RESOURCESASIA.ID, JAKARTA — Dedi Syahputra, yang akrab disapa Bang Untung, berhasil menginspirasi banyak orang melalui kontribusinya bagi masyarakat di Kuala Tanjung.
Betapa tidak, Bang Untung yang hanya lulusan SMP, membuktikan bahwa dirinya mampu mengatasi permasalahan sampah organik PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) dan mengubahnya menjadi sebuah usaha yang memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar.
Ia menerapkan ekonomi sirkular dengan mengolah sampah dari kantin INALUM dan menjadikannya pakan bagi ternak maggot. Maggot yang berkembang biak digunakan sebagai pakan ternak ayam, bebek, dan ikan lele yang dipeliharanya bersama masyarakat sekitar.
Sebagai UMK binaan INALUM, Untung bercerita bahwa sejak awal dirinya ingin membantu anak-anak yang kesulitan mengakses pendidikan di daerah tempat tinggalnya. Banyak anak yang terpaksa putus sekolah akibat kondisi ekonomi keluarga yang kurang baik.
“Saya melihat banyak anak-anak putus sekolah, membantu orang tua, atau berjualan. Saya ingin mereka memiliki kesempatan belajar dan meraih cita-cita, tanpa terhalang oleh keadaan apapun,” ujarnya.
Untung yang aktif sebagai Ketua Yayasan Pendidikan Al Mukhlisin, Ketua Karang Taruna, dan Ketua Kelompok Tani Sari Larva Berdaya ini, menyampaikan bahwa masih banyak orang dewasa yang belum memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anak.
BACA JUGA:
MIND ID Pacu Produksi Aluminium untuk Swasembada Nasional
“Saya berharap setiap langkah kecil yang kami ambil bersama INALUM mampu mengubah pola pikir dan menginspirasi lebih banyak orang,” tambahnya.
Heri Yusuf, Corporate Secretary MIND ID, mengapresiasi kontribusi Bang Untung yang mampu meningkatkan ekonomi dan sosial masyarakat sekitar.
MIND ID dan seluruh Anggota, termasuk INALUM, berkomitmen mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan.

Semangat Bang Untung dalam membangun pendidikan dan pemberdayaan ekonomi sejalan dengan misi MIND ID untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar daerah operasional.
“Bang Untung membuktikan bahwa menjadi pahlawan tidak selalu harus melakukan terobosan besar. Cukup dengan aksi kecil yang dilakukan dengan sepenuh hati dan berdampak nyata bisa membawa perubahan besar,” pungkasnya. (Rama Julian)
Foto: Dok MIND ID
Resources Asia Energi News Makers