Friday , 31 July 2026
Home / NASIONAL / Menakar Prospek Saham Tambang Pelat Merah Jelang Rilis Kinerja Paruh Pertama 2026
Tambang Batubara Dok PTBA

Menakar Prospek Saham Tambang Pelat Merah Jelang Rilis Kinerja Paruh Pertama 2026

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Prospek saham-saham tambang pelat merah menjadi sorotan menjelang rilis laporan keuangan semester I-2026. Investor kini mencermati apakah perbaikan kinerja yang terlihat pada awal tahun dapat berlanjut dan menjadi katalis penguatan harga saham di paruh kedua tahun ini.

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta mengatakan, pelaku pasar mulai melakukan akumulasi pada saham-saham yang valuasinya dinilai menarik. Hal itu terutama terjadi setelah tekanan harga komoditas dalam beberapa bulan terakhir mulai mereda.

“Secara umum, saham-saham tambang pelat merah mulai menunjukkan indikasi rebound, meskipun penguatannya masih bersifat selektif dan belum sepenuhnya membentuk tren naik yang kuat,” pungkas Nafan.

Per penutupan perdagangan Kamis, (30/7/2026), sejumlah saham tambang BUMN mencatatkan kinerja positif dalam satu bulan terakhir. Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) misalnya, telah naik 10,42% ke level 2.860 dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menguat 18,93% ke level 4.900.

Sementara itu, saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) naik tipis 2,62% ke level 2.350. Di sisi lain, saham PT Timah Tbk (TINS) naik 8,87% ke level 3.560 dalam periode yang sama.

Nafan menilai sentimen laporan keuangan kuartal II-2026 menjadi salah satu katalis utama bagi pergerakan saham sektor tambang. Investor akan mencermati apakah perbaikan harga komoditas pada sebagian periode kuartal II mampu diterjemahkan menjadi peningkatan margin dan profitabilitas perusahaan.

Ia menambahkan emiten yang memiliki efisiensi operasional lebih baik serta diversifikasi bisnis yang kuat berpotensi memperoleh respon pasar yang lebih positif. Kinerja keuangan yang melampaui ekspektasi juga dapat menjadi pemicu penguatan harga saham dalam jangka pendek.

Sementara itu, riset BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) memproyeksikan pendapatan emiten sektor pertambangan logam pada kuartal II-2026 mencapai US$4,5 miliar atau tumbuh 12% secara kuartalan (qoq) dan 38% secara tahunan (yoy).

Kendati demikian, kenaikan tersebut dinilai belum mencerminkan pemulihan volume produksi secara luas, melainkan lebih ditopang oleh faktor harga jual, waktu penjualan, pergerakan persediaan, dan bauran produk.

Sejalan dengan peningkatan pendapatan, BRIDS memperkirakan momentum pertumbuhan laba sektor ini pada kuartal II-2026 masih terkonsentrasi pada sejumlah emiten tertentu. Salah satu yang memimpin pertumbuhan adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang diproyeksikan tumbuh 44% secara kuartalan.

“Namun, untuk prospek semester II-2026, preferensi kami beralih ke ANTM, TINS, AMMN, INCO, NCKL, MBMA, dan BRMS,” sebagaimana dikutip dari riset BRIDS.

Sebagai gambaran, sejumlah emiten tambang yang berada di bawah naungan MIND ID telah mengawali tahun 2026 dengan pertumbuhan laba yang solid. Kinerja tersebut menjadi modal positif menjelang publikasi laporan keuangan semester I-2026.

Pada kuartal I-2026, ANTM membukukan laba periode berjalan sebesar Rp3,66 triliun. Angka tersebut meningkat 58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,32 triliun.

INCO juga mencatatkan lonjakan laba bersih sebesar 100% menjadi US$43,6 juta atau sekitar Rp752 miliar. Pada kuartal I-2025, laba bersih perusahaan tercatat sebesar US$21,8 juta.

Sementara itu, TINS membukukan laba usaha sebesar Rp1,88 triliun. Capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan laba usaha kuartal I-2025 yang sebesar Rp150 miliar.

PTBA turut mencatatkan pertumbuhan kinerja dengan membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp801,79 miliar. Angka tersebut melonjak 105% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp391,47 miliar.

Sentimen Kinerja Operasional

Di samping kinerja keuangan, Nafan mengatakan, perhatian investor terhadap emiten-emiten di bawah MIND ID seperti ANTM, INCO, dan PTBA juga tertuju pada perkembangan proyek hilirisasi mineral. Selain itu, pelaku pasar mencermati arah belanja modal serta prospek permintaan nikel dan batu bara ke depan.

“Apabila realisasi kinerja mampu melampaui ekspektasi pasar, peluang penguatan harga saham masih terbuka,” jelas Nafan.

Menilik sejumlah proyek yang telah berjalan, emiten-emiten di bawah naungan MIND ID terus mempercepat pengembangan hilirisasi mineral strategis nasional. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tambang sekaligus memperkuat rantai pasok industri dalam negeri.

Salah satu proyek yang telah diresmikan adalah fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit-alumina-aluminium di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek tersebut dikembangkan MIND ID bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), dengan PT Bukit Asam Tbk (PTBA) berperan sebagai pemasok energi.

Fasilitas terintegrasi tersebut terdiri dari Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase II berkapasitas 1 juta metrik ton alumina per tahun serta smelter aluminium baru dengan kapasitas produksi 600.000 metrik ton aluminium per tahun. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat kemandirian industri aluminium nasional dari hulu hingga hilir.

Di sektor nikel, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang juga merupakan anggota MIND ID tengah mengakselerasi pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi di Morowali, Sulawesi Tengah. Proyek tersebut telah memasuki fase penting dengan kedatangan komponen utama autoclave yang menjadi jantung proses pengolahan bijih nikel limonit.

Pabrik HPAL Sambalagi dibangun dalam tiga jalur produksi, yakni Line A, B, dan C, dengan target mencapai first mechanical completion pada akhir 2026. Kehadiran fasilitas ini dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi nikel dan mendukung pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Indonesia. (Rama Julian Saputra)

Foto: ist

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Elnusa Umumkan Rencana Buyback Saham, Perkuat Nilai Pemegang Saham dan Optimisme terhadap Prospek Usaha

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Elnusa Tbk (Elnusa, IDX: ELSA) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *