Wednesday , 21 October 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Kelola Lebih dari 95% Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Tambah 230 KM Pipa di 2025

Kelola Lebih dari 95% Infrastruktur Gas Bumi Nasional, PGN Tambah 230 KM Pipa di 2025

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) selaku Subholding Gas Pertamina mempertegas komitmennya dalam memperluas akses energi bersih melalui penguatan infrastruktur gas bumi nasional. Dengan mengelola lebih dari 95% infrastruktur gas bumi nasional, PGN berhasil menambah lebih dari 230 km jaringan pipa distribusi pada tahun 2025.

Pertumbuhan jaringan pipa gas bumi ini mendorong PGN untuk memperkuat integrasi jaringan pipa dengan infrastruktur non pipa guna memastikan layanan gas bumi semakin luas, andal, dan menjangkau berbagai kalangan masyarakat. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi PGN menghadapi peningkatan kebutuhan energi domestik sekaligus mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan efisien.

Sepanjang 2025, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 836 BBTUD di berbagai segmen pelanggan, seiring dengan pertumbuhan jumlah pelanggan menjadi >830.300 pelanggan . Integrasi infrastruktur pipa dan non pipa dinilai menjadi pondasi penting dalam memperkuat ketahanan energi serta memperluas jangkauan layanan ke berbagai wilayah dan segmen pelanggan.

Corporate Secretary PGN Fajriyah Usman menyampaikan bahwa tahun 2026 menjadi fase strategis bagi perusahaan dalam mengoptimalkan infrastruktur terintegrasi. Hal ini juga untuk memperkuat jaringan pipa distribusi gas bumi PGN yang selama 3 tahun terakhir terus bertumbuh.

Di sisi lain, PGN memasuki tahun 2026 dengan posisi yang lebih solid karena selama tahun 2025 PGN telah melakukan penguatan landasan yaitu dengan memastikan aspek HSSE yang kokoh, operasi yang andal, keuangan yang sehat, pengelolaan risiko yang prudent serta tata kelola yang disiplin.

Secara fundamental, bisnis inti PGN di midstream dan downstream juga tetap kuat, kinerja operasional dan keuangan tetap menunjukkan ketahanan yang baik, dengan pendapatan meningkat dan arus kas operasional tetap positif.
 
“Integrasi jaringan pipa dan non pipa akan terus dilanjutkan PGN untuk menjangkau wilayah baru sekaligus meningkatkan keandalan penyaluran gas bumi kepada pelanggan. Penguatan infrastruktur sekaligus menjadi fondasi untuk memperluas akses energi yang lebih bersih dan meningkatkan daya saing nasional,” ujar Fajriyah (12/3/2026).

Penguatan infrastruktur dilakukan secara terintegrasi bersama entitas anak usaha PGN, antara lain Pertagas, PGN LNG Indonesia, Gagas Energi Indonesia, serta Nusantara Regas. Sinergi ini memungkinkan optimalisasi layanan mulai dari rumah tangga, UMKM, industri, transportasi, hingga sektor layanan publik seperti rumah sakit dan fasilitas sosial.

“Pengelolaan infrastruktur gas bumi memiliki risiko tinggi, sehingga integrasi teknologi dan penerapan standar keselamatan menjadi prioritas utama. Dengan fondasi infrastruktur yang kuat dan terintegrasi, PGN optimistis dapat terus memperluas akses gas bumi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan energi nasional,” tutup Fajriyah. (Rama Julian Saputra)

Foto: Dok PGN

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

PLN EPI dan FLEXIH Inc. Jajaki Pengembangan Hidrogen Rendah Karbon Berbasis Biomassa

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan FLEXIH Inc. menandatangani Perjanjian …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *