Tuesday , 7 February 2023
Home / CSR / Mitra Binaan UMKM PT Badak NGL, Daur Ulang Limbah Alumunium Jadi Baling-Baling Kapal Nelayan
Pekerja UMKM binaan PT Badak NGL Bontang, Kaltim, Telihan Recycle, sedang mencetak baling-baling kapal dari sampah alumnium, Kamis (1/12/2022)

Mitra Binaan UMKM PT Badak NGL, Daur Ulang Limbah Alumunium Jadi Baling-Baling Kapal Nelayan

RESOURCESASIA.ID, BONTANG, KALIMAMTAN TIMUR – Mitra binaan UMKM PT Badak NGL Bontang, Kalimantan Timur, Telihan Recycle, berinovasi mengolah sampah aluminium pembalut pipa gas (insulation) yang sudah tak terpakai milik PT Badak NGL, menjadi baling-baling kapal yang dibutuhkan masyarakat nelayan pesisir di Bontang dan Kaltim.

“Kapasitas maksimal produksinya bisa mencapai 100 unit baling-baling per hari. Dijual dengan harga Rp15.000 per unit, lebih murah dari harga produk sejenis yang dijual di toko-toko,” kata Manager CSR dan Relation PT Badak NGL, M Irfan Hidayat kepada wartawan yang berkunjung ke Kantor PT Badak NGL di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (1/12).


Manager CSR dan Relation PT Badak NGL, M Irfan Hidayat

Irfan mengatakan produk baling-baling kapal Telihan Recycle merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan yang mulai dijalankan PT Badak NGL pada tahun ini sebagai komitmen untuk turut menjaga kelestarian lingkungan di wilayah Kota Bontang.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan menginisiasi adanya program Salin Swara yang memiliki fokus terhadap pengelolaan sampah, bank sampah, dan pemanfaatan sampah terpadu masyarakat Bontang.

Melalui program ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah sudut pandang dalam menilai sampah yang semula dianggap negatif menjadi suatu hal yang positif serta sampah tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat baik secara lingkungan, ekonomi, dan sosial.

Menurut Irfan, Telihan Recycle pada awalnya juga menjalankan pengelolaan bank sampah. Kemudian mulai tahun ini PT Badak memberikan dukungan untuk berinovasi menghasilkan produk daur ulang yang mempunyai nilai tambah lebih besar.

“Itu yang menjadi menarik adalah limbah aluminium tersebut bukan dari limbah B3”, kata Irfan .


Limbah Alumunium pembalut pipa gas

Selain memasok kebutuhan bahan baku limbah aluminium, menurut Irfan, pihak Badak NGL memberikan bantuan alat peleburan dan mendatangkan tenaga ahli teknologi peleburan dari Jawa untuk memberikan pelatihan kepada anggota Telihan Recycle.

Alfian, Koordinator Telihan Recycle, mengatakan dalam memproduksi baling-baling kapal, pihaknya sebagian besar memanfaatkan sampah aluminium dari PT Badak. Selain itu, ada juga sampah panci, kanvas rem dan lainnya dari rumah tangga, bengkel maupun pengepul yang ada di sekitar wilayah Kelurahan Telihan, Bontang.


Alfian, Koordinator Telihan Recycle

Sampah-sampah tersebut dilebur lalu dibentuk menjadi baling-baling kapal atau juga menjadi batangan ingot dengan kemurnian hingga 98 persen.

Pembuatan batangan ingot ini untuk menjaga tingkat kemurnian aluminium serta menghilangkan kotoran-kotoran yang menempel pada sampah alumnium. Oleh karena itu, dari 100 kg sampah alumunium, setelah dilebur menjadi ingot hanya sekitar 70 kg. Dari 1 kg ingot bisa untuk memproduksi 4-5 unit baling-baling kapal ukuran 13 PK.


Limbah Sampah ALumunium dilebur lalu dibentuk menjadi batangan ingot dengan kemurnian hingga 98 persen.

“Ingot ini dipakai untuk membuat baling-baling kapal ukuran 13 PK dan sebagian dijual apabila dapat penawaran harga yang cukup bagus,” ujar Alfian.

Pengolahan limbah alumunium menjadi barang jadi baling-baling perahu. Ada 3 ukuran baling-baling yang diproduksi mitra binaan PT Badak NGL, ukuran baling-baling 5, 9, dan 12.


Mitra binaan PT Badak NGL, sulap sampah alumunium jd baling-baling untuk kapal nelayan

Alfian menjelaskan selama produksi baling-baling kapal sejak 3-4 bulan lalu, Telihan recycle sudah mampu mempekerjakan 5 pekerja dengan standar gaji UMR sekitar Rp3 jutaan per bulan.

“Total anggota Telihan Recycle ada 12 orang. Namun yang sudah mendapat pelatihan pembuatan baling-baling kapal aluminium ada 5 orang,” katanya.

Ia menambahkan, untuk 1 baling-baling perahu kita jual harga 15 ribu. Per hari kami produksi 100 baling-baling. Harga pasaran yang ada di Bontang itu 28-30ribu. Kita pasarkan dengan harga 15ribu dengan perhitungan bahan baku yang kita dapatkan tidak terlalu sulit karena dapat dari Badak NGL, dan kami juga mendapat aluminium keras dari bengkel-bengkel. Sampai saat ini kami sudah menghasilkan sekitar 500 baling baling.


Finising baling-baling untuk kapal nelayan yang siap dipasarkan

“Pasar baling-baling saat ini khususnya nelayan wilayah Bontang pesisir, sampai pesisir Kalimantan Utara. Selama ini kebutuhan baling-baling perahu di suplai dari Jawa, Alhamdulillah kami yang pertama yang memproduksi baling-baling perahu di Kaltim. Tapi produk kami juga sudah kami pasarkan sampai Donggala, meski masih kecil permintaannya. Sudah sampai ke Muara Badak, Sangata”, terang Alfian.


Mereka yang sudah mendapatkan pelatihan mencetak baling-baling sampai finising, Alfian, Yunus, Putra, Noel, dan Umar

Alfian berharap PT Badak ke depan bisa juga membantu dalam memperluas pemasaran dan promosi produk baling-baling Telihan Recycle. Diharapkan, dukungan promosi itu dapat meningkatkan penjualan baling-baling dan memperluas area penjualannya. (RAMA)

FOTO: RESOURCESASIA.ID

Check Also

Terapkan Borderless Operation, PT Pertamina Hulu Indonesia Bor 6 Sumur Eksplorasi

RESOURCESASIA.ID, SANGASANGA – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) sebagai Regional Kalimantan Subholding Upstream Pertamina terus …

Leave a Reply