Monday , 15 June 2026
Home / LINGKUNGAN / Menperin Bertemu Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta

Menperin Bertemu Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menerima kunjungan Utusan Khusus Presiden bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Rabu (9/7). Dalam pertemuan tersebut, dibahas pengenalan teknologi terobosan dari Inggris, yang fokus pada pengembangan plastik biodegradable melalui teknologi biotransformation.

“Teknologi ini menawarkan solusi konkret dalam menghadapi tantangan sampah plastik, khususnya untuk plastik sekali pakai. Dengan pendekatan yang ramah lingkungan, Indonesia berpotensi menjadi pelopor di kawasan regional dalam pengembangan dan penerapan plastik mudah terurai,” ujar Menperin Agus seusai melakukan pertemuan tersebut.

Teknologi biotransformation ini memungkinkan plastik terurai secara alami dalam waktu yang relatif singkat, tanpa meninggalkan jejak microplastic maupun zat beracun. Keunggulan lainnya termasuk kemampuan untuk didaur ulang (recyclable), serta pengaturan waktu biodegradasi sesuai kebutuhan industri.

Menperin menekankan bahwa Kementerian Perindustrian akan menindaklanjuti kerja sama ini dengan menyusun roadmap dan rencana aksi penerapan teknologi ramah lingkungan tersebut. Langkah awalnya adalah dengan menyusun Rancangan Standar Nasional Industri (RSNI) untuk produk plastik yang mudah terurai.

“Kita perlu memastikan bahwa seluruh produk plastik dalam negeri ke depan dapat memenuhi standar lingkungan yang ketat. Ini tidak hanya penting untuk keberlanjutan, tetapi juga membuka peluang ekspor ke pasar global yang semakin peduli terhadap isu lingkungan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kemenperin juga akan menyusun kebijakan pemetaan bahan baku potensial yang dapat digunakan untuk memproduksi plastik mudah terurai. Hal ini mencakup pembuatan peta jalan bahan baku serta pemetaan daerah-daerah sumber bahan nabati yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, tanpa mengganggu ketersediaan pangan nasional.

“Riset terpadu antara bahan nabati untuk pangan dan industri sangat krusial. Kita tidak ingin terjadi benturan antara kepentingan ketahanan pangan dan keberlanjutan industri,” tambah Agus.

Kemenperin juga membuka peluang pemberian insentif bagi pelaku industri yang mulai mengadopsi teknologi plastik ramah lingkungan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju transformasi industri hijau di Indonesia.

Dengan dukungan teknologi modern dan adanya kolaborasi lintas kementerian serta dari para pelaku industri, diharapkan Indonesia dapat mengurangi secara signifikan dampak lingkungan dari limbah plastik, sekaligus mendorong daya saing industri nasional di era ekonomi berkelanjutan. (RA)

Foto: KEMENPERIN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Komut Pertamina Tinjau Kesiapan Pasokan Avtur di Bali Jelang Peningkatan Trafik Penerbangan

DENPASAR, RESOURCESASIA.ID – Menjelang meningkatnya aktivitas penerbangan pada periode liburan pertengahan tahun, Komisaris Utama PT …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *