Sunday , 18 January 2026
Home / PASAR MODAL / Laba Bersih Grup Astra dari Divisi Alat Berat, Pertambangan, dan Energi Sebesar Rp9,4 Triliun

Laba Bersih Grup Astra dari Divisi Alat Berat, Pertambangan, dan Energi Sebesar Rp9,4 Triliun

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – PT Astra Internasional Tbk (“Perseroan” atau “Astra”) menyampaikan Laporan Keuangan untuk Kuartal III Tahun 2023.

“Kinerja Grup sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2023 cukup baik, mencerminkan pemulihan paskapandemi yang terus berlanjut. Kami melihat Grup akan dapat tetap resilient di tengah ketidakpastian perekonomian global dan membukukan kinerja yang baik hingga akhir tahun dengan pertumbuhan yang moderat pada kuartal terakhir,” jelas Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra Internasional Tbk dalam keterangannya, Selasa (31/10/2023).

Adapun untuk divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan Energi, laba bersih grup selama sembilan bulan pertama tahun 2023 menurun 1% menjadi Rp9,4 triliun, terutama disebabkan kontribusi yang lebih rendah dari bisnis pertambangan batu bara dan emas.

BACA JUGA : PLN Gandeng Pemprov DKI dan Astra, Kembangkan Ekosistem EV

Untuk PT United Tractors Tbk (“UT”), yang 59,5% sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan penurunan laba bersih sebesar 3% menjadi Rp15,3 triliun.

Lalu, penjualan alat berat Komatsu menurun 4% menjadi 4.400 unit, namun pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan meningkat.

Sementara itu PT Pamapersada Nusantara, perusahaan kontraktor penambangan, mencatat peningkatan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 23% menjadi 853 juta bank cubic metres dan produksi batu bara meningkat 16% menjadi 96 juta ton.

Sedangkan anak perusahaan UT di bidang pertambangan mencatatkan peningkatan penjualan batu bara sebesar 10% menjadi 8,5 juta ton, termasuk penjualan 1,8 juta ton metallurgical coal, namun pendapatan turun 2% disebabkan oleh harga batu bara yang lebih rendah.

BACA JUGA : United Tractors Tanam Bibit Mangrove Langka Di Kebun Raya Mangrove Surabaya

PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 32% menjadi 147.000 ons.

Dan PT Acset Indonusa Tbk, perusahaan kontraktor umum yang 87,7% sahamnya dimiliki UT, melaporkan penurunan rugi bersih yang lebih rendah menjadi Rp151 miliar dibandingkan dengan rugi bersih Rp227 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2022. (Rama)

Foto : Dok ASTRA

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Tak Ada Pilihan Lain, Indonesia Harus Menjadi Pengendali Harga Nikel Dunia

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Indonesia memiliki modal kuat untuk menjadi penentu harga nikel dunia dan meraup …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *