CIANJUR, RESOURCESASIA.ID – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), sukses melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dengan inovasi menarik untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Teh Siagan milik Abang Asep Cidaweung, berlokasi di Kampung Cidaweung Dekat Masjid Al-Furqan, RT.04 RW.09, Batulawang, Kec. Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Sekelompok mahasiswi KKN memberikan terobosan membantu produk UMKM Teh Siagan dengan tegline warisan rasa dari alam nusantara ke dunia digitalisasi agar kedepan produk UMKM Teh Siagan milik Abah Asep lebih banyak dikenal oleh masyarakat luas.
Qotrunnada salah satu mahasiswi UHMAKA peserta menceritakan KKN merupakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan pengabdian. Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam program KKN ini adalah observasi dan pendampingan potensi lokal, khususnya pada bidang kesehatan dan kearifan lokal, Selasa (17 Februari 2026).

“Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN UHAMKA berkesempatan mengenal lebih dekat UMKM Teh Siagan Abah Asep, salah satu produk herbal yang menjadi warisan alam nusantara”, terang Nada.
Observasi Lapangan: Mengenal Abah Asep dan Teh Siagan
Abah Asep merupakan seorang peracik teh herbal sekaligus praktisi pengobatan tradisional yang telah lama memanfaatkan kekayaan alam sekitar sebagai sumber kesehatan. Melalui kegiatan observasi lapangan, mahasiswa KKN memperoleh informasi mengenai berbagai jenis teh herbal yang diproduksi oleh Abah Asep, seperti Teh Siagan yang berbahan dasar daun sirsat dan pegagan, serta produk herbal lainnya seperti Teh Siagan, Teh Ki Lemo, Teh Ciplang dan Teh Patikan Kebo”, kata Nada.

Setiap jenis teh memiliki manfaat kesehatan yang berbeda, antara lain membantu mengatasi insomnia, demam, hingga membantu menghancurkan batu ginjal. Seluruh bahan berasal dari tanaman alami yang diolah secara tradisional, mulai dari akar hingga daun, serta dikeringkan tanpa menggunakan bahan kimia.
Pendampingan UMKM Lokal Berbasis Herbal
Dalam konteks KKN, Teh Siagan Abah Asep memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai UMKM lokal berbasis herbal. Selama kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya melakukan pendataan produk, tetapi juga membantu dalam perencanaan pengembangan pemasaran. Selama ini, pemasaran produk masih mengandalkan promosi dari mulut ke mulut.
Nada menjelaskan sebagai bentuk kontribusi nyata, seklompok mahasiswa KKN merancang rencana dan memberikan inovasi lewat pengenalan lokasi produksi Teh Siagan Abah Asep melalui Google Maps serta mempromosikan lewat digitalisasi sederhana melalui dunia media sosial seperti Instagram, agar produk tersebut lebih mudah dikenal dan diakses oleh masyarakat luas di tanah air.
Nilai Sosial dan Spiritual dalam Pengabdian KKN
Selain memproduksi teh herbal, Abah Asep juga dikenal melakukan pengobatan alternatif seperti terapi lintah, bekam, dan rukiah. Dalam praktik rukiah, Abah Asep selalu menerapkan nilai-nilai syariat, seperti tidak menyentuh pasien perempuan, berwudhu sebelum berdoa, dan menghadap kiblat.
Melalui wawancara kami dan pengamatan langsung, mahasiswa KKN DIK menemukan nilai sosial yang kuat, di mana Abah Asep tidak mematok biaya pengobatan dan bahkan memberikan produk herbal secara cuma-cuma kepada masyarakat yang membutuhkan. Abah Asep menegaskan bahwa kesembuhan sejatinya datang dari Allah SWT, sementara pengobatan hanyalah bentuk ikhtiar.
Edukasi Lingkungan dan Kesehatan Alami
Dalam kegiatan KKN ini, mahasiswa juga mempelajari praktik pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh Abah Asep, seperti pemanfaatan air hitam dari olahan sampah dapur sebagai penyubur tanaman organik. Praktik ini sejalan dengan konsep edukasi lingkungan berkelanjutan yang menjadi bagian dari program KKN.

Selain itu, Abah Asep berbagi pengalamannya dalam menjaga kesehatan selama pandemi COVID-19, dengan memadukan ikhtiar medis, konsumsi bahan alami, serta penguatan spiritual melalui doa dan shalat berjamaah.
Relevansi KKN dengan Kearifan Lokal
Kegiatan KKN melalui pengenalan Teh Siagan Abah Asep memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa tentang pentingnya menjaga dan melestarikan kearifan lokal Nusantara. Produk herbal ini tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga mengandung nilai budaya, spiritual, dan sosial yang dapat menjadi identitas masyarakat setempat.
Melalui kegiatan KKN, Teh Siagan Abah Asep: Warisan Rasa dari Alam Nusantara menjadi contoh nyata bagaimana potensi lokal dapat dikembangkan melalui pendampingan mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengobatan alami, pemberdayaan UMKM lokal, serta pelestarian nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan masyarakat berkelanjutan, kedepan harapannya UMKM Teh Abah Asep dapat lebih maju, dapat meningkatkan daya saing produk, menambah kepercayaan konsumen, serta pemasarannya dapat lebih luas. tutup Nada.(RA)
Foto: Dok Mahasiswa KKN UHAMKA
Resources Asia Energi News Makers