Tuesday , 13 January 2026
Home / ENERGI TERBARUKAN / Indonesia International Sustainability Forum : Bioetanol Dorong Transisi Energi dan Ciptakan Lapangan Kerja

Indonesia International Sustainability Forum : Bioetanol Dorong Transisi Energi dan Ciptakan Lapangan Kerja

RESOURCESASIA.ID, JAKARTA – Bioetanol tengah didorong untuk menjadi salah satu bahan baku bahan bakar nabati yang dapat memberikan sejumlah dampak positif bagi Indonesia. Tidak saja mendukung transisi energi yang membantu penurunan emisi, tapi juga menciptakan lapangan pekerjaan. Hal ini disampaikan dalam salah satu diskusi panel dalam Indonesia International Sustainability Forum (ISF), Kamis (5/9).

Sesi tematik bertemakan Strategi Indonesia Memastikan Rantai Pasok Berkelanjutan untuk Produksi Bioetanol ini menghadirkan tiga panelis berkompeten sekaligus pelaku industri bietanol di Indonesia, khususnya Pertamina, yaitu Oki Muraza selaku Senior Vice President Technology and Inovation Pertamina, Direktur Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, dan Fadli Rahman, Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis Pertamina NRE.

Berbicara tentang keberlanjutan yang dikaitkan dengan transisi energi, salah satu aspek yang menjadi pertimbangan penting adalah bahwa transisi energi perlu menciptakan lapangan pekerjaan lebih luas. Di sisi lain tipikal transisi energi di setiap negara berbeda-beda, apakah itu negara-negara di Eropa, Amerika Serikat, dan di Indonesia. Di Indonesia, tipikal transisi energi yang paling berpotensi menciptakan lapangan kerja secara luas adalah energi yang berbasis agrikultur, yaitu bahan bakar nabati,” ujar Oki.

Tidak saja biodiesel yang telah berhasil dipasarkan secara luas, Oki menambahkan bahwa saat ini Pertamina sedang mengembangkan bioetanol dari berbagai macam sumber bahan baku, antara lain sorgum, nypa fruticans, dan palm oil empty fruit bunch (EFB).

Dari sudut pandang lain, Harsono Budi Santoso, selaku Direktur Perencanaan & Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, menyoroti pentingnya kesiapan fasilitas produksi sampai ke distribusi, dan terintegrasi dengan sistem distribusi BBM yang ada. Hal ini menjamin ketersediaan bioetanol berkelanjutan. “Faktor sukses Utama dari penyaluran bioetanol di Indonesia adalah kesiapan infrastruktur produksi untuk bahan baku, kelancaran distribusi, dan kebijakan ekonomi yang mendukung agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas,” ujar Harsono.

Pertamina NRE yang direncanakan akan menjadi pemasok bioetanol sebagai bahan baku bahan bakar nabati memiliki pandangan optimis, sebagaimana disampaikan Fadli bahwa bisnis bioetanol ke depan menjanjikan.

“Indonesia adalah produsen biodiesel kedua terbesar di dunia. Seharusnya Indonesia juga bisa menjadi produsen bioetanol terbesar. Kuncinya adalah bagaimana menjadikan harga bioetanol kompetitif terhadap gasoline. Caranya adalah dengan meningkatkan skala keekonomian dan diversifikasi bahan baku,” jelas Fadli.

Untuk itu Pertamina NRE memiliki strategi pengembangan bioetanol dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang. Strategi jangka pendek, yaitu tahun 2024 sampai dengan 2026, Pertamina menargetkan untuk memiliki pabrik bioetanol baik mereaktivasi pabrik lama yang dimiliki perusahaan lain, ataupun membangun pabrik baru dengan bahan baku molase. Sebagai informasi, bahwa Pertamina NRE baru saja menandatangani perjanjian kerangka kerja sama dengan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) terkait pembangunan pabrik bioetanol di Glenmore, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sedangkan jangka menengah, tahun 2027 sampai dengan 2029, Pertamina NRE menargetkan pembangunan pabrik baru dan akuisisi asset di luar negeri, dengan target peningkatan skala produksi. Dan dalam jangka panjang, tahun 2030 hinga 2035, Pertamina NRE berencana membangun pabrik baru dengan basis bahan baku yang lebih beragam.

Sesi panel ini ditutup dengan diskusi tentang pentingnya regulasi pemerintah dan insentif fiskal untuk mendukung adopsi bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Semua panelis sepakat bahwa kerja sama lintas sektor dan kebijakan yang mendukung sangat penting untuk mewujudkan potensi bioetanol sebagai bagian dari solusi energi masa depan.

Implementasi bioetanol sebagai campuran bahan bakar minyak (BBM) telah dimulai oleh Pertamina melalui peluncuran produk Pertamax Green 95 pada tahun 2023. Langkah ini sejalan dengan rencana pemerintah untuk mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di sektor transportasi melalui penyediaan Bahan Bakar Nabati (BBN). Pemerintah mendorong penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar transportasi dengan harapan langkah ini dapat mengurangi impor BBM nasional, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan GDP, serta berkontribusi pada penurunan emisi dalam jangka panjang. Langkah ini sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula Nasional dan Penyediaan Bioetanol sebagai Bahan Bakar Nabati (Biofuel).

Pertamina NRE fokus dalam bisnis pengembangan energi bersih sebagai bagian tak terpisahkan dari implementasi aspek environment, social and governance (ESG) untuk mendukung tujuan Pembangunan keberlanjutan, serta mendukung transisi energi untuk mencapai aspirasi net zero emission (NZE). (Rama Julian)

Foto: Dok Pertamina NRE

 

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Dukung Ketahanan Energi Nasional, Pertagas Perkuat RDMP Balikpapan melalui Pipa Gas Senipah–Balikpapan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah meresmikan operasional Refinery Development Master Plan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *