Monday , 19 April 2021
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Pemerintah Optimis Tren Positif Investasi Hulu Migas Terus Berlanjut

Pemerintah Optimis Tren Positif Investasi Hulu Migas Terus Berlanjut

Resourcesasia.id, Jakarta – Sejak diterapkan pada 2017, skema Production Sharing Contract (PSC) gross split telah berdampak positif terhadap iklim investasi migas di Indonesia. Pemerintah optimistis tren positif ini berlanjut dengan lakunya blok-blok migas yang ditawarkan, baik itu blok baru, maupun blok terminasi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menyatakan bahwa pada tahun 2015 dan 2016 tidak ada satu pun blok migas yang dilelang pemerintah (22 blok) diminati investor. Saat itu masih menggunakan skema PSC Cost Recovery.

“Setelah kita ubah jadi gross split di 2017, lima blok migas (dari 10 Wilayah Kerja konvensional) yang kita tawarkan laku. Untuk tahun ini sudah ada 4 blok, kita tunggu sampai Juni berapa lagi yang laku, kita optimis akan terus laku, ini sangat positif”, ungkap Arcandra, seperti diberitakan laman esdm.go.id, Minggu (20/5).

Selain blok migas baru yang ditawarkan, lanjut Arcandra, tercatat pula 13 blok terminasi yang menggunakan skema gross split dari rentang 2017 hingga kini. Salah satunya adalah blok terminasi Jambi-Merang, dimana nilai investasi komitmen kerja pasti 5 tahun sebesar USD 239 juta, dengan kontraktor Pertamina. “(Komitmen pasti) ini besar sekali. Dan baru terjadi pada tahun ini”, imbuh Wamen Arcandra.

Kebijakan lainnya yang dilakukan pemerintah untuk menarik minat investor dan memberikan kemudahan berinvestasi adalah dengan diterbitkannya PP Nomor 53 Tahun 2017 tentang Perlakuan Perpajakan pada Kegiatan Usaha Hulu Migas dengan Kontrak Bagi Hasil Gross Split.

Arcandra menjelaskan, dengan terbitnya PP tersebut, Kementerian Keuangan memberikan insentif dalam bentuk tidak membebankan biaya kepada kontraktor dalam kegiatan eksplorasi, dimana indirect tax (pajak tidak langsung) kini digratiskan hingga first oil. “Pada PP 53 Tahun 2017, Kementerian Keuangan memberikan insentif lagi, indirect tax dibebaskan, bahkan sampai dengan First Oil”, imbuhnya.

Arcandra juga yakin bahwa ke depannya, investasi sektor hulu migas di Indonesia akan semakin bergairah, seiring meningkatnya harga minyak mentah dunia. “Saya optimis akan banyak investor”, tegasnya. (RA)

Foto: Ist

Check Also

Bring Barrels Home, Kontribusi Subholding Upstream Pertamina Amankan Kebutuhan Dalam Negeri

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dalam rangka mewujudkan aspirasi Pertamina untuk memberikan keamanan energi bagi Indonesia, melalui …

Leave a Reply