Thursday , 16 July 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Menjelajahi Masa Depan Bisnis EBT, Analis Sebut Potensi PGEO Menjanjikan dalam Indeks LQ45
Panas bumi berperan dalam ketahanan energi dan mendukung target dekarbonisasi pada 2060. Indonesia saat ini memiliki PLTP dengan total kapasitas terpasang 2.418 MW hingga akhir 2023 atau 10% dari potensi, Foto dok PGE

Menjelajahi Masa Depan Bisnis EBT, Analis Sebut Potensi PGEO Menjanjikan dalam Indeks LQ45

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Staf Bidang Ekonomi, Industri, dan Global Markets dari Bank Maybank Indonesia, Myrdal Gunarto mengatakan energi baru dan terbarukan (EBT) cukup menjanjikan karena menjadi bisnis masa depan.

Sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk merealisasikan green economy dan zero carbon, Myrdal menilai perusahaan seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (IDX: PGEO) pun memiliki prospek yang bagus karena memiliki lini bisnis di bidang EBT, terlebih dengan masuknya PGEO ke dalam indeks LQ45 belakangan ini.

“Pertamina Geothermal Energy saya lihat performa bisnisnya baik ya dari tahun lalu. Ini kalau kita lihat dari 2022 juga berkesinambungan. Perkembangan dari ekspansi bisnis cukup kuat, terutama eksplorasi sumber energi baru dan hijau,” ujar Myrdal di Jakarta, Kamis (1/2).

Di sisi lain, pergerakan saham PGEO juga sangat menarik, karena bertahan di level tinggi. Menurut Myrdal, pada tahun lalu pergerakannya stabil di atas Rp1.000 dan cenderung akan menuju ke angka Rp1.600 per lembar saham.

BACA JUGA ;

Saham EBT Semakin Dicari, PGEO Resmi Tembus Indeks LQ45

“Apalagi kondisi pasar global yang cukup kondusif pada penurunan suku bunga Federal Reserve System (The Fed). Selain itu, masuknya PGEO ke Indeks LQ45 membuatnya menjadi saham yang benefit dan tentunya akan menambah kepercayaan bagi investor global untuk masuk ke PGEO,” jelas Myrdal.

Menurutnya, LQ45 merupakan kelompok saham prestisius yang memberikan keuntungan bagi investor. Masuknya PGEO ke dalam indeks ini meningkatkan kredibilitas dan kepercayaan investor global terhadap PGEO. Hal ini membuka peluang bagi PGEO untuk menarik lebih banyak investor dan meningkatkan pendanaan, sehingga memperkuat posisi PGEO dalam mengembangkan energi panas bumi dan berkontribusi pada transisi energi nasional.

Meski demikian, Myrdal melihat PGEO memiliki kebutuhan ekspansi yang cukup kuat. Namun, iklim suku bunga global dan nasional sulit turun karena ketidakpastian kebijakan The Fed dalam menurunkan suku bunga acuan global.

“Jika ke depan melakukan ekspansi maka harus konsisten untuk mendorong bisnis green economy, misalkan geothermal, hidro, atau cahaya. Karena PGEO kepanjangan dari pemerintah dan kita harapkan untuk tetap fokus on track,” pungkasnya. (Rama Julian)

Foto : Dok PGEO

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Tegaskan Posisi Geothermal Centre of Excellence, Transformasi Digital PGE Dongkrak Efisiensi dan Cetak Nilai Tambah Rp5,15 Miliar

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) semakin mengukuhkan posisinya sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *