JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) terus berupaya mengamankan potensi sumber daya masa depan. Untuk itu, sepanjang kuartal IV-2025, emiten pertambangan khususnya emas ini tercatat menggelontorkan dana sekitar US$3,03 juta khusus untuk kegiatan eksplorasi.
Seluruh aktivitas tersebut dijalankan melalui anak usaha, PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), dengan fokus utama di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kegiatan eksplorasi difokuskan pada Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Blok II (Elang) dan Blok III (Rinti).
Sementara itu, pada periode yang sama, AMMN tidak melakukan aktivitas eksplorasi lapangan di Blok I (Batu Hijau) maupun Blok IV (Lampui).
Blok II Elang: Porsi Anggaran Terbesar dan Aktivitas Paling Intensif
Sebagian besar dana eksplorasi dialokasikan ke Blok II Elang, dengan total biaya sekitar US$2,8 juta.
“Melanjutkan pengeboran sumber daya di Elang dan pengeboran eksplorasi di Gerbang Timur menggunakan 3 rig,” tulis Corporate Secretary AMMN Vemmy Febrianti dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (11/1/2026) lalu.
Di wilayah ini, AMNT melakukan kegiatan pengeboran serta pemetaan geologi yang mencakup Proyek Porfiri Cu-Au di Elang, Gerbang Timur, dan Sebu Timur, hingga area rencana waste dump Elang di Semamu.
Mengutip laporan Kontan, Minggu (11/1/2026) lalu, dalam pelaksanaannya, AMNT menggandeng PT Minera Nusa Drilindo (MND) sebagai kontraktor pengeboran serta Intertek Utama Service (ITS) sebagai penyedia layanan laboratorium pengujian.
Hasilnya, eksplorasi di Blok II Elang terbilang masif, dengan total 18 lubang bor pengeboran inti porfiri Cu-Au sedalam 6.438,5 meter.
Pengeboran infill sumber daya Elang sebanyak 9 lubang bor dengan kedalaman 3.161,9 meter telah selesai atau masih berlangsung.
Di sisi lain, pengeboran eksplorasi di Gerbang Timur mencakup 3 lubang bor sedalam 2.142 meter, sementara di Sebu Timur telah dirampungkan 1 lubang bor sedalam 184,4 meter.
Tak hanya itu, aktivitas pengeboran sterilisasi di lokasi rencana waste dump Elang juga telah tuntas, dengan 5 lubang bor sedalam 949,8 meter.
Dari keseluruhan kegiatan tersebut, sebanyak 2.722 sampel inti telah dikirim ke laboratorium. Program pemetaan geologi pun berjalan aktif, ditandai dengan pengiriman 131 sampel batuan dan 42 sampel tanah dari area rencana waste dump Elang.
Blok III Rinti
Sementara itu, kegiatan eksplorasi di Blok III Rinti menelan dana yang lebih kecil, yakni sekitar US$ 226.000.
Meski demikian, aktivitas yang dilakukan tetap strategis, meliputi pengeboran eksplorasi dan pemetaan geologi pada proyek porfiri Cu-Au di Rinti. Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi antara AMNT, MND, dan ITS.
Hingga akhir kuartal IV-2025, eksplorasi di Blok III Rinti menghasilkan 2 lubang bor dengan total kedalaman 1.033,4 meter, yang telah selesai dan sebagian masih berlangsung. Selain itu, sebanyak 313 sampel inti serta 2 sampel batuan dari program pemetaan geologi telah dikirim ke laboratorium pengujian.
Ke depan, AMMN berencana melanjutkan pengeboran eksplorasi menggunakan 1 rig di zona lithocap Barat Daya Sane, menandai langkah lanjutan perseroan dalam memperdalam potensi mineral di kawasan tersebut. (RA)
Foto: Dok AMMAN
Resources Asia Energi News Makers