YOGYAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika Fakultas Teknologi Energi dan Energisasi (FTEN) Institut Teknologi PLN (ITPLN) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang terdiri dari Nafillah Izzah Syafitri Wardani, Muhammad Ziqri Farezal, dan Sulthan Adib Dzakwan Zain berhasil meraih Juara 3 Kategori UX Design dalam Kompetisi Nasional UX Design yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada 6-7 Juni 2026 lalu.
Prestasi tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk Envest: Solusi Digital Keterbatasan Industri Pengelolaan Sampah dan Ekonomi Sirkular untuk Masa Depan Berkelanjutan. Inovasi itu menawarkan pendekatan baru dalam pengelolaan sampah dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Ketua tim inovasi, Nafillah Izzah Syafitri Wardani, menjelaskan aplikasi yang mereka rancang bertujuan menghubungkan masyarakat, petugas pengelola sampah, dan pelaku ekonomi sirkular dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.
“Melalui aplikasi ini, masyarakat didorong untuk memilah, mengolah, dan menyalurkan sampah sebelum berakhir di tempat pembuangan akhir. Sampah yang masih memiliki nilai guna dapat diolah menjadi produk atau material yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujar Nafillah saat berbincang, Rabu, 10 Juni 2026.
Menurutnya, ide tersebut lahir dari keprihatinan terhadap persoalan sampah di Indonesia yang kian kompleks. Banyak jenis sampah yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan kembali, namun berakhir di tempat pembuangan tanpa proses pengolahan.
“Kami melihat masalah sampah bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat dan keberlanjutan masa depan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan solusi yang tidak hanya mengelola sampah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi,” katanya.
Dalam rancangan aplikasi Envest, ungkapnya, pengguna dapat memanfaatkan berbagai fitur seperti layanan penjemputan sampah, marketplace jual beli dan lelang hasil pengolahan sampah, edukasi lingkungan interaktif, pencatatan portofolio pencapaian pengguna, hingga chatbot AI yang memberikan konsultasi terkait pengelolaan sampah dan lingkungan.
Selain itu, tim juga merancang sistem insentif berupa reward, komisi, dan keuntungan finansial yang diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Nafillah menilai salah satu tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah di Indonesia adalah tingginya penggunaan produk sekali pakai, terutama plastik, yang langsung dibuang tanpa proses pemilahan.
“Padahal sampah plastik maupun limbah organik masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali. Tantangannya adalah bagaimana menghubungkan sampah tersebut dengan pihak yang mampu mengolahnya. Di sinilah peran aplikasi digital kami,” ungkapnya.
Kompetisi Nasional UX Design yang diselenggarakan UNY berlangsung dalam dua tahap, yakni seleksi daring dan babak final yang digelar secara luring melalui presentasi langsung di hadapan dewan juri.
Ajang tersebut diikuti sekitar 420 mahasiswa yang tergabung dalam 142 tim dari 12 provinsi di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 30 tim yang berhasil lolos ke babak final.
Para finalis berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sebelas Maret, Universitas Negeri Jakarta, hingga ITPLN.
Nafillah mengungkapkan keberhasilan timnya meraih posisi ketiga tidak lepas dari unsur kebaruan yang dihadirkan dalam desain aplikasi.
“Kami menggabungkan edukasi interaktif, sistem insentif finansial, marketplace ekonomi sirkular, serta chatbot AI dalam satu platform. Pendekatan ini memberikan pengalaman pengguna yang lebih lengkap dan menarik,” imbuhnya.
Ke depan, tim berencana mengembangkan desain tersebut menjadi produk nyata yang dapat digunakan masyarakat luas.
“Kami berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai karya kompetisi. Kami ingin mengembangkannya menjadi aplikasi yang benar-benar dapat membantu menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” kata Nafillah.
Sementara itu, Dekan FTEN ITPLN, Meilia Nur Indah Susanti, menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa Teknik Informatika yang berhasil bersaing di tingkat nasional.
“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada mahasiswa Program Studi S1 Teknik Informatika FTEN IT PLN atas keberhasilannya meraih Juara 3 dalam Kompetisi Nasional UX Design di Universitas Negeri Yogyakarta. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FTEN memiliki daya saing, kreativitas, serta kemampuan inovasi digital yang mampu bersaing di tingkat nasional,” katanya.
Menurut Meli, karya Envest tidak hanya menunjukkan kemampuan teknologi dan desain, tetapi juga kepedulian mahasiswa terhadap isu keberlanjutan lingkungan yang menjadi tantangan global saat ini. Setiap program inovasi ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.
“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa FTEN untuk terus berkarya, berinovasi, dan membawa nama baik IT PLN di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” tuturnya. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ITPLN
Resources Asia Energi News Makers