Tuesday , 16 July 2024
Home / ENERGI TERBARUKAN / Pembangkit Listrik Malaysia Capai 40 Persen Dari Energi Terbarukan

Pembangkit Listrik Malaysia Capai 40 Persen Dari Energi Terbarukan

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Dengan tren pertumbuhan saat ini, Malaysia diperkirakan bisa mencapai kapasitas energi terbarukan sebesar 18,2 persen pada tahun 2025 dan 36,4 persen pada tahun 2035. Hal ini didukung oleh data terkini yang menunjukan bahwa 13,3 persen dari total kapasitas pembangkit listrik di Malaysia berasal dari energi terbarukan.

Pada tahun 2021 lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Alam Malaysia menetapkan target kapasitas energi terbarukan sebesar 31 persen pada tahun 2025 dan 40 persen tahun 2035. Sementara dalam Kebijakan Energi Nasional (2022–2040), Pemerintah Malaysia menetapkan target kapasitas terbarukan sebesar 18,4 gigawatt (GW) pada tahun 2040.

Dalam laporan terbarunya berjudul “Malaysia Power Market Size, Trends, Regulations, Competitive Landscape and Forecast, 2024-2035,” GlobalData mengungkapkan bahwa Malaysia kaya akan potensi sumber energi terbarukan yang belum dimanfaatkan. Dengan populasi yang terus bertambah dan permintaan listrik yang meningkat, negara ini pun bertekad untuk segera beralih ke energi bersih.

“Malaysia memiliki potensi untuk mengembangkan sistem energi terbarukan guna mencapai keamanan energi sekaligus mengatasi masalah perubahan iklim,” tulis GlobalData dalam laporannya tersebut yang dirilis, Selasa (9/7).

Menurut Analis Tenaga Listrik GlobalData, Sudeshna Sarmah, pada tahun 2016, komisi energi Malaysia, Suruhanjaya Tenaga (ST), telah memperkenalkan program tenaga surya berskala besar (large scale solar/LSS) dengan total kuota 1.250 megawatt (MW) selama periode 2017-2020. Program ini merupakan upaya percepatan pertumbuhan sistem PV yang terhubung ke jaringan (ongrid). Selain itu, program Net Energy Metering (NEM)  ini juga telah memicu kebangkitan pasar energi terbarukan.

Tenaga surya PV, biopower, dan tenaga hidro skala kecil adalah tiga sumber energi terbarukan yang selama ini telah dimanfaatkan di Malaysia. Pada tahun 2015, Pemerintah Malaysia mengambil langkah untuk mengeksplorasi tenaga panas bumi dengan meluncurkan proyek Tawau berkapasitas 30 MW, namun kemudian dibatalkan.

Karena kecepatan angin yang tidak menguntungkan selama musim sepi, Malaysia hanya memiliki satu pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) dengan kapasitas 0,2 MW. Sementara beberapa proyek PLTB kecil lainnya belum memberikan pengaruh.

Pemerintah Malaysia juga telah melakukan berbagai upaya untuk memprioritaskan energi hijau, termasuk memperpanjang Green Investment Tax Allowance dan Green Income Tax Exemption hingga tahun 2023. Untuk mendorong partisipasi dalam skema NEM, Pemerintah Malaysia memerpanjang insentif income tax exemption (ITE) untuk perusahaan penyewaan panel tenaga surya hingga Desember 2026.

“Pemerintah memiliki kebijakan Feed-in Tariffs untuk kapasitas hingga 1 MW dan kebijakan Net Metering untuk mendorong adopsi energi terbarukan. Beragam upaya Pemerintah seperti kebijakan yang mendorong investasi asing untuk mendirikan proyek energi terbarukan berskala besar dapat mendorong negara ini mencapai tujuan energi terbarukannya,” ujar Sarmah menyimpulkan. (RA)

Foto: Dok ist

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (migas), mineral dan batubara (minerba), kelistrikan, energi terbarukan (ebt), industri penunjang, lingkungan, CSR, perdagangan dan lainnya.

Check Also

Dukung Produksi Migas, PHE ONWJ Aktifkan Kembali Platform LES di Lepas Pantai Karawang

RESOURCESASIA.ID, KARAWANG – Untuk menjaga ketahanan energi, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *