Tuesday , 21 April 2026
Home / NASIONAL / MIND ID Dukung Strategi Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Mineral

MIND ID Dukung Strategi Pemerintah Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Mineral

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – BUMN Holding Pertambangan Indonesia MIND ID mendukung komitmen Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan mineral kritis dan strategis untuk meningkatkan nilai tambah bagi masyarakat dan negara.

Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Nugraha Mansury mengatakan, mineral kritis memiliki peranan penting dalam era transisi energi dimasa mendatang.

“Dengan upaya mengatasi perubahan iklim dan bagaimana kita mendukung transisi energi, permintaan mineral kritis akan meningkat lebih dari enam kali lipat dari saat ini,” ujar Pahala dalam Diskusi Panel “Outlook from The Region Update and Prospect for Cooperation dalam rangkaian Indonesia Africa Forum (IAF) 2024, Senin (2/9).

Pahala melanjutkan, peran Indonesia semakin krusial dengan melimpahnya sumberdaya mineral kritis seperti nikel dan tembaga yang merupakan bahan baku utama dalam memproduksi baterai kendaraan listrik.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Septian Hario Seto mengatakan, Indonesia memiliki sumber daya mineral yang krusial dalam upaya transisi energi global.

“Sumber daya mineral yang sangat besar harus dikembangkan untuk kemakmuran rakyat. Indonesia sudah mulai mengembangkan industri bernilai tambah. Jika kita menambang dan mengekspor tanpa memproses mineral-mineral ini maka selamanya kita akan selalu menjadi negara pertambangan,” ujar Seto dalam Sesi Diskusi Panel “Optimizing Mining Industry: Seizing Opportunities in The Critical Minerals Era di ajang IAF 2024.

Seto menambahkan, upaya peningkatan nilai tambah komoditas mineral dilakukan Indonesia untuk sektor nikel. Pada 2014, nilai ekspor nikel Indonesia mencapai US$ 2,9 miliar dimana sebesar 45 persen merupakan bijih nikel. Kebijakan larangan ekspor bijih nikel yang dilakukan Indonesia pada 2020 berdampak positif pada peningkatan nilai tambah yang mencapai US$34 miliar.

Tidak hanya bermanfaat pada peningkatan nilai tambah untuk negara, kebijakan hilirisasi nikel juga terbukti memberikan dampak positif pada peningkatan perekonomian dan pembangunan daerah.

“Kita bisa mengembangkan wilayah Indonesia Timur, banyak Foreign Direct Investment (FDI) masuk ke wilayah ini. Ini menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” jelas Seto.

Corporate Secretary MIND ID Heri Yusuf mengungkapkan, sebagai holding industri pertambangan, MIND ID berkomitmen penuh dalam mendukung strategi pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional dan meningkatkan nilai tambah mineral strategis.

BACA JUGA:

MIND ID Jadi 100 Indonesia Biggest Company 2024 Versi Fortune Indonesia

“MIND ID senantiasa melaksanakan praktik pertambangan berkelanjutan serta mendorong komitmen hilirisasi baik sektor nikel maupun tembaga. Upaya hilirisasi juga diharapkan berdampak pada peningkatan pendapatan bagi negara dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Heri.

Heri menjelaskan, ini dibuktikan dengan Grup MIND ID berhasil menuntaskan proyek strategis nasional di bidang mineral kritis. Terbaru, Anggota Holding MIND ID, PT Freeport Indonesia (PTFI) meresmikan proyek smelter tembaga di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Sepanjang 2023, Grup MIND ID berhasil menyelesaikan sejumlah proyek seperti ekspansi smelter tembaga di Gresik, Smelter Feni Haltim P3FH, Maluku Utara, Proyek PLTU Sumsel 8, Sumatra Selatan dan Pengembangan Ekosistem EV Battery.

Dalam mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) juga telah melakukan joint venture dengan perusahaan baterai EV terbesar asal Tiongkok, Contemporary Amperex Technology Co. Limited (CATL).

Proyek lainnya ialah pengembangan kawasan Industri Bukit Asam Coal Based Industrial, Sumatra Selatan Estate (BACBIE) serta pengembangan Kawasan Industri Kuala Tanjung, Sumatra Utara.

Grup MIND ID pun kini secara aktif mengawal sejumlah proyek strategis seperti PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) bakal berfokus meningkatkan kapasitas produksi alumunium nasional.

Antara lain Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat dan proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi. Kemudian optimalisasi Smelter Kuala Tanjung di Sumatera Utara yang ditargetkan meningkatkan kapasitas produksi pada 2024-2025 dan proyek Diversifikasi Aluminium Remelt PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA). (Rama Julian)

Foto: Dok MIND ID

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Perkuat Daya Saing di Era Transformasi Energi, Elnusa Fokus Bangun SDM yang Unggul sebagai Pilar Strategis Pertumbuhan Bisnis

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Di tengah dinamika transformasi industri energi, PT Elnusa Tbk (ELSA), bagian dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *