Friday , 5 June 2026
Home / ENERGI MINYAK & GAS / Hari Maritim Dunia: PIS Jaga Ketahanan Energi RI Dan Nakhodai Bisnis Maritim Berkelanjutan

Hari Maritim Dunia: PIS Jaga Ketahanan Energi RI Dan Nakhodai Bisnis Maritim Berkelanjutan

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – Pertamina International Shipping (PIS), subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, memperingati Hari Maritim Sedunia 2025 yang tahun ini mengangkat tema “Our Ocean, Our Obligation, Our Opportunity”. Tema ini sejalan dengan komitmen PIS dalam menjaga keberlanjutan laut, menjalankan kewajiban dekarbonisasi, serta memanfaatkan peluang kolaborasi untuk memajukan industri maritim Indonesia di kancah global.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia mengandalkan laut untuk konektivitas dan ketahanan energi. Data Kementerian Perhubungan menunjukkan sektor maritim menyumbang sekitar 7% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, dengan nilai kontribusi mencapai lebih dari Rp1.500 triliun per tahun. Angka ini menggambarkan betapa vitalnya peran laut dalam menopang perekonomian nasional sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi biru di masa depan.

Peran PIS, sebagai urat nadi virtual distribusi energi nasional kian berkembang. Dari sisi volume, sepanjang 2024 PIS, sebanyak 353 tanker yang dioperasikan oleh PIS mendistribusikan 161 miliar liter energi berupa BBM dan LPG, yang memperkuat peran sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional.

“PIS terus berupaya memastikan ketahanan energi nasional terpenuhi melalui transformasi bisnis dan inovasi tanpa henti dengan menjalankan pengangkutan maritim yang andal. Dengan memanfaatkan potensi maritim nasional dan dunia yang begitu besar, ketahanan energi Indonesia dapat tercapai,” ujar Corporate Secretary PIS Muhammad Baron. 

Tak hanya meningkatkan kapasitas bisnis demi memenuhi kebutuhan energi dalam negeri, PIS juga terus berinovasi dalam melakukan dekarbonisasi dalam operasionalnya. PIS menyiapkan sejumlah langkah dalam memenuhi komitmen net zero emission pada 2050, sejalan dengan target International Maritime Organization (IMO) dan Paris Agreement terkait perubahan iklim.

Sebagai informasi, separuh lebih dari total kapal yang dioperasikan oleh PIS menggunakan biofuel. Sebanyak 6 kapal di armada PIS juga telah memanfaatkan LPG sebagai bahan bakar alternatif. Selain itu, 40 kapal di armada PIS telah dilengkapi dengan perangkat hemat energi (energy-saving devices) yang dapat meningkatkan efisiensi bahan bakar kapal antara 3-20%. PIS juga telah menerapkan pembatasan daya mesin secara menyeluruh dan manajemen pelayaran untuk mengurangi emisi.

Dari sisi armada, PIS memperkuat komitmen dalam melindungi para pekerja dan pelautnya yang bertugas di luar negeri melalui kerja sama strategis dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, dengan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pelayanan Pelindungan dan Penanganan Kedaruratan. Komitmen perlindungan terhadap tenaga kerja dan pelaut ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs)poin 3 yakni Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dengan memastikan kesehatan serta keselamatan para kru yang bertugas di luar negeri, termasuk pelaut. 

Operasional kapal yang andal juga dijalankan seiring dengan prinsip berkelanjutan. Sesuai dengan pilar marine biodiversity yang berfokus pada pelestarian keanekaragaman hayati laut. Ini juga sejalan dengan program dekarbonisasi PIS secara keseluruhan yang menargetkan pengurangan emisi hingga 54 ribu ton setara karbon, di mana kita tahu bahwa mangrove salah satu penyerap karbon alami yang sangat efektif dan juga bermanfaat untuk melindungi garis pantai. Secara keseluruhan, PIS telah menanam sebanyak 36.000 mangrove sejak 2023 dengan total potensi karbon tersimpan 62,9 ton CO₂e per tahun. 

Di samping modernisasi armada tadi, PIS juga semakin serius menggarap pasar kargo yang ramah lingkungan. Tidak hanya berhenti mengincar potensi LNG yang pasarnya masih luas, PIS turut menatap pengangkutan karbon sebagai bisnis baru dalam bentuk carbon capture storage (CCS)/carbon capture utilize storage (CCUS). Bisnis hijau baru ini memiliki potensi yang cukup luas mulai dari pengantaran, penyimpanan, injeksi, hingga infrastruktur terminal karbon. 

Baik performa perusahaan serta upaya dekarbonisasi juga tak lepas dari kolaborasi PIS dengan sejumlah pihak. Kerja sama tersebut dibutuhkan untuk memastikan ketahanan energi nasional dan target emisi nol karbon terpenuhi.

“Tanpa berkolaborasi dengan mitra-mitra kerja tersebut, tantangan yang hadir di industri maritim akan lebih sulit dihadapi. Seperti halnya sebuah pelayaran, sudah menjadi keniscayaan bahwa kolaborasi seluruh kru dan komunitas maritim akan menjadi kunci bagi sebuah kapal dalam mengarungi ombak dan badai di lautan. Selamat memperingati hari maritim sedunia!” pungkas Baron. (Rama Julian)

Foto: PIS

About Resourcesasia

Resources Asia.id adalah portal berita yang menginformasikan berita-berita terkini dan fokus pada pemberitaan sektor energi seperti minyak dan gas bumi (MIGAS), mineral dan batubara (MINERBA), kelistrikan, energi baru & terbarukan (EBT), industri penunjang, lingkungan, CSR, industri hijau, kolom, opini. urban & life style, internasional dan lainnya. Redeksi juga menerima tulisan kolom, opini dari pembaca akan kami tayangkan di portal berita Resourcesasia.id dan kami juga menerima press rilis dari korporasi, silahkan kirimkan tulisan anda dan press rilis ke email redaksi kami redaksiresourcesasia@gmail.com

Check Also

Patra Logistik Catat Pertumbuhan Kinerja 2025 dan Tingkatkan Kapabilitas Distribusi Energi

JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Patra Logistik melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *