah Serius Kembangkan Energi Baru di Masa Depan Wujudkan Transisi Energi

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Pemerintah terus berupaya untuk mewujudkan transisi energi nasional dari energi fosil ke energi terbarukan. Salah satu upayanya adalah dengan mengembangkan energi baru, seperti hidrogen, Sustainable Aviation Fuel (SAF), dan Blue Ammonia.

Hidrogen diproyeksikan akan mulai tumbuh setelah tahun 2030, yang pemanfaatannya akan lebih luas mencakup kendaraan hidrogen (fuel cell atau bahan bakar sintetis), pembangkitan listrik, dan sebagai penyimpanan energi. Hidrogen juga akan dimanfaatkan sebagai bagian upaya dekarbonisasi pada hard to abate sectors (shipping, aviation, steel production, manufacture, long distance transportation).

“Dalam skala kecil untuk proyek hidrogen telah dilakukan pilot project, namun untuk skala ekonomi ini masih menunggu perkembangan teknologi industri,” ujar Arifin dalam konferensi pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Tahun 2023, di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin (15/1).

BACA JUGA :

Pemerintah Berhasil Tekan Emisi GRK 127.67 Juta Ton Sektor Energi

Selain teknologi Hidrogen, pemerintah juga sukses melakukan penerbangan komersial pertama di dunia menggunakan SAF bioavtur J2.4 yang berbasis minyak inti sawit pada 27 Oktober 2023 dengan rute Jakarta-Solo. SAF diproduksi dengan mencampur bahan bakar EBT dan bahan bakar JET konvensional. Penerbangan ini adalah bentuk keseriusan Indonesia untuk mewujudkan Net Zero Emission (NZE) 2060 atau lebih cepat.

“Selanjutnya memang kita harapkan adanya pembangunan refinery skala besar karena memang Bioavtur ini menjadi salah satu target pemakaian dari pada aviasi internasional,” terang Arifin.

Teknologi lainnya yaitu penggunaan Amonia yang diproduksi dengan menggunakan gas alam. Produksi energi masa depan tersebut dilakukan dengan mengkonversi gas alam menjadi gas sitesis (syngas) yang kemudian direaksikan dengan nitrogen untuk menghasilkan 875 ribu ton per tahun Blue Ammonia.

“Blue Ammonia ini ground breaking sudah dilakukan akhir tahun yang lalu dimana akan dibangun Blue ammonia di wilayah Bintuni dimana CO2 yang berasal dari feedstock maupun dari output pemrosesan itu bisa terinjeksikan ke dalam reservoir yang ada di wilayah Bintuni tersebut yang selama ini sudah ditarik gasnya,” terang Arifin.

BACA JUGA :

Tekan Laju Penurunan Produksi Minyak Bumi, Ini Strategi Pemerintah 

Pengembangan energi baru merupakan langkah yang tepat untuk mewujudkan transisi energi nasional. Energi baru dapat membantu Indonesia untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan meningkatkan ketahanan energi nasional. Selain itu, energi baru juga dapat membantu Indonesia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengatasi perubahan iklim. (Rama Julian)

Foto : Dok Resourcesasia.id

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Uji Jalan B50 Sektor Otomotif Tunjukkan Hasil Aman

KABUPATEN BANDUNG, RESOURCESASIA.ID – Di tengah dinamika geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga energi, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *