Monday , 25 May 2026
Home / KELISTRIKAN / Panen Energi dari Kelembaban Udara, Tim ITPLN Sabet Medali Emas dari Pemerintah Malaysia

Panen Energi dari Kelembaban Udara, Tim ITPLN Sabet Medali Emas dari Pemerintah Malaysia

KUALA LUMPUR, RESOURCESASIA.ID – Tim inovasi Institut Teknologi Perusahaan Listrik Negara (ITPLN) berhasil mengukir prestasi gemilang di kancah internasional. Tim yang dipimpin oleh dosen pembimbing Ir. Dwi Listiawati, M.T., IPM., ASEAN Eng., sukses membawa pulang medali emas dari Kementerian Riset Malaysia dalam ajang Invention, Innovation, Technology Competition & Exhibition (ITEX) 2026 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 18–20 Mei 2026 kemarin.

Inovasi yang mereka usung terbilang revolusioner: sebuah alat pemanen energi dari kelembapan udara yang diberi nama Prototype Hygroelectric Generator (HEG). Bukan sekadar alat biasa, HEG dirancang khusus sebagai sumber energi mandiri untuk sistem pemantauan gas karbon dioksida (CO2) tanpa memerlukan baterai eksternal.

Dosen pembimbing tim ITPLN, Dwi Listiawati, mengungkapkan bahwa ide ini berakar dari urgensi penanganan krisis iklim dan keterbatasan alat pemantau konvensional yang selama ini sangat bergantung pada baterai sekali pakai. Ketergantungan tersebut dinilai memperberat beban lingkungan akibat limbah B3.

“Kami melihat ada potensi besar yang belum tergarap optimal pada kelembapan udara. Melalui lapisan hidrogel higroskopis yang menciptakan gradien kelembapan, kami berhasil memicu pergerakan ion dan menghasilkan listrik,” ujar Dwi Lis saat berbincang, Minggu, 24 Mei 2026.

Inovasi ini digarap secara kolektif oleh lima mahasiswa lintas disiplin ilmu di ITPLN, yakni Yana Agustianingsih Miharjo (S1 Sistem Energi), Seja Sastrianto (S1 Teknik Elektro), Evan Leonardus Ginting (S1 Teknik Tenaga Listrik), Aliya Salsabila Faryani (S1 Teknik Tenaga Listrik), dan Yoan Rivaldy Ada’ (S1 Bisnis Energi). Mereka berhasil menyisihkan 700 tim dari berbagai negara di dunia.

Kolaborasi antardisiplin ini melahirkan pendekatan mutakhir, mulai dari perancangan berbasis material tinta konduktif dan serat kayu, hingga penerapan algoritma energy-aware sampling untuk efisiensi daya sensor CO2.

Keberhasilan menyabet medali emas di ITEX 2026 menjadi bukti nyata bahwa inovasi hijau asal Indonesia mampu bersaing di panggung dunia. Skema desain seri dan paralel yang fleksibel pada HEG juga membuka peluang komersialisasi tinggi karena biaya produksinya yang tergolong rendah serta ramah lingkungan. Setiap program inovasi ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

“Ini baru langkah awal. Ke depan, kami memproyeksikan teknologi HEG ini sebagai baterai masa depan untuk berbagai komponen elektronik ultra-low-power, sekaligus mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs),” pungkas Dwi Lis optimistis. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok ITPLN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Dongkrak Kinerja Bisnis, Pertamina Optimalisasi AI dan Digitalisasi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina (Persero) berkomitmen terus memperkuat transformasi digital melalui implementasi Artificial Intelligence …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *