JAKARTA, RESOURCESASIA.ID – ENTREV, program kolaborasi antara Pemerintah Indonesia dan United Nations Development Programme (UNDP), menilai momentum arus mudik Idul Fitri sebagai momen penting untuk menguji kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Strategi Akselerasi Penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Kesiapan SPKLU Menghadapi Arus Mudik Idul Fitri 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan pada 26 Februari 2026 di Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten Deputi Infrastruktur Ekonomi dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Firdausi Manti, menekankan bahwa momentum arus mudik Idul Fitri menjadi ujian penting bagi kesiapan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.
“Seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik di masyarakat, diperlukan komunikasi yang lebih luas dan mudah dipahami mengenai ketersediaan infrastruktur pengisian daya serta berbagai fitur layanan pendukungnya. Informasi tersebut penting agar pengguna kendaraan listrik dapat merencanakan perjalanan dengan lebih nyaman dan terhindar dari potensi kendala selama arus mudik lebaran,” ujar Firdausi.
Forum koordinasi tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan kesiapan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik, khususnya di jalur-jalur utama yang akan dilalui pemudik. Diskusi juga menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah, penyedia infrastruktur, serta pemangku kepentingan lainnya agar layanan pengisian daya dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat.
Dukungan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik sendiri terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan data PT PLN (Persero), sepanjang 2025 jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia telah mencapai 4.655 unit, meningkat sekitar 44 persen dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 3.223 unit. Sebaran SPKLU juga semakin luas dengan 3.007 titik lokasi operasional pada 2025, meningkat dari 2.192 lokasi pada tahun sebelumnya. Perkembangan ini menjadi faktor penting yang mendukung kenyamanan pengguna kendaraan listrik, termasuk untuk perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran.
Project Coordinator ENTREV, Eko Adji Buwono, menyampaikan bahwa pertumbuhan infrastruktur pengisian daya merupakan fondasi penting dalam memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik.
“Pertumbuhan jumlah SPKLU di berbagai wilayah menunjukkan bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang. Infrastruktur yang semakin luas ini memberikan rasa aman bagi masyarakat yang ingin menggunakan kendaraan listrik, termasuk saat melakukan perjalanan jarak jauh seperti mudik Lebaran,” pungkas Eko Adji Buwono.
Beliau menambahkan bahwa perencanaan perjalanan menjadi faktor penting agar perjalanan mudik menggunakan kendaraan listrik dapat berjalan lancar dan nyaman.
“Dengan mengetahui lokasi SPKLU di sepanjang jalur perjalanan serta memanfaatkan berbagai fitur informasi yang tersedia saat ini, masyarakat dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik dan menikmati pengalaman mudik yang aman serta nyaman,” tutup Eko.
Melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan dukungan infrastruktur yang terus berkembang, ENTREV optimistis ekosistem kendaraan listrik di Indonesia semakin siap menghadapi meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum mudik Idul Fitri 2026, sekaligus mendorong penggunaan transportasi yang lebih bersih dan berkelanjutan di masa depan. (Rama Julian Saputra)
Foto: Dok ENTREV
Resources Asia Energi News Makers