Thursday , 17 September 2026
Home / ENERGI HIJAU / Kilang Cilacap, Pelopor Produksi Energi Hijau di Indonesia

Kilang Cilacap, Pelopor Produksi Energi Hijau di Indonesia

CILACAP, RESOURCESASIA.ID – Tantangan akan kebutuhan akan energi hijau kian hari kian meningkat. Tak hanya di Indonesia, namun juga di berbagai belahan dunia. Karena itulah Kilang Pertamina Internasional (KPI) bertekad untuk menjawab tantangan tersebut dengan mempelopori pengolahan energi hijau di salah satu unit operasinya, yakni Kilang Cilacap.

“Mengembangkan bisnis energi hijau dan rendah karbon di masa depan merupakan salah satu dari 2 strategi pertumbuhan ganda KPI,” kata Pjs. Corporate Secretary KPI Milla Suciyani. Strategi lainnya adalah memperkuat bisnis eksisting dengan meningkatkan kapasitas kilang dalam mengolah minyak mentah menjadi BBM. 

Milla menjelaskan, di Kilang Cilacap KPI memiliki dua proyek strategis yang berorientasi pada bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Pertama adalah Proyek Blue Sky Cilacap yang beroperasi sejak Agustus 2019. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk bahan bakar minyak (BBM) jenis gosoline, dari setara Euro 2 menjadi setara Euro 5. Menurut Milla, BBM setara Euro 5 lebih ramah lingkungan karena dirancang untuk mengurangi emisi gas buang berbahaya dari kendaraan bermotor.

“BBM standar Euro 5 merupakan regulasi emisi yang ditetapkan Uni Eropa dan menjadi acuan global dalam pengendalian polusi udara dari sektor transportasi. Melalui Proyek Blue Sky Cilacap kami menghadirkan BBM ramah lingkungan itu untuk masyarakat Indonesia,” ujar Milla.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas BBM tersebut dilakukan melalui teknologi modern Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) dan pembangunan fasilitas pendukung seperti New Platformer dan Sulfur Recovery Unit. Dengan teknologi ini, kandungan sulfur dalam BBM dapat ditekan secara signifikan, sehingga emisi gas buang kendaraan menjadi lebih bersih. Melalui proyek Blue Sky Cilacap, KPI berhasil meningkatkan produksi Gasoline RON 92 dari 23 ribu barel per hari menjadi 53 ribu barel per hari.

Di Kilang Cilacap, KPI tidak hanya mengolah bahan bakar konvensional menjadi ramah lingkungan, namun juga mempelopori pengolahan bahan bakar berbasis nabati. Hal itu dilakukan dalam Proyek Green Refinery Cilacap Phase 1 yang beroperasi sejak Februari 2022. Menurut Milla, proyek ini merupakan tonggak penting dalam transformasi energi di Indonesia, karena mewujudkan aspek keberlanjutan dengan mengolah sejumlah bahan bakar rendah emisi.

“Aspek keberlanjutan merupakan salah satu fokus bisnis yang dijalankan KPI. Kami tidak hanya memproduksi bahan bakar minyak, namun kami juga ingin berkontribusi pada lingkungan melalui beragam produk yang kami hasilkan,” tutur Milla.

Jenis BBM yang diproduksi dalam proyek ini diantaranya Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) yang merupakan bahan bakar diesel terbarukan dari minyak nabati, yakni minyak sawit dengan merek dagang Pertamina RD. Milla mengungkapkan, Kilang Cilacap bisa memproduksi HVO dengan kapasitas 3 ribu barel per hari, dengan mengolah RBDPO (Refined Bleached Deodorirized Palm Oil – minyak sawit yang telah dimurnikan).

BBM ramah lingkungan lainnya yang diproduksi Kilang Cilacap adalah Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF). Ini merupakan produk unggulan KPI yang merupakan bahan bakar pesawat terbang yang dibuat dari olahan bahan baku minyak jelantah, dengan metode co-processing Katalis Merah Putih, yang merupakan inovasi anak bangsa. Dengan metode ini, Kilang Cilacap bisa memproduksi 9 ribu barel PertaminaSAF per hari. Milla menambahkan, PertaminaSAF telah sukses dalam uji terbang pada 20 Agustus 2025.

“PertaminaSAF menjadi solusi inovatif dalam menjawab tantangan emisi karbon dari sektor penerbangan, yang selama ini dikenal sebagai salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Inovasi ini juga membuka jalan bagi industri aviasi yang lebih hijau, sekaligus memperkuat komitmen Indonesia terhadap transisi energi dan pengurangan emisi karbon,” ungkap Milla.

Rangkaian proyek strategis KPI di Kilang Cilacap berhasil mewujudkan energi bersih untuk Indonesia. Menurut Milla, keberhasilan ini tak lepas dari dukungan semua pihak, termasuk pemangku kepentingan, masyarakat dan pemerintah. 

“Melalui proyek ini pula, KPI membuktikan bahwa industri pengolahan energi dapat bertransformasi menjadi lebih hijau, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional,” tutup Milla. (Rama Julian)

Foto: KPI

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Inovasi PEATSHIELD ITPLN Deteksi Dini Kebakaran Gambut

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Mahasiswa Institut Teknologi PLN (ITPLN) Fahmi Ramadhan menorehkan prestasi di ajang Semarak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *