JAKARTA,RESOURCESASIA.ID – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) mengalami penyusutan pendapatan usaha sedalam 13,6 persen secara tahunan menjadi USD1,737 miliar sepanjang 9 bulan 2025. Pasalnya,nilai ekspor batu bara anjlok 53,3 persen secara tahunan menjadi USD623,54 juta, tapi penjualan batu bara ke pasar dalam negeri naik 65,03 persen secara tahunan menjadi USD1,114 miliar.
Sayangnya, beban pokok penjualan bengkak 1,2 persen secara tahunan menjadi USD1,172 miliar. Dampaknya,laba kotor merosot 33,8 persen secara tahunan menjadi USD565,36 juta.
Senasib, laba usaha turun 50,8 persen secara tahunan menjadi USD262,36 juta. Laba sebelum pajak penghasilan pun ikut amblas 50,8 persen secara tahunan menjadi USD261,3 juta.
Presiden Direktur GEMS, Bonifasius melaporkan laba bersih senilai USD199,31 juta pada periode 9 bulan 2025. Nilai tersebut anjlok 49,8 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai USD397,39 juta.
Akibatnya, laba bersih per saham melorot ke USD0,034 per lembar pada akhir September 2025. Sedangkan akhir September 2024 setara USD0,068 per helai.
Sementara itu, total ekuitas berkurang 1,9 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD648,98 juta pada akhir September 2025.
Pada sisi lain, jumlah kewajiban berkurang 17,8 persen dibanding akhir tahun 2024 menjadi USD475,86 juta pada akhir September 2025.
Perlu diperhatikan, kas bersih dari aktivitas operasi mencapai USD208,19 juta dan kas setara kas USD173,13 juta pada akhir kuartal III 2025.
Data tersebut tersaji dalam laporan keuangan kuartal III 2025 telah audit emiten tambang batu bara Grup Sinarmas yang diunggah pada laman BEI, Kamis (27/11/2025). (Abdul Aziz)
Foto: Dok GEMS
Resources Asia Energi News Makers