Friday , 2 December 2022
Home / NASIONAL / Kolaborasi UKM dan Petani Ciptakan Inovasi Toko Pangan “Keringat Petani”

Kolaborasi UKM dan Petani Ciptakan Inovasi Toko Pangan “Keringat Petani”

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) pada triwulan 1 tahun 2021 menyampaikan data pertumbuhan PDB menurut usaha (year on year) yang satu satunya menunjukkan hasil positif adalah sektor pertanian sebesar 2,95%, diikuti konstruksi -0,79%, dan sektor lainnya -0,52%.

Pada infografis yang lain bersumber dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2021 juga menyampaikan berita mengenai usaha paling cuan (menguntungkan) selama pandemi adalah sektor pangan komoditas/pertanian, diikuti sektor kesehatan, dan pengiriman barang.

Melihat potensi tersebut, bersamaaan dengan Hari Tani Nasional 26 September 2021 lalu, Keringat Petani didirikan berkolaborasi dengan komunitas UKM Jawara Cilodong, Depok. Outlet ini direncanakan akan hadir di 11 Kecamatan, sebagai solusi untuk para petani agar terlepas dari cengkraman para tengkulak dan kemudian bisa kembali bermartabat, bersaing secara kompetitif di pasar.

Keringat Petani yang merupakan salah satu bisnis (greengrocer), mencoba menangkap pasar pertanian untuk segmentasi pasar bawah, pasar rakyat jelata. Usaha ini berdiri bersama 30 UMKM dalam rangka membantu pemerintah mewujudkan 5.000 pengusaha baru yang mandiri. Mereka setiap hari berkarya bersama-sama Keringat Petani tanpa menunggu momentum tahunan,” terang Humas Keringat Petani, Arthur Singgih Kepada Media Sabtu lalu (27/11).

Lebih lanjut Arthur, Pasar bawah, seperti yang disebutkan oleh Dr.Indrawan Nugroho adalah pasar yang tahan terhadap krisis, dan sayur adalah produk dasar yang sampai kapanpun masyarakat membutuhkan pasokan sayuran di tengah kondisi apapun. Dengan memanfaatkan jaringan para petani Sukabumi yang merupakan salah satu (big supplier) ke beberapa Pasar Induk di Jabodetabek.

Keringat Petani berdiri karena keprihatinan atas besarnya disparitas harga sayur dan buah di tingkat petani sebagai produsen dengan konsumen. Usaha ini mewadahi para petani yang berjasa dalam menyediakan pangan di Indonesia. Petani yang kita kenal sebagai manusia yang bekerja kasar, padahal pada hakekatnya keringat mereka adalah emas yang menjadi sumber kemakmuran bangsa. Pertanian yang menjadi jiwa atau karakter bangsa Indonesia sudah terbukti menjadi sektor paling kokoh dalam membangun perekonomian bangsa terutama di saat pandemi.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh Prof. Mubyarto ”Pertanian bukan hanya merupakan aktivitas ekonomi untuk menghasilkan pendapatan bagi petani saja. Lebih dari itu, pertanian adalah sebuah cara hidup bagi sebagian besar petani di Indonesia”. Sebagai usaha menghargai keringat dan upaya para petani.

“Inilah kaidah mendasar Outlet Keringat Petani dalam berbisnis, bahwa menyentuh perasaan batin paling efektif adalah dengan memberi pangan, dengan cara elegan”, jelas Arthur.

Keringat Petani menyadari laparnya perut masyarakat dan petani adalah masalah mendasar dari manusia, secara umum manusia sulit tenang jika terus menerus lapar akut. Jangankan berfikir untuk sekolah, jika ujian kelaparan belum selesai dilewati. Berbeda dengan puasa yang memang diniatkan, dan ada buka nya.

Kelaparan akut ini tidak jelas bukanya kapan. Dari selesainya lapar ini, maka akan hadir kenyamanan di hati, maka rasa nyaman pada hati ini adalah modal awal komunikasi. Kita sulit berkomunikasi dengan orang yang lapar, sensitif. Kita terkadang lompat urutan, kita langsung ingin mengkomunikasikan gagasan besar secara langsung.

Menurut Arthur, selain membangun kemitraan dengan para petani, Keringat Petani juga bekerjasama dengan para pengurus lingkungan, RT, RW, dan LPM sebagai program pemberdayaan. Selain itu kami menerapkan Sedekah Sayur Pagi sebagai bentuk membantu ketahanan pangan dan (social impact), terutama dalam membantu dhuafa dan masyarakat yang kesusahan. Pola kemitraan KERINGAT PETANI akan efektif jika memang mitra sudah kenyang. Namun jika masih lapar, tak jarang usaha menghadapi hambatan”, jelasnya.

Adapun visi Keringat Petani, kami meniatkan diri untuk menjadi mitra petani yang kokoh dan terdepan dalam melayani masyarakat Indonesia. Setelah diberi makan, silakan entitas bisnis manapun turun menggarap ummat, mentransfer gagasan, mendidik ummat. InsyaAllah”, harap Arthur.

Dibalik Keringat Petani, pun juga ada peran para ibu yang hebat di dalamnya. Mereka investasi terbesar kami dalam setiap perjalanan, baik sumbangan harta, doa, hingga air mata. Juga kepada ibu ibu pembeli yang setia bersama perjuangan kami. Seringkali sedih tak terperi ketika suami protes mengapa “uang belanja sudah habis”. Padahal mereka sudah menekan pengeluarannya sekuat mungkin. Keeingat Petani semoga menjadi solusi tempat belanja yang murah, karena kami mengerti bahwa setiap emak harus berhema”, ungkap Arthur.

Sementara dalam waktu berbeda, Fauzul Asmi Zen pengusahan pendiri toko pangan sayur dengan brand “Keringat Petani” yang ia dirikan di Jalan Abdul Gani, Kalibaru, Kecamatan Cilodong, Kota Depok. Fauzul yang biasa di sapa mengatakan, kami membuka toko sayur keringat petani, karena ingin membantu para petani petani agar terlepas dari cengkraman para tengkulak dan kemudian bisa kembali bermartabat, bersaing secara kompetitif di pasar, sehingga bisa memudahkan para ibu-ibu membeli sayur kami dengan harga yang terjangkau”, ucap Fauzul

“Toko pangan sayur keringat petani, menyajikan aneka macam sayur-sayuran dan buah-buahan, selain, menjual langsung di outlet, kami juga menerima pesanan melalui pemasaran online bisa di buka di web kami www.keringat petani,com atau pemesanan melalui whatsapp 087759378652 dengan minimal belanja Rp30 ribu dan waktu pemesanan dari pukul 05.30-20.00 WIB. Kami juga menawarkan diskon khusus lima persen”, terang Fauzul Ketua RW 09 Perumahan PGRI Kalibaru. (RAMA)

Foto: Dok Keringat Petani

Check Also

Melalui Ocean20, Dunia Wujudkan Laut yang Lestari

RESOURCESASIA.ID, BALI – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan menghadiri pembukaan Ocean20 …

Leave a Reply