Wednesday , 1 July 2026
Home / CSR / Libatkan Masyarakat Kelola Sampah Plastik, PT Agincourt Resources Bangun Taman Ecobrick di Batang Toru
Foto 1: (ki-ka) Ketua Bank Sampah Yamantab, Damai Medrofa; Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Batang Toru, Panusunan Harahap; Manager Community Relations PT Agincourt Resources (PTAR), Masdar Muda; Senior Manager Processing PTAR, Altur Tambun; dan Senior Supervisor Environmental Assurance PTAR, Randyka Nugraha, meresmikan penanda visual (signage) Martabe Cocoa. (Dok. PTAR)

Libatkan Masyarakat Kelola Sampah Plastik, PT Agincourt Resources Bangun Taman Ecobrick di Batang Toru

BATANG TORU, RESOURCESASIA.ID – Sebanyak 10.000 botol ecobrick hasil partisipasi masyarakat kini diwujudkan menjadi Taman Ecobrick di Sopo Daganak, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Inisiatif PT Agincourt Resources ini berhasil mengurangi 2,5 ton sampah plastik sekaligus mendorong budaya pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari penutupan rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Direktur Bank Sampah Yamantab, Damai Mendrofa, mengatakan pencapaian 10.000 ecobrick ini adalah bukti nyata bahwa kebiasaan masyarakat bisa diubah secara bertahap. Capaian ini merupakan langkah pertama dalam Program Ecobrick “Dari Hati Untuk Bumi” yang dibesut PT Agincourt Resources (PTAR) pada 2025.  

“Dulu plastik rumah tangga itu sampah yang dibuang begitu saja. Sekarang masyarakat menyimpannya, memilahnya, lalu mengisinya menjadi ecobrick. Hasilnya bisa kita lihat sendiri, menjadi taman yang dapat dinikmati masyarakat,” kata Damai saat peresmian Taman Ecobrick, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Selasa (30/6/2026).

Selain menjadi taman, ribuan ecobrick tersebut digunakan sebagai penanda visual (signage) untuk Martabe Cocoa dan Martabe Farm, program pengembangan ekonomi lokal PTAR, yang berada dekat dengan Sopo Daganak. 

Foto 2: Proses penimbangan ecobrick hasil partisipasi masyarakat di salah satu bank sampah binaan PT Agincourt Resources, sebelum dimanfaatkan untuk Taman Ecobrick di Sopo Daganak, Batang Toru. (Dok: PTAR)

Program pengumpulan sampah plastik dan pengolahannya menjadi ecobrick ini melibatkan Bank Sampah Yamantab bersama empat bank sampah lokal di Batang Toru, yakni Gocap, Satahi, Naposo Hamubaon, dan Rap Hita Paias. 

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono, menyebut Taman Ecobrick sebagai simbol dari prinsip ekonomi sirkular yang ingin dibangun perusahaan bersama masyarakat. Bank sampah lokal turut dilibatkan, bahkan tiga di antaranya menjadi mitra binaan perusahaan saat ini. 

“Taman Ecobrick bukan sekadar hasil pengelolaan sampah plastik, tetapi bukti bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan bersama. Bagi kami, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah ecobrick yang terkumpul, tetapi juga dari tumbuhnya kebiasaan masyarakat untuk mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan,” katanya. 

Masyarakat Ikut Awasi Lingkungan

Selain melibatkan masyarakat dalam melestarikan lingkungan hidup, PTAR juga mengajak masyarakat berjalan bersama di sisi pengawasan lingkungan. Di kawasan konservasi, 14 orang tim SMART Patrol yang beberapa di antaranya mantan pemburu dan penebang liar berpatroli setiap hari di Area Konservasi Aek Pahu dan Ulu Ala.

Salah satunya, Parman Sitanggang, warga Desa Wek 4, yang sudah hampir dua tahun bertugas menjaga kawasan yang dulu menjadi tempatnya mencari kayu dan berburu. Tugasnya mencatat setiap temuan di lapangan, mulai dari satwa liar, indikasi pembalakan, hingga aktivitas perburuan.

“Kalau ada temuan seperti satwa, penebangan, atau perambahan, tinggal difoto lalu disimpan di aplikasi beserta titik koordinatnya,” ujarnya.

Di sisi lain, pengawasan kualitas air sisa proses Tambang Emas Martabe yang dialirkan ke Sungai Batang Toru turut melibatkan perwakilan masyarakat dari desa-desa lingkar tambang. Ali Marhot Siregar salah satunya. Warga Desa Hapesong Baru ini sejak 2024 menjadi bagian dari tim terpadu pemantau kualitas air.

“Pengambilan sampel air di beberapa titik selalu dilakukan setiap bulan, kemudian diperiksa di laboratorium independen di Jakarta. Hasilnya diumumkan kepada masyarakat setiap tiga bulan,” katanya.

Tidak hanya meresmikan Taman Ecobrick, pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, PTAR menggelar Aksi Bersih Konservasi Mangrove Lestari dan Pelatihan Membuat Terumbu Karang Artifisial di Tapanuli Tengah yang diikuti masyarakat dan karyawan. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PTAR

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Junior Miners Fun Fest 2026 Ajak Anak Belajar Dunia Pertambangan Lewat Pengalaman Interaktif

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID — Pameran edukatif pertambangan pertama untuk anak-anak, Junior Miners Fun Fest (JMFF) 2026 …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *